----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Sudah berapa buku sejarah yang pernah
anda baca? sudah berapa banyak cerita
heroik yang pernah anda dengar dari sd
sampai tamat kuliah?dari cerita guru dan dosen
sampai belajar dari film yang merayakan heroisme, dari
" Janur Kuning " sampai " Gandhi", dari
Keteguhan Socrates menghadapi mati, sampai
pembantaian 7 pahlawan revolusi yang terpaksa
mati karena nasib sial.

Kamu butuh figur, saya butuh figur. Kita semua
memang selalu membutuhkan role model.
Dan seperti anak kecil yang tergila gila dengan
Superman atau jagoan mortal combat, selalu ada
dahaga di setiap orang untuk menggilai sesosok
manusia yang gagah berani, membela kebenaran.
Tidak takut mati, ksatria dan altruis yang selalu
berjuang menegakan kebenaran.Itulah pahlawan...

Waktu kecil saya pernah tergila gila pada Gundala
dan Godam, Juga si Buta dari Gua Hantu, saya pikir
tokoh tokoh komik itu beneran ada.  Saya ingat pernah
memandang bulan purnama pada malam hari,
Saya mengambil teropong mainan, menyelidiki permukaan
Bulan, saya curiga Gundala dan Godam itu menetap disana..

Menjelang SMP saya menyukai Dipenogoro, Bila saya
main ke Monas, saya biasa mematung memandang patung
Pahlawan Jawa yg gagah itu duduk diatas kuda. Betapa
ekpresi wajahnya begitu nampak anggun dan berwibawa.

Begitu masuk SMA, seperti anak puber lainnya, saya
menokohkan hmmm...Mick Jagger dan Gandhi.
Yang pertama melambangkan pemberontakan dari
dogma dogma mainstream, yang kedua mewakili
kekuatan jiwa ,humble dan berjuang tanpa menyakiti
orang.

Menjelang kuliah, saya sempat terpesona dengan Habibie,
Saya pikir dia seorang jenius tulen yang ber akidah.
Jujur dan tidak tergila gila harta.

Saya juga tergila gila dengan Socrates.Dan sempat
merasa bahwa ada persamaan pemikiran Socrates
dengan diri sendiri ( sebuah emosi naif )

Dan setelah proses pemahaman berlangsung,
setelah saya semakin tua, barulah saya mengetahui
bahwa emosi emosi pemberhalaan itu terjadi lantaran
otak saya masih polos , selain belum banyak tahu dan
terkena propaganda film ,omongan guru dan buku yang
tidak objektif.

Sejarah tentang kepahlawanan Suharto dalam 6 jam
di Jogja semua orang sudah tahu bahwa itu omong kosong.
Dipenogoro bukan Pahlawan Nasional, Dia berjuang karena
kuburan nenek moyang ( keluarga ) nya dipaksa Belanda
untuk dibongkar guna meluaskan jalan. 7 Jendral yang mati
cuma mati sial. Kepahlawanannya perlu dipertanyakan.
( salah seorang Jendral pahlawan itu pernah memperkosa
pembantunya sendiri)

Dan jika dulu saya begitu terharu terhadap perjuangan
Gandhi ketika di film dia nampak dipukuli polisi kulit putih
di Afrika Selatan, berjuang  dengan konsep " Satyagraha"
pemberontakan pasif tanpa kekerasan, Kini saya mengetahui
bahwa film dan cerita kepahlawanannya banyak dimanipulasi.

Gandhi dalam sejarahnya tidak pernah dipukuli Polisi kulit
putih, Memang dia pernah dilarang untuk memakai jalan
"khusus untuk orang putih " sekali oleh polisi, tapi tidak
dipukuli..

Melengkapi tulisan saya yang dulu tentang Gandhi,
Dia bukan saja seorang arogan yang keras kepala,
dan terus terang membenci Istrinya sendiri, Ketika Istrinya
sedang sekarat, dia melarang dokter untuk memberi suntikan
penisilin sehingga dia mati, Gandhi juga bertanggung jawab
terhadap peristiwa pembantaian di Jallianwalla Bagh ketika
dia mengumandangkan kepada msayarakat India agar
membangkang terhadap perjanjian Rowlatt, sehingga berkumpul
banyak massa di Amritsar yang mencoba membangkang terhadap
serdadu Inggris dengan marching ke "walled Garden" temple.
mengakibatkan pembantaian 400 laki laki, perempuan dan
anak kecil tewas atas perintah Gen.Reginal Dryer yang gilanya
setelah pembantaian , sebelum dipaksa pensiun seperti
Prabowo di ABRI, malah diberikan tanda jasa " Saviour of Punjab"
oleh Parlemen Inggris.

Gandhi, selain sangat keras dan abusive pada anak anaknya,
Dia tidak pernah memberikan mereka kesempatan buat mereka
untuk mengecap sebuah pendidikan yg layak.Manusia yang bergelar
Mahatma ini bukan saja terkenal tyranical dan sering kena depresi,
Dia juga mempunyai hobi tidur telanjang bulat dengan gadis gadis
muda dengan alasan " untuk mengetes iman"


Itulah sebabnya mengapa waktu Attenborough melontarkan
gagasan pada Nehru bahwa dia ingin membuat film tentang
Gandhi, sang Presiden ini menitipi pesan " whatever you do-
do not deify him-Thats what we all done in India "
artinya sang Sutradara harus menampilan Gandhi dalam
kemasan, jangan melihat isinya. Dia kan Pahlawan nasional..

