----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

From: Graha Rusdiana

MASIH ADAKAH PEMIMPIN  YANG BISA MIMPIN.

Dalam suatu diskusi yang menghadirkan sosiolog, psyckolog dan kriminolog
ADA suatu uangkapan yang sangat menarik sekali mengenai kejadian
kebrutalan yang terjadi akhir-2 ini, ada tiga  hal yang saya tangkap
pertama masalah kebrutalan yang terjadi saat ini bukan hanya disebabkan
oleh masalah ekonomi tetatpi banyak faktor yang mempengaruhinya, yang
kedua masalah ini tidak bisa diselesaikan dalam jangka waktu singkat
perlu waktu dan ketiga terdapat gangguan komunikasi antara elite politik
dan dan pendukungnya.

Mengenai hal ketiga ini menarik sekali uraiannya, dimana diberikan
contoh konkrit seperti pada menghadapi pemilu , bagi elite politik itu
dianggap sebagai kompetisi tetapi pengikutnya dianggap sebagai adu
kekuatan bahkan tidak jarang pula elite politik tidak mampu memberikan
guidance kepada pengikutnya atau agar tetap diakui sebagai reformist
harus tetap berbicara keras. Semua dilaksanakan untuk mencapai tujuan
politik tertentu, terutama menghadapi pemilu yang akan datang. Padahal
emosi rakyat dibawah sudah panas (dipanasi?) , tiap hari mass media
memuat berita mengenai adanya pengrusakan kantor pemerintahan dan
kerusuhan-2 termasuk korban jiwa. Apakah berita tersebut tidak menggugah
para pemimpin untuk sekadar mengingat kalimat yang sangat terkenal
dalam biang politik yaitu loyalitas ku kepada partai berakhir apabila
ada kepentingan terhadap negara yang lebih besar.  Keadaan sekarang
sudah sangat memperahatinkan, dimana dalam keadaan kesulitan ekonomi ,
kapan dan dimana saja selalu diliputi oleh kecemasan.

Yang dipertontonkan sekarang ini oleh para pemimpin umumnya adalah
politik gagah-gagahan an pemaksaaan kehendak yang sifatnya reaktif.
Pemerintah bilang keputusan MPR dan DPR adalah juridis formal sah , yang
mengaku reformist bilang sah sih saja tetapi itu kan hasil dari produk
pemilu yang tidak jurdil. Si Reformist bilang suara reformist adalah
merupakan suara rakyat karena itu harus dituruti oleh pemerintah
,pemerintah bilang buktinya mendapat dukungan rakyat mana wong pemilu
saja belum, bahkan yang lebih hebat lagi pemimpin  partai yang belum
tentu mencapai persyaratan untuk mengikuti pemilu saja suaranya  keras.
Berita tersebut diekspose setiap hari oleh Mass Media baik cetak ataupun
elektronik, yang lebih lucu lagi yang ngomong dia-2 juga dalam segala
hal, sehingga suara rakyat bawah yang terekam sudah bosan mendengarnya
dan secara sinis menyatakan mereka semuanya hanya mementingkan diri
sendiri dan kelompoknya, belum pemilu sudah bergaya sebagai pemimpin
partai besar sudah mau menjadi calon presiden lagi tetapi kwalitasnya
sebagai partai masih diragukan. Buktinya lihat saja mulai dari
penyusunan draft Undang-2  Politik , apakah mereka mempunyai team khusus
yang secara serius mengikuti perkembangannya mulai dari penyusunan
draftnya sampai pembahasan pada DPR. Diakui mereka tidak mempunyai wakil
di DPR sekarang tetapi apakah sejak awal mereka sudah menyampaikan
idenya disampaikan secara tertulis baik kepada fihak terkait, paling-2
mereka dengar pendapat komentar sana komentar sini. Sungguh sangat
ironis Undang-2 yang begitu penting tidak diikuti sejak awal, saya yakin
kalau diikuti sejak awal dari mulai draft beberapa masalah krusial pada
Undang-2 tersebut sudah dapat diselesaikan. Diakui mereka dalam tahap
konsolidasi tetapi sebagai PARPOL jangan mau terima mateng saja.

Akhirnya rakyat sudah bosan dengan retorika politik , yang diinginkan
adalah ketenangan untuk membangun negeri ini, rakyat tidak tuli dan buta
melihat dan mendengar ucapan para pemimpin nya ,rakyat belum pikun
terhadap ucapan, tingkah laku dan apa yang diperbuat mereka selama masa
orde baru . Sudahlah jangan bermain sandiwara ditengah kesengsaraan
rakyat. Yang diinginkan oleh rakyat adalah Pemimpin yang bermoral dan
bertanggung jawab terhadap nasib bangsa ini, yang diinginkan oleh rakyat
adalah tegaknya hukum tanpa pandang bulu,  yang diinginkan oleh rakyat
adalah ucapan yang keluar dari mulut para pemimpin adalah yang sesuai
dengan hati nuraninya bukan sesuai dengan kepentingan sesaat.Yang
diperlukan sekarang adalah pemimpin yang bisa memimpin kehidupan rakyat
YANG LEBIH BAIK

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 23 Jan 1999 jam 03:44:59 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke