---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- From: mawie B A L L A D A P R A M O E D Y A Oleh:Mawie Ananta Jonie. Ia lahir di Blora bulan dua tahun dua lima dari ayah ,seorang guru sekolah swasta dari ibu,seorang aktivis gerakan wanita penganut paham nasionalis. Masa mudanya,adalah masa bergolak kaum yang terhimpit dari cengkraman kuku penjajah menggeliat bangkit. Setelah ibu yang dicintainya pergi ke alam bakha ia tinggalkan tanah Blora menuju rantau,pusat kekejaman di Batavia. Di sini, di kota ini, pengalaman hidupnya diperkaya keyakinana dan keberaniannya ditempa dari seorang tukang ketik, wartawan, serdadu hingga ia menemukan tanah garapannya yang abadi tempat ia mencangkul ladang kehidupan tempat ia menyemai bibit kebenaran. Di sini, di kota ini, ia panen iman dan kepercayaan yang menjadi keyakinan akan hari depan. Ia seorang sastrawan yang melahirkan bayi-bayi dan anak-anak perlawanan yang disuapkan dengan penderitaan dan perkosaan yang disusui dengan air mata ibu-ibu yang kehilangan orang-orang yang dicintai dan anak-anak kesayangan dan kesenjangan dalam masarakat itu sendiri yang dibuahkan oleh pohon sistim kekuasaan manusia makan manusia di Indonesia. Di zaman penjajahan ia berjuang untuk sebuah keadilan dan kemerdekaan. Kiankemari selalu diburu-buru Belanda karena perlawanan yang diberikannya. Di dalam masa pemerintahan Bung Karno ia bekerja secara sedar mengabdi kepada rakyat dengan mata pena sebagai senjata menuarakan kata hati orang-orang yang tak pernah terdengar suaranya karena dibungkam dan disakiti. Di tengah-tengah Indonesia dikepung dan dimusuhi kaum imperialis ia berdiri teguh di pihak pemerintah dan aktif menangkis. Tatkala Inggris sudah menyerang tanah-air lebih 100 kali lewat darat lewat udara lewat laut "Selamatkan Republik!" inilah teriak hatinya. Dan karena hatinya berteriak begitu lantang ia diberondong dengan senapang. Untuk pembebasan Irian ia seorang sukarelawan. Walaupun demikian,ia tak lepas dari pengawasan dan penangkapan demi penakangapan menjadi langganan. Sudharmono yang menjadi Wakil Presiden di zaman Suharto adalah seorang mayor diwaktu Bung Karno dengan tipu-muslihat untuk sebuah wawancara Pram diseretnya masuk penjara. Ia diculik sampai istrinya mencari kian kemari. Adilnya, orang baik itu selalu ada dimana-mana termasuk di dalam sarang serigala. Maka seorang pegawai penjara berkata kepadanya: dia hendak menghubungi seorang kenalan yang sedang melahirkan. Maka , Pram menulis sebuah iklan untuk sebuah koran: "Terimakasih kepada dokter yang merawat nyonya saya melahirkan saya dalam tahanan". Sejak itu pers luar negeri mengumumkan bahwa ia di bui. Penangkapan-penangkapan dalam pengalaman ia simpulkan:adalah kaum militer yang melakukan! Bintang Timur tempat ia bekerja mengasuh Lentera paling loyal pada Bung Karno. Tapi sangat sering dibreidel cukup lama. Sempat digranat pula. Karena, ada kekuasaan bayangan di samping kekuasaan resmi yaitu kekuasaan tentara yang strateginya menguasai teritorial. Ia ditangkap. Bukan bung Karno yang melakukan. Bintang Timur dilarang. Bukan Bung Karno yang kasi komando. Tapi,militer! Buku tentang Hoakiao di Indonesia menjadikan ia diperiksa dan dituduh menjual negara kepada Cina padahal negeri ini bukan di tangannya tapi digenggam penguasa. Ia