---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- From: Bejo leksono PARTAI BULAN BINTANG PELOPOR REFORMASI, BUKANNYA PARTAI CENDANA. Reformasi ternyata telah ditunggangi oleh oknum-2 tertentu untuk kepentingan politiknya bahwa kalau perlu pada era reformasi ini dengan melakukan fitnahan dan tuduhan tidak berdasar. Dalam milis ini terdapat tuduhan bahwa Partai Bulan Bintang adalah merupakan Partai yang dibiayai Cendana. Sekadar untuk diketahui bahwa PARTAI Bulan Bintang merupakan partai penerus cita-2 Masyumi , yang pada zaman diktatur Soekarno partainya dibubarkan dan pemimpinnya ditangkap sedangkan pada zamannya Diktator Soeharto pemimpinnya banyak yang dikucilkan . Yang ditakuti oleh kedua diktator tersebut dan juga pengikutnya adalah sikap Masyumi yang menjunjung tinggi Demokrasi, keadilan dan supremasi hukum yang diperjuangkan secara konsekwen. Anwar Haryono bersama dengan dengan beberapa pejuang demokrasi dan hak-2 azasi manusia sejak tahun 1960 berjuang dalam Liga Demokrasi yang menentang kencendrungan Soekarno untuk menjadi Diktatur, tahun 1969 bersatu dalam kelompok cibulan DENGAN TOKOH-2 LAINNYA mendiskusikan hal 2 menghadapi Indonensia masa depan, tahun 1978 bergabung dalam dalam YAYASAN Kesadaran Berkonstitusi yang yang anggautanya tokoh demokrat dan pejuang hak-2 azasi manusia dan akhirnya dan dalam tahun bergabung dalam PETISI 50. Di organisasi tersebut banyak tokoh-2 Masyumi lainnya Bersama Founding father lainnya Mereka berjuang karena pada sejak waktu itu mereka sudah melihat bahwa Soeharto telah melenceng dari jalur demokrasi dan mempergunakan kekuasaan darurat melalui KOPKAMTIB dalam menjalankan kekuasaannya. Dalam Kelompok Kerja PETISI 50 , sebagai tenaga intinya adalah antara lain Bapak almarhum Anwar Haryono, deklarator dan sesepuh Partai Bulan Bintang .Kelompok petisi 50 sangat dibenci oleh Soeharto mereka dicekal bahkan lebih dari itu untuk berdagangpun mereka sangat dibatasi. Mereka berjuang demi demokrasi, keadilan dan supremasi hukum pada saat Soeharto berkuasa . Reformasi yang terjadi saaat ini , bukan begitu saja turun dari langit , ia adalah suatu proses panjang antara lain proses perjuangan dari tokoh-2 tersebit diatas. Beliau tidak berteriak mengaku sebagai reformist, karena perjuangan mereka tulus ikhlas demi kebenaran yang diyakininya, bukan untuk mendapat keuntungan pribadi . Sebagai perbandingan tanyakan saja kepada yang menamakan atau dinamakan tokoh reformis dimana mereka berada dalam kurun waktu tersebut.. Dari data tersebut diatas adalah tidak tidak masuk diakal kalau Partai Bulan Bintang dikatakan Partai Cendana, kalau mau jujur sebenarnya Partai Bulan Bintang adalah tokoh-2nya adalah pelopor perjuangan reformasi. Mungkin menuduh PARTAI BULAN BINTANG SEBAGAI Partai Cendana karena Yusril Ihza Mahendra sebagai speech writer Soeharto dan Habibie. Tugas tersebut adalah profesinya sebagai pejabat di Setneg, kalau TUDUHAN PARTAI CENDANA KARENA KEDUDUKAN YUSRIL, sebenarnya semua mantan Menteri, semua mantan anggauta DPR/MPR dan semua pegawai negeri termasuk dosen perguruan tinggi negeri ADALAH ORANG CENDANA. Kalau mau jujur melihat Yusril TUNJUKKAN PIDATO YANG DITULIS YUSRIL yang tidak sesuai dengan reformasi. Dalam harian Berita Buana dijelaskan secara luas mengenai peranan Yusril dalam mencekoki Soeharto dan Habibie untuk berbicara mengenai Demokrasi, supremasi hukum. Rakyat tidak lupa sejarah bangsanya, rakyat tidak dapat dibodohi Rakyat telah mengetahui siapa reformist sejati. Jauhkanlah fitnah , tokoh Masyumi sudah difitnah dalam msa rezim Soekarno, Keluarga Besar Bulan Bintang sudah difitnah dalam rezim Soeharto sekarang Partai Baulan Bintang difitnah dalam zaman yang katanya era reformasi. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Apr 1999 jam 04:30:28 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
