----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

From: Lily Soerjowati

Saya sudah puluhan tahun tinggal dirantau, tapi sebagai org ind. saya selalu
mencari akal dan cara untuk mendapatkan inofrmasi dan berita-2 aktual
mengenai negaraku. Walaupun sejak tahun 1997 negaraku sudah boleh dikatakan
porak poranda gak karuan, tapi tetap kurindukan, tetap kucinta, karena nun
jauh disana semua saudara-2ku masih tinggal...

Sebagai pribadi, saya kok jadi sedih, sebel dan jengkel, membaca
(TERIMAKASIH INDONEWS!!) tingkah polah petinggi-2 kita, juga abrinya, lha
iya, apa mereka itu berfikir kalau negara kita itu sebagai milik pribadi,
sehingga dengan seenaknya bisa mereka rekayasa semau-maunya... oalah kalau
sebagai seorang presiden, menteri atau pejabat menjadi kaya itu saya fikir
lumrah, tapi, kalau kekayaannya kelewat-lewat dan semua-2 ingin dikuasai,
kok ya saru dan kebangeten.  Selama ini seluruh rakyat dibuat takut, takut
dan takut, ya takut ngomong, ya takut ngritik, ya takut salah, sembarang
serba takut, lho lak aneh, kita semua harus manut, tapi sayang yang jadi
panutan kok baru sekarang kebuka kedoknya, kebuka sadisnya, kebuka
bobroknya, kok ya tega, padahal dia itu juga asalnya dari rakyat,  tapi kok
leh semena mena dengan rakyat, lho apa tidak berfikir sih seandainya tidak
ada kita-2 (rakyat) apa mungkin dia jadi presiden, lha apa yang milih dia
jadi presiden itu semut ? Kok sulit dimengerti sih, saya sangat heran dan
heran. Mereka-2 itu para petinggi yang katanya punya rumah di LN dan
mereka-2 itu sering sekali pergi ke LN, tapi kok yang namanya mental itu lho
kok sangat puritan...apakah tidak ada terlintas dibenak mereka, ... oh
sistem begini ini kok kayaknya bagus kalau diterapkan diind, atau oh
barangkali untuk memajukan bangsaku kita bisa contoh system dari negara anu,
eh boro-2 mikir gitu, paling banter mereka ngurus proyek mereka sendiri,
ngurus dimana letak rumah yang enak dan bagus, elho apakah mereka-2 ini
sadar, sebelum mereka-2 ini menjabat suatu jabatan, mereka ini disumpah, lho
lha apa gunanya semua itu ???

Tiba-2 dengan sikon seperti ini, saya rindu, rindu dan kangen sekali dengan
orang yang sejak dulu sangat aku kagumi dan aku selalu bangga kepadanya
yaitu Bang Ali Sadikin dan Pak Kemal Idris, gimana ini pak kok jadi begini
sih negara saya. Dari duluuuuu sewaktu saya masih bekerja di Jakarta, saya
selalu kagum dengan kedua orang itu, omongannya enak dan menarik, kalau
sekarang, maaf saya harus mengatakan dengan terus terang walau sangat
menyakitkan (org. italia mengatakan la verit` fa male), satupun tidak ada
bisa dibanggakan.

Lha iya, masalah yang saya juga kurang mudeng, pak soe itu sudah umur berapa
se ? dia membuat suatu UU dimana seorang pegawai harus pensiun pada usia 55
tahun, padahal setahu saya, orang seusia itu masih potensial dan
experiencesnya jauh lebih dari yang muda-2, saya tidak membandingkan dengan
di italia dimana usia pensiun itu 65 tahun, tapi yang saya ingin tanyakan,
lho kenapa dia membuat UU untuk seluruh pegawai, tapi tidak untuk dirinya
sendiri lak aneh lagi se !! Kok kayaknya di ind. itu tidak ada orang yang
capable menjadi seorang presiden, apalagi dia itu udah menjabat selama 32
tahun, mbok ya sudah tho, kalau bapaknya masih ambisi, mbok anak-2nya itu
mengingatkan, walaupun setahu saya justru anak-2nya itu tingkah polahnya
sepertinya menginginkan kalau bpknya itu terus menjabat, walaupun udah renta
dan termehek-mehek, dengan begitu mereka bisa kuasa mengobrak abrik ind.
semau-maunya.... oalah, kok ya kebangetan bener sih....sekarang saya baca
ada hal anyar lagi, katanya soe, bikin huru hara disana sini (bukan dia sih,
tapi kongkonannya), supaya pemilu ditiadakan, berarti biar tetep presidennya
BJH, karena dia juga orangnya dia dia juga..lha iya seperti BJH yang
berpendidikan di Jerman, mosok se, dia enggak melek apa yang terjadi di neg.
ini, padahal di europa itu ind. itu dibilanginnya IL TERZO MONDO (neg. dunia
ketiga), walaupun panas juga kuping saya setiap kali saya denger gitu, tapi
kalau lihat TV news dengan rakyat yang mengais-ngais disampah nyari
makan..pengangguran meningkat tajam, maling dan jambret trus meningkat juga
lho lha BJH ini yang pendidikan di barat gimana ? Saya tahu dia itu seorang
teknokrat (he is very good engineer but he is not very good politician, and
he is not capable at all as a president of RI), mbok dia itu jangan nerima
aja walau disuruh oleh soe menggantikannya, karena yang terang hasilnya akan
O gede. Karena saya pribadi berfikir, seandainya ayah saya, atau atasan saya
menyuruh saya melakukan sesuatu yang tidak pas dengan kemampuan yang saya
miliki, saya tidak segan-2 akan menolak, karena prinsip saya menolak itu
bukan berarti saya menjadi anak kurang ajar, atau kuwalat, tapi masalahnya
jadi lain sih, karena BJH udah terlibat jauh dengan kel. soe. ya susah juga,
makanya, kalau nyolong atau membobol negara jangan kegedean, bingung kan
sekarang.

Bersambung deh

wong cilik

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 23 Jan 1999 jam 03:45:34 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke