---------------------------------------------------------- Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "signoff indonews" need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "info refcard" ---------------------------------------------------------- Gombal semua aktor politik di Indonesia. Baik dari rejim tuyul ,Tokoh Abri ataupun tokoh reformasi.. Kumpul kumpul, bikin pertemuan, bikin kesepakatan seperti yang baru terjadi barusan, itukan sudah membudaya. Dari rapat RT sampai sidang di MPR, dari simposium sampai arisan ibi ibu, ngumpul ngumpul yang tidak produktif kecuali untuk melepaskan rindu dan menebarkan gosip... Semua cacing belang yang berkumpul disana , baik Wiranto, Gus Dur, Amien Rais dan Mega adalah para pedagang kekuasaan. bikin bargain sana sini bikin kesepakatan seperti yang sudah sudah, sok sok memperhatikan rakyat.Sok bersedih sedih memikirkan Indonesia. dengar tulul, yang sedang susah itu 130 juta orang, sebagian besar susah makan,tidak sanggup memberikan gizi yg cukup buat anak anak mereka. Sedang kalian ? apa sih susahnya? Gombal kalau ada yang mengatakan Hamengkubowono adalah tokoh reformasi. Tokoh peliharaan Golkar itu cuma seorang raja jawa karena orang jawa walaupun tidak semua, benar benar suku yg punya kecenderungan hoby menyembah yg agung agung, yang kelihatan keren, setelah Islam masuk ke pulau jawa, rupanya kebiasaan animistik menyembah orang , tidak terhapuskan. Nirvan, sepupu saya menelpon semalam. Dia bercerita bahwa keadaan di Indonesia makin runyam. Dia sekarang jadi pengangguran, karena kantor tempat bekerja dia sebuah kontraktor yang membangun apartemen di kuningan menghentikan kegiatan,Bakri tidak membayar hutang hutang. Saya bilang, baik Bakri,Ponco,atau Probo Sudwikatmono dan para konlomerat pribumi lainnya adalah pengusaha gombal. Tidak berbeda dengan konglomerat cina seperti Edi Tansil, Mbah Liem,atau si Arab dakocan macam Fadel Muhammad. Semua gombal... Ketika Nirvan saya tanyakan apakah Bapaknya ( seorang dokter yg sangat sholeh ) mendukung Habibie? dia bilang Ya, sebab " suatu kesempatan buat orang Muslim pintar untuk jadi Presiden" makanya sang ayah begitu suka. Saya bilang ke dia GOMBAL! Pertama tidak ada hubungannya antara muslim dan kepandaian mengurus negara, kedua coba buktikan yang hasil apa yang telah diberikan si Presiden cebol ini untuk bangsa? Ketika saya jelaskan bahwa keluarga Presiden muslim yang disanjung Bapaknya itu adalah keluarga korup yang tamak proyek dan duit, Nirvan balas " ah kalau elo jadi presiden juga bakalan begitu" Nah...jiwa permisif inilah sebenarnya biang kerok kerusakan negara. Sebuah alibi untuk membenarkan yang salah. Kalau saya jadi Presiden? well karena saya pernah susah dan lahir dari keluarga susah yang banyak diperas oknum negara, di hina dan dirampas hak haknya seperti jutaan manusia lainnya, saya tentu akan lebih merasakan toleransi. Lebih mengerti apa artinya susah dan miskin, dan jelas tanpa meninggalkan sikap Robinhood untuk menolong orang kecil, tanpa merampok duit pengusaha, dan merebut tender buat keluarga , saya akan tetap kaya. Presiden itu dimana mana tidak ada yang miskin.. Fasilitas melimpah, masa depan keluarga terjamin. Jalan jalan gratis, melalang buana gratis, duit punya. mobil ada.bukannya saya sudah kaya sebagai Presiden? Gombal, manusia manusia yang bercengkrama dengan penguasa tidak bermoral.Sok sok memikirkan orang susah, pernah susah saja nggak kok mereka mereka ini.Mega yang bergaya kanjeng kanjengan, Dur yang sok aneh dan esentrik (kelainan mental ) Wiranto, jendral gestapo pembantai mahasiswa. Hamengkubuwono, simpastisan Golkar yang bermental tunasusila, dan Amien Rais si jidat berminyak yang sok reforman tulen ( Min, elu dulu bukannya menghalangi pengusutan tindakan pidana korupsi si anjing Haryono Danutirto? Dan elu membela kepentingan suharto dan Habibie untuk membangun jembatan Jawa-Madura yang bakalan jadi sapi perah dua keluarga ini, sampe sempat naik halikopter bareng bareng Adi Sasono ,segala untuk bujuk bujuk ulama disana?) Republik ini mestinya digantikan saja menjadi Republik Gombalisme. Susah sekali menemukan pemimpin yang mengerti arti susah, arti lapar dan panik karena masa depan suram. Gejala yang sedang melanda jutaan orang di Indonesia sekarang. Reformasi yang ideal mestinya melahirkan pemimpin dari kalangan orang kecil, yang pernah susah, yang tidak perlu pandai pidato pidatoan dan menggunting pita serimonial.atau memukul gong membuka muktamar. Boseeeennnn....beneran. Hey manusia kupluk yang hoby reuni reunian! Lihat Jam sana..Setiap jarum jam bergerak, semakin parah negeri ini lantaran ente ente ngumpul ngumpulan. Semakin tersiksa orang orang kelas bawah. Dengar, tulul, kalau mobil rusak , ban meledak dan mesin berasap ketika melaju dijalan toll, problem bukannya bisa diatasi dengan nongkrong diwarteg dan ngupi ngupi. Buka itu baut, ambil dongkrak, ganti ban pecah dengan ban cadangan. Dan yang terakhir Panggil Seorang MONTIR yang ahli untuk betulin mesin, bego.. Gombal maneh semua.. Hasan Basri ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 25 Jan 1999 jam 21:37:49 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