seorang pengarang. Tugasnya menulis. Kalau negara ini dijual itu penguasa yang bisa. Bukan Pramoedya. Dunia ramai Surat penaha baru sampai Di atas tandatangan Jendral AH Nasution Surat itu diremas-remas dan dilemparkan ke muka CPM yang mengantarkannya. Di penjara Cipinang yang berpintu besi rangkap ia disekap ditempatkan dalam satu blok narapidana yang di kiri-kanannya ada penghunyi yang sudah jatuh gila. Ia menjadi tahanan yang tak pernah diajukan ke pengadilan walaupun ia sendiri mengusulkan. Tapi, karena itu ia menjadi keras keras yang diajarkan penguasa secara keras. Sejak Gerakan 30 September negeri jatuh ke tangan pendudukan pendudukan militer militerisme yang sudah sejak zaman revolusi mereka rancang dengan di mana-mana di seluruh wilayah Nusantara Pasukan yang tidak di bawah komando resmi ditumpas dihabisi Maka terjadilah tentara melawan rakyat yang bersenjata Dan mereka ,mengapa tidak melawan Belanfda? Ya,untuk menyelamatkan harta dan nyawa. Bila yang pantas mengisi kolom sejarah bukan serangan fajar di Jogja, melainkan pertempuran di Surabaya. Karena, di sini benar-benar rakyat yang angkat senjata sedang yang lain hanya gontok-gontokan saja. Dengan yang kalah dicap pengkhianat bangsa . Maka itu, para jendral itu, sampai kini menghindari kata-kata revolusi. Bung Karno berpengaruh atas rakyat Sedang militer berkuasa atas teritorial Bung karno dipecat Kaum progresif revolusioner diteror Teror politik Teror ideologi Teror organisasi Teror manusia atas manusia yang paling biadab Di sepanjang sejarah Indonesia beradab. Pram di Buru-kan Ia saksikan pembunuhan fatal di pulau pembuangan Cukup banyak yang mati menyimburkan ngeri Melahirkan ketegangan dan penindasan menjadi-jadi sehingga mental para tapol perlu dijaga dan diselamatkan. Kadang-kadang untuk kepentingan hidup perlu dibangkitkan Bila tidak, hancurlah semua atau mungkin gila. Salah sedikit Bunuh. Sumbang sedikit Bunuh Dan itu semua tidak pernah ada pengadilan. Di sini di Pulau Buru Jadi pembunuh itu untuk pengisi waktu para serdadu yang menjadi pengawal di situ Dan inilah yang hendak dihentikan Pram Lalu ia berserita dengan menamp[ilkan tokoh Ontosoroh Perempuan Sendirian Berani melawan satu sisitim Dia kalah atau tidak soal lain Tapi dia melawan Itulah Bumi Manusia Anak peristiwa melahirkan peristiwa. Sikapnya sebagai pengarang Adalah tugas yang mulia dan selalu menantang Bila ada orang punya pendapat baik dan buruk Bebas Ia tidak terpangaruh oleh caci maki Baginya: Kalau takut dilamun ombak jangan berumah ditepi pantai. Hanya kalau sudah sejarah yang menghakimi Kita susah untuk membela diri. Di luar Buru masih berlangsung perampasan dengan berbagai cara termasuk datang ke rumah tempat tinggalnya Naskah-naskah yang ditulis di zaman Bung Karno yang belum sempat diterbitkan semua dihancurkan. Oleh Orba. Dengan sengaja. Naskah itu ditulis dengan perasaan tidak akan mencapai usia lebih 30 han karena sakit-sakitan. Ia berpacu dengan maut Bekerja siang malam sehingga demikian banyak naskah yang dihasilkan Dan belum ada yang mau menerbitkan Karena dicap sebagai seorang Komunis. Tapi sampai di sinilah tingkat perdaban politik dan tingkat kebudayaan penguasa. "Kalau mau jujur melarang,seret aku ke pengadilan" tantangnya. "Bagian mana yang merusak negara, bagian mana yang subversif". Beri ia kesempatan untuk membela diri Bahkan ada larang yang tertulis Tapi surat itu tak pernah sampai paedanya Ini perbuatan betul-betul tidak terpuji Tidak ada kesopanan dalam melarang! Akhirnya suatu hari di Pulau Buru ia menerima sepucuk surat Dengan nama "Surat Pelepasan" Bukan surat pembebasan Yang antara lain disebutkan: "Secara hukum tidak terlibat di dalam G30S PKI" Dan ditandatangani secara resmi Sesudah itu Ia merasa tidak aman di negeri sendiri Bahkan kalau tidur mimpinya terus dikejar-kejar Bila ada tidur tanpa mimpi Ia merasa bahagia sekali. Ia ciptakan kebebasannya sendiri Karena ia yakin hal itu tidak didapat dari menjual diri atau menjilat kepada penguasa yang sduah lebih 30 tahun berkuasa. Sudah 3 generasi lahir dan setiap generasi membawa kepentingannya sendiri Punya cita-citanya sendiri Tak perduli apa yang terjadi Pemerintah selalu berkata rakyat belum siap begini Belum mampu begitu Padahal kekuasaanya sendiri Hidupnya dari tunjangan luarnegeri Tidak bisa mandiri. Rakyat sejak ribuan tahun yang lalu Pram melihat ke arah situ Di zaman tanam paksa Mereka menjadi korban untuk memperbaiki ekonomi Negeri Belanda. Di zaman Jepang, dikorbankan jadi romusa. Waktu revolusi rakyat yang memberi makan dan perlindungan kepada pejuang. Dan sekarang? Diburui dan dinuhi. Sampai sekitar satu juta orang Rakyat sudah siap untuk segala-galanya. Penguasa hanya tahu menghina. Ia gantungkan harapan pada pemuda "Jangan jadi pengecut, sebab yang penakut, besok lusa akan menjadi pengkhianat temasn sendiri. Jangan penakut, sember kekacauan adalah orang-orang yang penakut Dan akan makan teman sendiri nantinya". Berjuang ada dua macam kata Pram: Bisa berjuang dan pandai berjuang Tapi di samping itu yang perlu diperhatikan Pandai melihat jauh ke depan serta akibat kemudian. Makanya perlu dipikirkan berkali-kali dan berlapis-lapis. Belajarlah dari praktek Karena tidak ada gurunya Adalah pengalaman itu sendiri yang menjadi guru Kesalahan itu sendiri Kegagalan itu sendiri Juga sukses itu sendiri". Waktu kolonial mencapai puncak kekuasaannya Berarti semua perjuangan anti kolonial kalah Ini pelajaran sejarah Tapi kita tidak mati di hadapan kalah atau menang Yang menentukan adalah apa yang mesti kita kerjakan. Sekarang Pram sering didatangi intel Tapi ia selalu bersikap, mau apa silakan. Tidak mau melapor lagi. Akan diambil tindakan,silakan. Karena ia di Indonesia tidak menumpang hidup Ia pernah menjadi pejuang untuk Indonesia Sementara yang berkuasa ada yang tak punya andil apa-apa Buat sebuah kemerdekaan. Ditangkap dan ditahan baginya adalah dendang kehidupan Penjara dan siksaan baginya ujian keberanian Dan pengalaman demi pengalaman dipelajari dan disimpulkan Menjadi butir-butir kata mutiara dalam bahasa dan sastra Dan untuk membangkitkan kesadaran pada pembacanya Bahwa ketidak adilan harus dilawan Bahwa keberanian diperlukan Bahwa kemerdekaan harus diperjuangkan Bahwa kebebasan harus di tangan Raja adil raja disembah,raja lalim raja disanggah! Pram, diasah di luar dan di dalam penjara Ia menjadi mutiara budaya,milik Indonesia dan kekayaan dunia. Almere Stad, Holland,20 Mei 1997. mawie2worldonline.nl ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Apr 1999 jam 04:22:43 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
