----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------
-----------------------------------
WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.
-----------------------------------
Edisi ini diterbitkan pada:
Tuesday 06 April 1999 07:10 UTC
** PENDAFTARAN PEMILU DIBUKA
** KERUSUHAN SEPEKAN DI MALUKU RENGGUT 55 NYAWA
** OPERASI TERBESAR NATO DI YUGOSLAVIA
** PERTEMUAN TAHUNAN CINA - ASEAN
** TOPIK GEMA WARTA: KELOMPOK PRO INTEGRASI DAN INDIPENDEN BENTROK DI
TIMTIM
* PENDAFTARAN PEMILU DIBUKA.
Pendaftaran Pemilu dimulai. Pemilu mendatang merupakan ujian demokrasi
pertama bagi Indonesia sejak empat dasa warsa. Dalam harian Jakarta
Post, ketua Komisi Pemilu KPU Rudini, menyerukan masyarakat agar
mendaftarkan diri sebagai pemilih. Pendaftaran pemilu ditutup tanggal 4
Mei mendatang. Pesta demokrasi 7 Juni mendatang menentukan 500 anggota
baru DPR sekaligus merupakan pemilu pertama sejak Suharto turun Mei
tahun lalu.
Di masa kekuasaannya, Suharto memerintah dengan tangan besi dan pemilu
selalu dimenangkan Golkar. Di samping itu Suharto hanya memperbolehkan
dua partai oposisi saja. Presiden Habibie mengakhiri pola tiga partai
tersebut. Pemilu mendatang diikuti 48 partai.
Pada pemilu 97 silam, terhitung sekitar 124 juta elektor. Mereka yang
berhak memberikan suara yaitu yang berusia diatas 17 tahun atau mereka
yang telah menikah.
* KERUSUHAN SEPEKAN DI MALUKU RENGGUT 55 NYAWA.
Jumlah korban tewas akibat kerusuhan Sara di Maluku mencapai 55 orang.
Di pulau Larat ditemukan 20 mayat hangus terbakar bersama rumah mereka.
Sebelumnya di kepulauan Kei juga pecah pertikaian antara penganut Islam
dan Kristen, mereka antara lain bersenjatakan parang dan tombak. Hari
Senin ini situasi di Maluku dilaporkan mulai tenang kembali.
Sementara itu di Timor Timur dilaporkan juga terjadi bentrokan antara
kelompok pro-dan kontra kemerdekaan propinsi Tim-Tim. Bentrokan terjadi
di desa Liquisa, 30 kilometer dari Ibukota Dili. Menurut saksi mata,
kerusuhan mengakibatkan tujuh orang mengalami luka tembak dan tusuk.
* OPERASI TERBESAR NATO DI YUGOSLAVIA.
Pakta Pertahanan Atlantik Utara NATO mengumumkan Minggu malam silam,
telah melancarkan operasi udara terbesar terhadap Yugoslavia. Pesawat
pesawat NATO menghancurkan jaringan infra struktur penting Yugoslavia,
antara lain Bandara Beograd. Disampig itu gedung markas Angkatan Udara
Yugoslavia di Barat Laut Beograd juga ditembaki. Amerika Serikat
mengirimkan 24 helikopter tempur jenis Apache menuju Balkan. Helikopter
ini mampu terbang rendah dan sangat handal untuk memburu tanks dan
tentara Yugoslavia.
Sementara itu tentara NATO di Albania mendirikan tenda-tenda penampungan
bagi sekitar 200 ribu pengungsi Kosovo keturunan Albania. Regu bantuan
melaporkan kekurangan pangan, selimut dan tenda. Akibat cuaca buruk,
kondisi di kamp-kamp semakin memburuk dan memprihatinkan. Negara-negara
NATO diduga mulai mengirimkan bantuan. Di Makedonia NATO juga membentuk
wilayah kantong guna menampung sekitar 100 ribu pengungsi Kosovo. Dalam
waktu dekat sebagian pengungsi juga akan ditampung di negara-negara
NATO. Jerman menyatakan siap menampung 40 ribu pengungsi, sementara
Turki dan Amerika Serikat masing masing 20 ribu.
* PERTEMUAN TAHUNAN CINA - ASEAN.
Di kota Kunming Cina berlangsung pertemuan tahunan antara Cina dengan
ASEAN. Mereka dijadwalkan akan membahas kerjasama ekonomi yang lebih
luas dan krisis pasar modal Asia. Sejumlah pengamat menduga Cina dan
ASEAN juga akan membicarakan perihal kepulauan Spratly. Beberapa negara
menyatakan memiliki kedaulatan atas kepulauan yang startegis dan diduga
kaya minyak tersebut. Di Hanoi negara-negara yang bersangkutan, tahun
silam telah mencapai sebuah rancangan kesepakatan mematuhi Piagam
Perairan Internasional.
* DUA WARGA LIBYA TERTUDUH PEMBOM LOCKERBIE DALAM PERJALANAN MENUJU
BELANDA.
Dua warga Libya yang dituduh melakukan aksi pemboman pesawat Pan-Am di
Lockerbie tahun 1988, kini berada dalam perjalanan menuju Belanda. Senin
pagi Tripoli menyerahkan kedua tersangka kepada PBB. Beberapa jam lagi
kedua warga Libya diharapkan akan mendarat di Bandara Rotterdam Belanda.
Mereka akan diadili di Belanda oleh hakim dan hukum Schotlandia.
Peledakan pesawat Pan-Am tahun 1988 tersebut menewaskan 270 orang.
* PESAWAT AMERIKA DAN INGGRIS KEMBALI SERANGAN IRAK.
Pesawat-pesawat tempur Amerika Serikat dan Inggris kembali menyerang
sasaran-sasaran di Irak Selatan. Mereka menembaki sebuah instalasi rudal
dan dua pusat komunikasi. Menurut Kementrian Pertahanan Amerika serangan
ini merupakan sanksi terhadap pelanggaran pesawat Irak, di kawasan
larangan terbang atau No-Fly-Zone di Irak Selatan. Seorang juru bicara
militer Irak melaporkan seorang korban cedera akibat aksi tersebut.
* PEMBERONTAK ALJAZAIR BUNUH 22 TENTARA.
Akhir pekan silam 22 tentara Aljazair tewas akibat sebuah serangan
pemberontak ekstrim fundamentalis. Media cetak Aljazair melaporkan,
iring-iringan kendaraan militer tidak jauh dari ibukota Algiers mendadak
diserbu. Selanjutnya 12 pemberontak juga tewas akibat baku tembak dengan
tentara. Pemerintah Aljazair mengirimkan pasukan tambahan menuju kawasan
tersebut guna memburu pemberontak. Propinsi Blinda itu merupakan salah
satu kawasan Aljazair yang terkenal peka peperangan antara pemberontak
dan tentara. Di propinsi tersebut terdapat beberapa pangkalan militer
dan terdapat pula markas pemberontak.
* KELOMPOK PRO INTEGRASI DAN INDIPENDEN BENTROK DI TIMTIM
Sementara duapuluhan mayat dilaporkan berhasil dikeluarkan dari puing-
puing rumah yang terbakar akibat bentrokan antarwarga di Maluku, maka
dari Timor-Timur dilaporkan terjadinya bentrokan antara kelompok
kemerdekaan melawan milisi Merah Putih Pro Integrasi yang jumlahnya
mencapai puluhan. Sedikitnya tujuh orang dilaporkan luka-luka, baik
karena tembakan maupun bacokan. Dalam bentrokan tersebut, kelompok
milisi Merah Putih mendapat bantuan dari ABRI, seperti yang disampaikan
oleh Ruiz Trez Dos Santos dari Yayasan HAK, di Dili, Timor-Timur, dalam
sebuah wawancara dengan Radio Nederland:
RUIZ: Peristiwa yang terjadi hari ini bermula dari kejadian kemarin, di
mana ada beberapa orang pemuda dari kelompok bis merah putih datang ke
daerah Liquisa, mereka merusak dan juga membakar sepeda motor milik
salah seorang pro kemerdekaan, namanya pak Francisco. Dengar adanya
kejadian itu tokoh masyarakat di Liquisa, ingin pergi menyelesaikan
masalah itu dengan kelompok bis merah putih di markas Koramil di Liquisa
kota. Namun kemarin persoalan itu tidak bisa diselasaikan dan mereka
dari kelompok bis merah putih dan juga dari kelompok pro kemerdekaan
berjanji akan menyelesaikan masalah itu hari ini. Tetapi apa yang
terjadi? Pagi-pagi sekitar jam sepuluh kelompok bis merah putih datang
menyerang warga di desa Vatubo, kampung Buelete.
RN: Mengapa mereka datang menyerang,pak?
WTT: Masalah ini kita lihat sudah lama, jadi di mana di Maubara itu ada
kelompok bis merah putih yang menguasai daerah di kecamatan Maubara,
enam desa itu. Akibat daripada tindakan mereka banyak warga yang
mengungsi dan motivasinya tidak lain tidak bukan, mereka ingin menguasai
kelompok pro kemerdekaan yang sekarang mengungsi di kabupaten Liquisa.
Jadi karena warga di kecamatan Maubara itu sudah banyak yang berada di
Liquisa, mereka tetap berupaya untuk menguasainya. Bagaimana bisa
menguasai masyarakat di kota Liquisa secara keseluruhan. Namun upaya
mereka itu boleh dikatakan selama tiga bulan ini tidak berhasil.
Sehingga baru sekarang ini mereka baru mencapai di pinggiran kota
kabupaten Liquisa itu.
RN: Lalu apa yang terjadi hari ini?
WTT: Pertama-tama itu terjadi bentrokan antara kelompok merah putih, bis
merah putih dengan kelompok pendukung pro kemerdekaan di situ. Terjadi
saling lempar batu. Tetapi menurut informasi yang kita terima, kelompok
bis merah putih datang bersenjata tradisional: panah, parang. Di situ
mereka menyerang, karena mereka jumlahnya sedikit, bisa diatasi, artinya
kelompok pro kemerdekaan itu banyak sekali mereka saling kejar-kejaran.
Akhirnya kelompok merah-putih mundur. Setelah mereka mundur....mungkin..
dan ini nampaknya juga didukung oleh beberapa aparat militer setempat
yang mendukung para kelompok bis merah putih itu. Kelompok bis merah
putih yang bersenjata panah dan parang itu mundur ada beberapa anggota
ABRI yang melepaskan tembakan dengan senjata AK, MA 16 dan SKS mengenai
kelompok pro kemerdekaan.
RN: Jadi ABRI tidak melerai tetapi justru mendukung kelompok merah putih
dan menembaki kelompok pro kemerdekaan?
WTT: Iya, sangat betul sekali. Menurut beberapa korban...mungkin saya
bisa sampaikan korban-korban yang kita identifikasi hari ini. Yang
meninggal menurut informasi yang masuk kita belum tahu persis, karena
masih simpang-siur belum pasti. Jadi kita harus berbicara berdasarkan
fakta yang ada di lapangan. Korban hari ini ada tujuh orang. Yang
pertama Manuel Caldera, 27 tahun, kena tembakan pada lengan kiri. Yang
kedua Zerillo Dos Santos, seorang siswa SMA, kena tembakan pada paha,
yang ketiga Pauline de Jesus, 23 tahun, seorang ibu rumahtangga dan
anaknya masih bayi, umur tiga bulan, kena bacokan pada lengan, bahu,
dahi dan tulang rusuk, bagian kiri; yang keempat Manuel Flores, 23
tahun, kena tembakan dekat pusar dan korban ini sangat parah; yang
kelima Zainy dos Santos, 25 tahun, berikut Tomas, 23 tahun, yang ketujuh
Fransisco 25 tahun. Zainy, Tomas dan Fransisco, ketiganya dirawat di
rumahsakit. Kemudian tentara-tentara yang terlibat itu sempat
diidentifikasi oleh korban itu dua orang, namanya satu Teofidu,
pangkatnya tidak jelas, yang kedua Antoni Gomez, pangkatnya Kopral 1.
Keduanya tentara dari Koramil setempat. Itu yang ABRI, yang sempat
dikenali oleh korban. Barangkali yang lain-lain itu tidak kenal karena
mereka dari arah yang cukup jauh dan berdiri di pinggir-pinggir jalan
yang ada semak.
RN:Jadi bentrokan yang tadi pagi itu sebenarnya melibatkan berapa puluh
atau berapa ratus orang dari masing-masing pihak?
WTT: Menurut informasi para korban, memang dari kelompok bis merah putih
juga cukup banyak, ya di atas 50 orang. Dibantu lagi dengan aparat dari
Koramil dan pasukan teritorial setempat. Keterlibatan ABRI dalam kasus
ini kita sangat sayangkan. Di mana hari ini juga di Dili ada pertemuan
tokoh-tokoh politik, baik yang kontra maupun yang anti, itu di kediaman
uskup untuk membicarakan rekonsiliasi. Termasuk juga pemerintah
Indonesia, termasuk ABRI-nya yang diatas itu berbicara bahwa semua itu
menjaga keamanan dan ketertiban dan ABRI akan mendukung sepenuhnya opsi
apa yang ditawarkan oleh pemerintah terhadap rakyat Timor Timur dan apa
yang rakyat Timor Timur mau, dan itu ABRI akan mendukung. Tetapi di
lapangan ini yang terjadi sebaliknya. Malah ABRI secara diam-diam
mendukung salah satu kelompok dalam hal ini kita terus terang saja,
kelompok pro integrasi itu. Jadi di sini tidak fair. Makanya di sini
banyak kelompok, terutama masyarakat-masyarakat kecil dan juga tokoh-
tokoh pro kemerdekaan, mereka karena perbuatan yang seperti ini adanya
keterlibatan ABRI dan adanya keberpihakan seperti ini, mau tidak mau
kita sangat mengharapkan adanya pasukan perdamaian di Timor Timur supaya
bisa menjaga stabilitas di sini.
RN: Yang anda maksudkan adalah pasukan perdamaian PBB ya?
WTT: Iya. Ini sangat kita harapkan supaya bisa datang. Kalau tidak
konsultasi popular yang direncanakan itu bisa saja tak jadi terlaksana
di TimTim, karena kelompok-kelompok ini sudah menciptakan situasi yang
kaos.
-----------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/
Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]
Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
-----------------------------------
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 6 Apr 1999 jam 09:17:28 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++