---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Stockholm, 29 Maret 1999 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. MENERAPKAN NILAI-NILAI ISLAM SECARA MENYELURUH DALAM DAULAH PANCASILA DENGAN UUD'45-NYA ADALAH HANYA MIMPI (TANGGAPAN UNTUK KETUA UMUM PKU). Ahmad Sudirman Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA. Tanggapan untuk Ketua Umum Partai Kebangkitan Umat (PKU). Pada tanggal 24 Maret 1999 saudara Zulfan menyampaikan kepada saya tulisan dengan subyek "INDONESIA JANGAN JADI NEGARA SEKULER". Dimana isi tulisan tersebut merupakan isi pidato dari Ketua Umum Partai Kebangkitan Umat (PKU) KH Yusuf Hasyim. Isi tulisan itu saya lampirkan dibawah. Tanggapan saya terhadap isi pidato dari Ketua Umum Partai Kebangkitan Umat (PKU) adalah sebenarnya ummat Indonesia sekarang ini sudah berada dalam naungan Daulah Pancasila dengan UUD'45-nya yang secara langsung merupakan suatu Negara Sekuler yang memisahkan Islam yang kaffah dari Negara. Daulah Pancasila dengan UUD'45-nya adalah Daulah yang tidak memiliki "satu kekuasaan pemerintahan Islam dimana Allah yang berdaulat, yang menerapkan musyawarah dan menjalankan hukum-hukum Allah dengan adil dalam naungan Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang Madinah-nya, yang berdasarkan akidah Islam yang tidak mengenal nasionalitas, kebangsaan, kesukuan dan ras dengan tujuan untuk beribadah dan bertakwa kepada Allah SWT", melainkan Daulah yang berlandaskan Pancasila yang tidak mengenal hukum-hukum Allah secara menyeluruh yang dibatasi oleh rasa kenasionalan dan kebangsaan. Jadi, apa yang dikatakan oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Umat "negara Indonesia yang sekuler harus dihindari" adalah suatu alasan dari salah seorang ketua Umum suatu partai yang mengatasnamakan Islam untuk tetap mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara dan UUD'45 sebagai garis-garis haluan negaranya. Mengapa saya katakan demikian?. Karena, Ketua Umum Partai Kebangkitan Umat mengatakan lagi bahwa "Kita bukan bercita-cita membentuk negara Islam. Jangan salah artikan". Nah, karena bukan bercita-cita membentuk Negara Islam, artinya bercita-cita membentuk Negara Pancasila dengan UUD'45-nya, yang secara langsung merupakan negara sekuler, karena memisahkan Islam yang kaffah dari negara. Jadi, kesimpulannya menurut pemikiran saya adalah pemikiran Ketua Umum Partai Kebangkitan Umat sebenarnya justru akan mengekalkan Daulah Pancasila dengan UUD'45-nya yang sekuler. Inilah tanggapan saya yang singkat untuk Ketua Umum Partai Kebangkitan Umat (PKU) KH Yusuf Hasyim. Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] --- Thu 25 Mar 1999 [muslim] INDONESIA JANGAN JADI NEGARA SEKULER Saudara Zulfan menulis: 24 Mar 1999 'Indonesia jangan Jadi Negara Sekuler' BANDUNG -- Ketua Umum Partai Kebangkitan Umat (PKU) KH Yusuf Hasyim mengatakan, negara Indonesia yang sekuler harus dihindari. Namun, ia berpendapat hal itu jangan diartikan sebagai keinginan untuk mendirikan suatu negara agama. ''Negara sekuler jangan sampai terjadi di Indonesia. Kalau ini terjadi bencana dan petaka akan kita terima,''ujar Pak Ud, sapaan akrab KH Yusuf Hasyim dalam acara Deklarasi Partai Kebangkitan Umat Wilayah Jabar, Selasa (23/3) di GOR Padjajaran Bandung. Dalam kesempatan tersebut Pak Ud juga melantik H Bakti Sujana sebagai Ketua PKU Jabar sekaligus melantik para pimpinan DPC PKU se-Jabar yang berjumlah 24 orang. Dalam acara tersebut Pak Ud didampingi tokoh PKU Pusat seperti Salahudin Wahid, adik ketua Umum PBNU Gus Dur. Sesepuh NU ini memberi contoh betapa negara sekuler akan merugikan umat Islam. Ia menyebut Turki, negara yang 90 persen rakyatnya beragama Islam dan berbendera 'bulan bintang'. ''Tetapi negara itu negara sekuler. Negara sekuler jangan sampai terjadi di indonesia. Oleh karena itu kita punya tugas berat yaitu mengusahakan, berihtiar agar aspirasi kita umat Islam dapat berjuang dalam undang-undang negara kita,'' tuturnya. Karena itu, katanya, umat Islam dalam pemilu nanti harus benar-benar menyampaikan aspirasinya melalui partai yang layak untuk mewakili umat Islam. Partai yang dipilih nanti, katanya, adalah partai yang secara jelas, tegas dalam AD/ART-nya mencantumkan Islam dan Alsunah sebagai dasarnya. ''Umat Islam harus waspada jangan keliru,'' katanya. Dalam pemilu mendatang, katanya, Pak Ud juga berpesan agar umat Islam wajib memberikan hak suaranya. Artinya, kata Pak Ud umat Islam tidak 'golput'. ''Kita gunakan hak politik kita secara bertanggungjawab dengan ahlak yang baik dalam pemilu. Semua umat Islam harus waspada siapa di antara partai yang dapat layak untuk dipercaya membawa cita-cita umat Islam,'' jelasnya. Cita-cita tersebut, lanjutnya, jangan diartikan bahwa umat Islam akan membentuk negara Islam. Untuk mencapai kemenangan cita-cita umat Islam, katanya, partai yang dipimpinnya ini pun siap beraliansi atau berkoalisi dengan partai Islam lainnya. ''Kita bukan bercita-cita membentuk negara Islam. Jangan salah artikan,'' ucapnya. ''Karena itu mari kita berjuang bersama mencapai cita-cita kita umat Islam. Dan tidak tertutup kemungkinan kita pun berkoalisi dengan partai lain.'' Menurut Pak Ud, masih banyak yang harus diperjuangkan umat Islam jika pemilu nanti berhasil. ''Masih banyak yang kita perjuangan contoh kecilnya yaitu peraturan tentang rumah pemotongan hewan di tiap-tiap daerah. Ini contoh kecilnya,''katanya. ----- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Apr 1999 jam 04:03:48 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
