----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Sebuah tulisan yang bernada ilmiah selalu mengundang
decik kekaguman, untuk itu agar saya tidak kelihatan
bodoh, dan karena saya bosan menulis yang ringan
ringan,tulisan ilmiah ini saya buat.Dan seperti mahasiswa
indonesia yang sedang menyusun skripsi, saya
jelas banyak mengambil jalan pikir "orang orang besar"
atau " ahli dibidangnya" dan menulis cacatan kaki
sana sini bawah disetiap halaman.Tulisan ini
masih dalam rangka menemukan Tuhan dan arti
Hidup.Harap pembaca sedikit merenung..
Ini adalah sebuah tulisan ilmiah..

Tracey Chaffen mengatakan dibukunya "modern cosmology "
bahwa "life" dan " living being "  adalah sebuah bentuk
information code  yang terjaga dalam seleksi alam.
terperangkap dalam human brain and soul. sedangkan Debra
Ball dibukunya " "definition of life" mengatakan bahwa
asal usul mahluk hidup bukanlah dari carbon chemistry,
tapi dari mettalic crystals.

Sebuah tulisan berbau  ilmiah yg kental bukan? ok saya teruskan...
Sylvester Middlebrook dalam pencariannya terhadap
arti " hidup" punya pandangan lain, dalam bukunya "
God and Resurrection of Dead"dia mangatakan bahwa
Tuhan sebenarnya adalah sebuah maha komputer buatan
manusia yang terprogram untuk mencreate semua hal.
Komputer ini buatan future humanbeing yang sanggup
menciptakan partikel kecil seperti elektron dan atom
sampai matahari dan universe.Dan juga kehidupan.

Lorrey Winter lain lagi. Dibukunya " Is there God"
dia berani  berucap. "Tuhan, setelah saya selidiki
ternyata cuma adalah legenda purba yang turun
temurun nyangkut diotak manusia". Sehingga
secara tidak sadar sebenarnya Tuhan adalah
made in humanbeing. Hidup seperti juga Tuhan,
sebenarnya juga adalah persoalan sensory.
Sebuah naluri, sebuah instink yang tidak berwujud,
Sehingga hidup seperti juga Tuhan, absurd...

Booker Fosset dibukunya ""Final State" mengatakan
Agama adalah sebuah alat berlindung, sebuah safe
heaven bagi jiwa jiwa gelisah yang tidak mengerti
Tuhan dan kehidupan. Dan karena kematian itu
sendiri tidak pernah dimenegerti manusia, kehidupan
sebagai antithesist dari kematian, sama sama hilang
artinya.

Hassanah Abdullah, seorang pemikir besar
keturunan mesir malah secara lantang mengatakan
bahwa " ada kekeliruan pemahaman tentang hidup"
dalam masyarakat beragama. Menjauhi hedonisme
untuk masuk surga. kata dia justru menandakan
bahwa manusia beragama adalah hedonis tulen
yang selalu mencota citakan hidup senang nanti
setelah kematian .Di buku pemikir edan ini
 "If there was proof" secara gamblang dia malah
menekankan surga itu ada dibumi sekarang ini,
bukan di akhirat atau dimensi lain. " modern hedonistic"
adalah surga yang terbaik, begitu menurutnya.

Kawan yang baik,
Apakah anda sudah mengerutkan dahi dan berpikir
tentang tulisan saya ini? apakah saya terdengar
begitu ilmiah dan berwawasan luas?apakah
saya  nampak intelek dan banyak membaca buku?

Baiklah, saya akan berterus terang.
Bila anda sediki terpengaruh dengan tulisan
saya diatas, bila anda begitu kagum pada nama
pemikir dan scientist diatas. Anda akan lebih kagum
lagi setelah membaca catatan kaki saya dibawah
tentang para ilmuwan brilyan tersebut.

Catatan kaki:

Tulisan saya adalah fiktif, semua pemikiran
diatas saya tulis dalam10 menit ketika menulis.
Dan nama nama diatas bukanlah nama
pemikir atau ilmuwan. 5 nama pertama
saya dapatkan dari daftar pasien ER
Methodist Hospital di Memphis, Tennesse
tanggal 22 December 1997,yang saya dapatkan
ditempat kerja. dan nama terakhir adalah bekas
roomate saya orang Palembang yang kerja menjadi
kuli konstruksi.

agar lengkapnya saya perkenalkan:


1.Tracey Chaffen
Waiter 26 tahun,  masuk ER karena tangannya tertumpah
Air panas.

2.Debra Ball,
Student,Tampon stuck in Vagina

3.Sylvester Middlebrook
Pengangguran with broken testicles

4.Lorry Winter,
English teacher with Blurred Vision and
discomfort mental status.

5.Lorry Winter.
Dishwasher yang perutnya tergigit laba laba.

dan perkenalkan Abdullah,
seorang Pelembang yang lebih pelit
dari kombinasi Padang dan Yahudi.
dia sekarang tinggal di Los Angeles.

Apakah gunanya saya menulis tulisan ini?
ini adalah sebuah kritik untuk anda penggemar
tulisan yg sok keilmiah ilmiahan. Dan krtitik untuk
mahasiswa yang dalam setiap skripsi selalu
mencantumkan penuh pemikiran pemikiran
ilmuwan besar, scientis terkenal, filsuf ternama.
Begitu sampai  halaman terakhir , kesimpulan pemikirannya
sendiri ternyata tidak ada alias nol..

Seperti juga penulis aktif dimilis ini yang
" mencoba memahami Gus Dur " sampai berjilid
jilid dan seri, anda yang kritis pasti akan bertanya
kalau mencoba paham kenapa sampai menulis
seperti cerita bersambung seperti itu?bukannya itu justru
menunjukan kebingungan? Dan siapa sih Gus Dur itu
sampai mesti dipahami seperti seorang filsuf terkenal?



Hasan Basri

Kritis itu penting

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 23 Jan 1999 jam 16:17:27 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke