----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------
DIAGNOSA PENYAKIT INDONESIA (I)
Oleh H.S. Hidayat Supangkat *)
Saya terpaksa menulis ini dengan segala kerendahan hati karena saya bukan
pakar, bukan pula pemimpin masyarakat, saya hanya sekedar wartawan yang
sudah menjadi "student of life" sehingga saya tidak mempunyai pretensi mau-
pun arogansi samasekali. Namun melihat gelagat Indonesia yang diwaspadai
oleh pengamat perduli seluruh dunia sebagai potensi bahaya besar, maka ter-
paksa memeras utek yang sudah butek untuk mencoba melihat permasalahan-
nya seobyektif obyektifnya.
Agaknya kita bisa sependapat bahwa Indonesia dewasa ini sedang menderita
penyakit ekonomi, politik, sosial yang sudah parah sekali akibat terlalu
lamanya ditindas oleh rejim Suharto dengan KKN-nya yang sewenang wenang dan
didu-
kung oleh Golkar dan Dwifungsi ABRI.
KKN dan diktatur Suharto tidak mungkin bersrimaharajela sampai 32 tahun
tanpa
dukungan Golkar dan Dwifungsi ABRI, demikian konstatering (diagnosa) kami
yang telah menjadi pendorong (motif) gerakan mahasiswa pula selama ini.
Dapat ditambahkan bahwa KKN Suharto dengan dukungan Golkar dan Dwifungsi
ABRI itu bisa bertahan sampai 32 tahun karena didasarkan pada UUD 45. Maha-
siswa belum berani menyatakan UUD45 sebagai sumber juridis formal Orde Baru
yang memang bisa dan telah disalah gunakan penguasa karena pastilah mereka
akann digebug oleh ABRI berdasarkan tuduhan melanggar konstitusi.
Namun mau tidak mau harus diakui bahwa kesewenang wenangan Suharto selama
ini telah didukung oleh Golkar yang mendominasi mayoritas di DPR dan MPR dan
Dwifungsi ABRI berdasarkan UUD45.
Dalam masa pasca-Suharto pun Golkar, Dwifungsi ABRI sebagai lembaga
(institusi)
dan KKN sebagai "sistem" pegangan penguasa mutlak Suharto secara tidak res-
mi sudah dilembagakan (institutionalized) sehingga tetap dilindungi oleh UU
karena tidak melanggar konstitusi yang ada.
Hanya hatinurani kitalah yang menuntut diberantasnya KKN karena terbukti
telah
memelaratkan rakyat dan menghancurkan perekonomian nasional.
Demikianlah motif gerakan mahasiswa yang tiada henti hentinya dan konon
tidak
akan dihentikan selama tuntutan mereka tidak dipenuhi.
Sekarang ini timbul 3 golongan yang tubrukan hebat menghadapi krisis:
golongan
elit statuskuo yang berupaya mempertahankan vested interestnya, golongan
elit
moderat yang menyetujui reformasi tambal sulam, dan golongan yang menuntut
reformasi total yang dituduh sebagai golongan radikal yang merupakan
mayoritas.
Tuduhan radikalisme ini melewati batas karena golongan radikal mungkin saja
mereka: yang menuntut pemerintahan Federal, kemerdekaan bagi Aceh
dan Timtim, amandemen UUD45 secara tandas sehingga menjadi UUD yang
tidak lagi merupakan "cek blanko" bagi pemerintah, penghapusan Dwifungsi
ABRI sekarang ini juga, tuntutan pensitaan harta haram hasil KKN dan huku-
man mati bagi Suharto dan para kroninya, pemberantasan KKN sampai ke
akar akarnya, pembangunan perekonomian rakyat yang bisa menghidupi
lk 140 juta yang sudah dimelaratkan, lk 20 juta pengangguran, lk 10 juta
yang
sedang menderita dan diancam busunglapar.
Tapi radikalisme diatas itu mempunyai substansi yang cukup kuat.
New York, 16 Desember 1998.
*) Wartawan freelans di AS & PBB.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 18 Dec 1998 jam 09:19:15 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++