----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------
KOLOM SUPANGKAT:
MANUVER "COUP" WIRANTO UNTUK PRESIDIUM, ATAU ...........
ABRI dengan think tanknya, dengan komunikasi internasionalnya, dengan dana-
nya dan man behind the gun-nya, dan dengan lasykar setengah juta lebih yang
terlatih, tidak pernah kehabisan akal untuk meledakkan bom bom asap dalam
rangka pelaksanaan taktik diversionnya sehingga mereka berhasil lolos dari
lobang jarum People Power a la Filipina walaupun terbukti berdosa menembaki
mati mahasiswa Trisakti.
Disamping itu pula taktik "good cops bad cops" nya berhasil sukses setelah me-
nonjolkan pasukan marinier sebagai "mitra" mahasiswa.
Kita inilah yang ditelan hidup hidup terus oleh ABRI yang sebagai murid
Suharto
telah mewarisi sistem fasis militerisme a la Jepang yang dikombinasikan dengan
"Machiavellianisme Jawa".
Suharto berziarah ke Solo dan dikawal pasukan ABRI lengkap dengan sistem
"advanced team" dan Intelnya, ternyata telah dijadikan isyu comebacknya Sultan
Agung fasis/KKN untuk justifikasi kesinabungan ABRI yang telah di "mutasi" pu-
la lebih dulu dengan tujuan "double edge sword": membersihkan golongan "hijau"
yang hanya hidup dalam illusi, sekaligus membesar besarkan kekuatan militer
pro-Suharto yang kalaupun ada hanya tinggal kekuatan gerpol belaka.
Setelah "dialog nasional" gagasan konyol Abdurrachman Wahid dikecam keras
oleh tokoh ICMI Ahmad Tirtosudiro yang sekaligus "cut down to size" Wiranto
dalam rencana dialog yang disebutnya tidak layak diajak dialog karena merupa-
kan bawahan Presiden, tiba tiba Wiranto mengambil inisiatif untuk mengadakan
pertemuan dengan keempat tokoh Ciganjur.
Suatu "coup de maitre" (tindakan hebat) Wiranto yang "irresistible" (tak bisa
di-
tolak) dan memaksa kita menerima ABRI sebagai "part of the solution" (bagian
dari solusi yang tak terpisahkan bukan sebagai "part of the problem".
Langkah yang jenius bagi orang awam. Bagi yang mengetahui prinsip perjuangan
demokrasi dan reformasi total, kesemuanya itu adalah manuver manuver untuk
menyilaukan mata kita dan permainan primordial "good cop bad cop" (polisi yang
baik hati dan polisi jahat).
Sekaligus Wiranto tidak lupa menggemborkan "reformasi" yang katanya bisa di-
laksanakan secara serempak dengan "pemilu jurdil".
Kita dibikin kehabisan resources (sumber daya pikir)...................
Namun manuver canggih dan licik Wiranto itu merupakan langkah sia sia belaka
karena krisis ekonomi, krisis politik, krisis sosial yang sudah memasuki tahap
permulaan namun "point of no return" anarki, tidak mungkin bisa diatasi dengan
manuver Wiranto kalau dwifungsI ABRI termasuk pengobokan tangan kotornya
di bidang politik tidak segera dihentikan.
Kita sudah tidak takut macan tua yang ompong dan tak berkuku lagi seperti Su-
harto yang mau disulap menjadi comeback Napoleon karena ia sudah terlalu
tua untuk itu Resistans kuat mahasiswa dan rakyat akan bangkit melawannya
bahkan akan membuka kembali kesempatan baik yang sudah lenyap pada tang-
gal 13 Mei 1998: People Power.
Manuver "coup de mairtre" Wiranto yang jenius itu tidak akan berhasil baik
kalau
tidak bertujuan membentuk Presidium untuk mengatasi krisekosospol, anarki dan
pelaksanaan pemilu jurdil tanpa dwifungsi ABRI lagi. Kalau hanya untuk
statuskuo
dwifungsi, pasti akan gagal total dan memperburuk situasi yang sudah buruk,
ter-
utama anarki.
H.S. Supangkat
New York
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 25 Jan 1999 jam 19:29:37 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++