Sebelum Gandhi memperoleh ide Satyagraha dari Tolstoy,
dan sebelum Martin Luther King dan Mandela meniru
ide Gandhi, ada seorang filsuf  bernama Socrates yang
demi mempertahankan ide rela untuk mati dan mentertawakan
kematian dengan gagah berani. Ketika ada kesempatan
baginya untk kabur penjara,Socrates malah mengelak.
Dihadapinya racun dengan ketabahan seorang ksatria.
Dia tidak gemetar, dia tidak nampak ragu menjelang ajal.
Dalam " the Phaedo" diceritakan betapa Socrates keheran
heranan melihat murid muridnya nampak begitu sedih dan
berduka di detik detik terakhir hukuman mati tiba.

Jelas Socrates adalah sosok yang mewakili figur pahlawan,
Seorang Philosopher memang need no fer death,begitu katanya.
Ajaran Socrates memang unik, tapi tidak bisa diterapkan dalam
konteks perjuangan manusia post Socrates era.
Socrates bagi saya cuma pahlawan ide idenya sendiri
atau pahlawan para pencinta ilmu filsafat.

Sebab misalnya:
JIka  Muhammad meniru Socrates, Islam jelas tidak akan
berkembang seperti sekarang. Karena bila Muhammad
mencoba ber Satyagraha, membatalkan hijrahnya dari
Mekah ke Madinah untuk meneruskan perjuangan.
Menyerahkan diri pada kekuasakan kaum Jahiliyah
bani Qurais, Islam jelas terlibas dan kita semua yang
berada di Indonesia akan tetap menyembah batu dan
beringin,Atau menjadi pengikut Hindu dan Budha
( unfortunely  untuk keturunan cina, kalau Hindu dan Budha
yang mayoritas di Indonesia, meraka pasti aman tentram
tidak diburu seperti binatang disetiap riot , aman seperti
warga keturunan arab jaman sekarang di Indonesia)

Jadi siapakah sebenarnya pahlawan yang asli itu?
Bila semua yang disebut diatas tidak menampakan
ciri ciri pahlawan yang pure?

Jelas manusia bukan malaikat, tidak ada
yang sempurna kecuali kesempurnaan.
Dan karena kesempurnaan itu kata sifat yang
tidak berwujud, sebenarnya kita dapat menemukan
Pahlawan pada manusia manusia:

1. Seorang Suami yang membaktikan dirinya buat
anak dan Istri, berjuang secara halal dan menyiapkan
masa depan generasi penerusnya secara layak.
Siapakah dia? Mungkin anda ...

2. Seorang anak muda yang saya pergoki menghentikan
mobilnya di National Boulevard disore yang dingin beku untuk
menolong seorang ibu tua menyebrang jalan.

3. Sepasang suami Istri yang berhenti untuk
menolong saya ketika mobil yang saya kendarai
terperangkap pasir ditepian  Freeway 90 sewaktu
saya hendak pulang dari Spokane menuju Seattle.

4.Seorang Haji yang saya baca dalam kerusuhan
di Jakarta menolong seorang cina dari rajaman
perusuh dengan menuntun manusia malang ini
diantara kerumunan srigala yg siap membantai
cuma karena perbedaan kulit dan agama, dengan
mengayunkan tongkat besi Pak Haji ini berhasil
menyelamatkan dia.

5. Para Missonaris kemanusiaan yang membantu
masyarakat primitif di Afrika. Di Gereja Istri saya
dia adalah Mike Brawzer,David Koren, dll

6. Pak Bukhari di Karet tengsin yang selalu membuat teduh
dengan setiap ceramahnya yg sederhana dan Pak Ismail
guru mengaji anak anak  kampung yang ikhlas dan
tidak gila uang,mencoba menyiram bibit generasi muda
dengan ketakwaan dan iman.

Masih masih banyak tokoh lainnya yang
bertebaran diantara kita, para pahlawan yang
tidak bergelar dan punya bintang di dada.Para manusia
yang humble dan jauh dari ternama.

Mereka memang bukan negarawan dan dai kondang.
Mereka bukan yang punya yayasan dan suka slogan.
Dan yang jelas mereke bukan Habibie beserta
keluarganya, Suharto and the gang, ABRI dengan
senapan dan tanknya, Wiranto dengan kegoblokannya.
Adi Sasono dengan Dongeng kerakyatannya.


Mereka adalah orang orang kecil yang berani berjuang,
berani berkurban, toleran, dan tidak ber hamba hamba
pada kekuasaan. Dan tidak mudah kena indokrinasi
tentang dongeng dongeng Pahlawan.

Hey...itulah anda?


Hasan Basri

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 24 Jan 1999 jam 23:12:45 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke