---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- From: Bujang Prihatin Bujang: ANALISA SITUASI Setelah sekian bulan menepi untuk mengamati situasi air keruh politik di Indonesia, berikut ini saya mulai urun bicara kembali dengan analisa situasi kolam politik yang mulai dapat ditebak siapa saja pemain serta karakternya. Jika kita perhatikan sejak tulisan saya yang terakhir tentang PDI Perjuangan di bulan Juli 97, pada saat itu mulai banyak pemain yang menampakan aksi-aksinya yang langsung terlihat siapa pemain di atas tanah serta siapa pula yang di bawah tanah . Juga terlihat pemain yang sabar menunggu giliran, serta siapa pula yang tidak tahan untuk tidak terjun. Semua ini seolah-olah menunjukan bahwa sebagian besar pemain sperti berjuang melawan waktu untuk melakukan sprint. Untuk menyingkat waktu marilah kita lihat siapa saja mereka itu; saya akan menjelaskannya mulai dari atas (pemerintah) hingga sampai para peserta (demonstran). PARA PESERTA SERTA SUB BAGIANNYA. A. Pemerintahan Habibi. A.1. Habibi, ingin menunjukan ketulusannya sebagai orang scientis (yg terpaksa terjun politik) menjadi pelakon politik yang lugu, tulus untuk mengantar bangsa Indonesia menuju Pemilu 99, merangkul semua komponen bangsa (suku, etnis, dan golongan). Habibi telah berusaha (dengan sepemahamannya) me-recover ekonomi yang telah kolaps atau hampir putus napas. Habibi telah berusaha menjadi bapak yang mengerti akan tingkah anak-anaknya para demonstran dan kritikus. Raport belajar Habibi: Ketulusan HBB memimpin Indonesia dengan terbuka tanpa dipungkiri telah dinikmati oleh semua orang (pers, mahasiswa demonstran, partai-partai, dan kritikus). Nilai untuk hal ini adalah 8 (dari skala 10). Kemampuan HBB untuk mengerti dan memimpin dalam konsep per- masalahan ekonomi serta pemulihannya sangat meprihatinkan, sehingga tergantung pada visi orang lain (para mentri, yang celakanya saling berebut kendali) sehingga kebijaksanaan yang keluar juga terlihat oleng kanan-kiri, maju mundur. Celakalah dikau (kalau bukan jahanam) para mentri pemberi masukan presiden yang tidak becus bekerja. Ginanjar telah macet terlilit dasinya, Adi sasono telah menggunting dalam lipatan (Penghianat besar, Licik jika bukan tolol), Rahardi terjebak dalam silau.....(Goblok, dan sangat sangat sangat inexperienced). Untuk Tanri Abeng sebaiknya pulang saja ke bakri (anda tidak cocok duduk di situ). Jadi nilai HBB untuk masalah ekonomi adalah 3 (tiga saja). Dalam masalah kestabilan politik dan keamanan, wah...(tarik napas dulu ah..). Tunggu dulu, ini semua bukan tanggung jawab HBB,...OK!. Ini lebih banyak peran DPR dan Wiranto. Nilai HBB untuk polkam adalah 0 alias NOL. Sekian dulu HBB. A.2. Ginanjar, telah menyerahkan dirinya pada IMF, namun celaka bahwa dia tersangkut PR lama di Freeport. Karir Ginanjar telah tamat, yang dibutuhkan untuknya hanyalah bagaimana meminimalisasi rasa hilang muka, serta mengantar tongkat estafet dengan selamat. Ginanjar akan bagus jika menjadi CEO perusahaan yang Top Rated namun tidak sebagai menko ekuin. Nilai Ginanjar adalah 7 (tujuh) untuk tanggung jawabnya, serta 5 (lima) untuk hasilnya. A.3. Rahardi, sebaiknya dipromosikan menjadi mentri - Jembatan Timbang jalan raya. Reaksinya yang persis seperti tukang timbang dalam masalah CPO dan Bulog menunjukan ketidak mengertiannya (unknowledge) dalam masalah dagang. Catatan, bahwa saya bukan mendukung para pemilik CPO atau pendukung Bedu Amang, namun dalam masalah dagang pertimbangannya harus lebih banyak mengarah kepada keuntungan jangka panjang. Dalam hal CPO Rahardi tidak dapat memahami aksi pemilik modal perkebunan yang harus beruntung besar pada saat itu untuk menutup rugi usaha yang lainnya. Nilai Rahardi adalah 2 (dua saja). A.4. Adi Sasono, mentri koperasi pribumi jawa klotokan. Sangat kampungan, dengan semangat dogol nya ingin meng-gantikan peranan distribusi pedagang lama (yg bisa jadi cina, bisa jadi pribumi) dengan bayi koperasi prematur. Adi adalah kesalahan terbesar dari HBB. Adi adalah suatu kemunduran jaman menuju jahiliyah. Nilai Adi Sasono adalah -5 (minus lima) dari skala 0-10. Catatan: sebutan tentang Adi yang paling tepat adalah seperti balon karbit yang ingin cepat melambung (namun gampang meletus). Adi akan menyerahkan apapun termasuk kehormatannya, berhianat pun akan dilakukannya untuk mencapai impiannya menjadi Sultan jawa yang baru. Namun syukur bahwa Gusti Allah tidak mungkin memberikan wangsit kepadanya. Oportunis Adi akan seperti daun kering yang akan terhempas angin. A.5. Wiranto, The too much thingking but never catch the problems General. Wiranto sangat lambat dalam menilai situasi, hal mana itu juga yang menjadi panutan bagi bawahannya untuk bertindak setelah semuanya hangus. Sejak dulu saya menganjurkan Wiranto harus menjadikan ABRI dalam satu komando, tapi bukan membaginya dengan Suharto atau Suhartoisme plus preman. Tampaknya saya harus memberikan nasehat baru, jika you tidak sanggup komando lagi, maka serahkan jabatan menhankam pada AGUM Gumelar, You cukup Pangab. Tugas ABRI sekarang adalah mengamankan (betul2 aman) estafet pemerintahan kepada pemerintah hasil pemilu 99. Silahkan merencanakan platform baru ABRI untuk masa pemerintahan yg akan datang, tapi perubahannya tidak perlu sekarang. Yang penting sekarang adalah koordinasi tindakan komando yang paling praktis namun kompak dan tepat. You tidak perlu grogi dengan segala kritik, karena yang kritik you kan tidak mengerti militer. Definisikan dengan jelas Penjarah, perusuh (para kriminal) atau demonstran. Tindak semua kriminal tanpa pandang kelompok. Nilai Wiranto pasca 15 mei 98 adalah 5- (lima minus). A.6. Andi Ghalib, jaksa anggun (bukan agung) karena pake rok. Peribahasa yang cocok untuk ghalib adalah Buta gajah didepan mata, melek semut disebrang laut . Tidak ada yang menonjol dari ghalib, nilainya cukup 0.5 (setengah saja) upah ngomong. A.7. Baramuli, telah sukses menggunakan Edi tansil sebagai permadani terbangnya yang sekarang mulai stall. Cara bicara serta tindakannya adalah cerminan monyet liar yang sekarang hanya dapat bergantung pada pohon HBB. Jika kita lihat gayanya dulu jaman Suharto, maka sekarang ini baramuli adalah (sebutan tambahan lagi) monyet liar berkemampuan bunglon. Bagaimana mungkin seorang baramuli yang berlagak idealis membiarkan anaknya ber-KKN dengan ari sigit dalam kasus yang terlihat jelas adalah usaha monopoli bir di bali dulu. Jadi kesimpulannya adalah jelas,... baramuli adalah bacot besar yang kurang sikat gigi. Sekali lagi HBB salah dalam memungut orang. Nilainya adalah -2 (minus dua). A.8. Feisal Tanjung, jendral srimulat yang sekarang sudah terkena radang mulut akibat infeksi virus sejak jaman Suharto, penyebar fitnah yang tolol dalam taktik. Wiranto harus merasa tidak perlu merasa sayang untuk menjadikanya sebatang kara (dia dibenci ABRI yng masih aktif, juga yang sudah pensiun, bahkan oleh para aktivis). Jabatan menko polkam sekarang ini adalah atrifisial saja, mungkin cukup dipegang oleh orang sipil atau bahkan ditiadakan (suatu pertimbangan untuk HBB). Nilai feisal adalah nihil karena tak ikut ujian. A.9. Syarwan Hamid, setelah menjadi die harder di masa akhir pemerintahan Suharto untuk menunjukan dirinya berpaham reformis namun semua orang tidak dapat melupakan dosa lamanya untuk PDI- P. Bersama si dogol feisal dulu sebagai commander maka Syarwan menjadi Public Relation-nya. Saat ini syarwan sudah tidak ambil pusing, yang penting dapat menunjukan dirinya telah bertobat dan menjadi mendagri yang cukup baik, tidak banyak (tidak berani) banyak omong. Nilai syarwan adalah 7.5 (tujuh koma lima). A.10. Catatan lain tentang mentri atau pejabat pemerintah lainya yang tidak diulas di sini boleh anda tanggapi sebagai mentri yang tidak berpolitik, serta unjuk kerjanya juga average saja. B.ORMAS, PARTAI dan Pentolannya. B.1. KISDI, telah menempatkan frontman-nya seorang Ahmad Sumargono yang berperangai sebagai jendral lulusan kursus Hisbullah di Lebanon QQ Iran dengan ijasah ditandatangani oleh Khomeini. Sangat mengharukan pembelaannya terhadap ISLAM. Saya suka dengan reaksinya seperti itu, namun kekurangannya adalah tidak ada dewan pertimbangan yang dapat memberikan masukan untuk ucapan dan tindakan (sikapnya kadang bikin malu, menjadikan Islam bak penjagal). Jika tidak diperbaiki maka Kisdi akan menjadi koreng yang busuk bukan hanya untuk Indonesia secara umum, namun untuk Islam Indonesia secara khusus. Sumargono, sampeyan harus mencabut sumbat telinga serta mencopot kacamata kuda yang menjadikan sampeyan cupet. Ada baiknya anda mengambil kursus yang baru agar ijasah anda ditandatangani oleh presiden Khathami. Sukar di prediksi eksistensi kisdi dimasa pemerintahan yang baru nanti, karena kisdi hanya mengerjakan proyek - proyek pesanan selama goro-goro ini. Pada saatnya tidak ada proyek lagi maka bisa dipastikan kisdi akan dilikwidasi. B.2. ICMI, gudang intelektual Islam sesuai namanya, namun jelas terlihat bahwa yang aktif di situ hampir semuanya adalah oportunis politik yang pada saat ini sedang menikmati bulan- bulan baiknya karena hembusan angin HBB. Itu sebabnya saya kurang respek terhadap ICMI dari sejak ide pembentukannya. Islam hanya menjadi kedok, sedangkan kelakuannya sendiri lebih mirip hitler dengan nazi-nya. Sekali lagi memang HBB terlalu lugu untuk dapat diperalat oleh ICMI, tololnya lagi HBB terbius oleh omongan-nya. Menjelang pemilu 99 nanti ICMI akan berusaha sekuat tenaga untuk dapat mempunyai pijakan di partai mana saja untuk memperpanjang napasnya, karena mereka memang tidak tahu siapa yang akan jadi pemenang. Sebagian besar orang ICMI yang direkrut HBB akan membalas budi untuk mati-matian bertahan dengan GOLKAR, tapi jangan heran jika ada yang hengkang dibulan-bulan terakhir menjelang pemilu 99 nanti. Yang jelas banyak partai Islam yang awalnya bukan didirikan orang ICMI akan menjadi cantolan baru mereka. Sosok Adi Sasono adalah yang paling berpeluang menjadi brutus. B.3. Pemuda Pancasila, dengan dukungan penuh dari godfather cendana memang telah mengakar dalam kehidupan pendamping masyarakat ibukota bahkan Indonesia. Sebetulnya kepanjangan dari PP bukanlah Pemuda Pancasila namun Penggerak Preman . Siapa bilang bahwa Indonesia (pemerintah orba serta penerusnya dengan para aparaturnya) anti kekerasan dan menjunjung keadilan, justru disaat sekarang inilah saatnya PP akan berjuang mati-matian untuk membalas jasa ayah dan ibunya setelah mereka dibesarkan oleh orba. Jika kita lihat kasus-kasus mei 98, ketapang, solo, ambon, atau bahkan kejadian di Irian Jaya, maka anda akan lihat hasil kerja biro preman rahasia ini. Herkules tanah abang juga merupakan bagian mereka itu. Sungguh keji perbuatan mereka. Pastilah Kanjeng Gusti Allah tidak membiarkan yang seperti ini akan berlangsung terus. Kita para muslimin pun (ataupun anda yang non-muslim) tidak boleh membiarkan hati kita sedikitpun memberi tempat bagi para penghianat ini. Azab dan kutuk-lah untuk mereka baik dunia maupun akherat. Saya minta bagi yang pemerintah yang akan datang berkenan membubarkan PP di bumi indonesia selama-lanan membubarkan PP di bumi indonesia selama-lamanya. B.4. Golkar, dengan Akbar Tanjung sebagai pemimpin Golkar telah menunjukan bahwa sekarang ini mereka berusaha berganti jaket. Dari jaket label Suharto menjadi jaket partai baru yang innocent (tak berdosa). Sebetulnya walaupun hanya ganti jaket (daging tulang tetap sama) saya sudah bergembira melihat akbar yang ex HMI maju sebagai frontman, apalagi didukung think thank seperti Marzuki. Namun untuk saat ini saya harus melupakan mimpi golkar menjadi steril terhadap kepentingan ex orba qq cendana . Untuk menunjukan niat terbaik dari golkar terhadap eksistensi bangsa Indonesia, ada baiknya atau mungkin tindakan yang terbaik dari golkar (sebagai permintaan maaf yang tulus) adalah GOLKAR TIDAK PERLU IKUT PEMILU 99. Waktu lima tahun mendatang adalah waktunya bagi golkar untuk nyepi membersihkan diri. Jika golkar bersikeras ikut, maka terkuaklah daging (busuk) golkar selama ini yang ternyata tidak meng-inginkan melepaskan cengkeramannya. Jika golkar tidak ikut pemilu bukan berarti golkar menjadi pasif selama pemilu, tapi justru golkar harus menjadi Soko Guru atau katalisator berlangsungnya pemilu secara jurdil. Kemudian RAKYAT AKAN MELIHAT BAHWA GOLKAR TELAH BETUL2 BERUBAH. Saya tahu bahwa ini sangat mungkin tak akan terjadi, sangat - sangat - very - very dificult bin sulit. Waallahualam. Haruskah golkar di-likuaidasi?... Jangan....karena saya melihat masih banyak potensi sumber daya manusia di situ yang berkualitas. Suatu saat benih2 yang baik itu akan tumbuh. B.5. PKP,............saya tidak tahu, saya tidak tahu. Any sugestion..mail me. B.6. Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril telah menggunakan momentum ketenaran wajahnya saat menjadi judge Bao tempe untuk menyebutkan sah bagi Suharto saat lengser. PBB tidak akan mendapat gain dengan hanya menjual ke-yusril-annya. Tak dapat diprediksikan kelanjutan Yusril. Good luck. B.7. PAN, dengan Amin Rais yang mengarah pada open gate bagi semua etnis, suku, agama dan golongan (ESAG pengganti SARA), telah memulai start yang baik, masih sibuk dengan intern, namun yang terpenting adalah Sosialisaikan (iklankan) intisari program agenda politik yang akan dilakukan nanti . Wong saya juga belom tau jeh... Bagaimana rakyat mau pilih you. Bagi rakyat Indonesia nama PDI plus Megawati & Kwik sudah menunjukan program tanpa perlu ber-iklan. Namun untuk PAN tidak bisa begitu, harus ada sosialisasi yang intens di koran & radio. Wah gue kasih kisi-kisi nih (buat partai lain juga). B.8. PKB, Matori tidak terkenal, namun Gus Dur sangat. Namun sangat disayangkan bahwa Gus Dur masih berkutat (dipermukaan air pula) dengan pihak-pihak lain yang bikin pasaran PKB turun. Ada baiknya Gus Dur mulai mondar-mandir BERSAMA Matori. Kalau tidak maka saya yakin tidak semua orang NU kenal Matori atau PKB sendiri. Sangat dilematis bagi Gus Dur mengurus NU dimana terdapat PKB dan PKU. Tapi jika tngan kanan Gus Dur lebih memegang PKB, maka seharusnya tanagn kiri Gus Dur juga mengelus PKU dengan menempatkan PKU sebagai anak yang sama mazab dan ukhuwah namun lebih mandiri . B.9. PDI Perjuangan, good luck mega, namun jangan lupa untuk memotong ranting yang sakit serta singkirkan benalu. B.10. Pdi-Budi ex suryadi sudah hopeless, tapi yang penting sudah nyicipi bangku DPR, selain itu juga kan sudah tenar. Salam untuk Fatimah, jangan lupa kotak sirihnya ketinggalan. B.11. PPP, akan mendapatkan suara yang unpredictable, kebanyakan pemilih akan berasal dari romantika lama dan selain itu juga dari orang yang memang tidak mengetahui partai Islam lain. Bahkan orang kampung saya yang tidak perduli politik mengira Amin Rais itu PPP. Jadi ini kan lumayan ya nggak. B.12. Barnas, akan lebih baik bagi barnas untuk dapat membuka tabir tabir kejadian yang tersembunyi, misalnya g30s, malari, serta sepak terjang Suharto lainnya yang selama ini mereka pendam juga. Jika ini dapat meluruskan sejarah dan baik adanya bagi pengajaran politik di masa yang akan datang maka nama barnas niscaya akan teringat dalam sejarah. Namun jika barnas secara tiba-tiba muncul dan ber-oposisi (entah ke Suharto atau ke Pemerintah HBB) ini akan sangat mencurigakan ada apa gerangan. Jika mereka itu tahu dari dulu kenapa selama ini diam saja, bahkan sampai sekarang pun diam. Cuma sikapnya saja oposisi tapi hatinya mah ............ Kalau semua jendral ex pendamping Suharto bigini terus, niscaya nati Suharto mati akan terjadi lagi ledakan isu yang lebih dasyat. Lebih baik selama Suharto hidup biar ada counter- counter yang dapat menetralisir. Saya salut atas kemauan para pimpinan AU yang akan menerbitkan buku putih tentang g30s yang berkaitan dengan para pimpinannya dimasa lampau. Ada baiknya disebarkan lewat internet. Biar semua bisa baca gratis (selain lewat buku yang dapat di- koleksi). B.13. Komnas HAM, very - very confusing, buat apa sebenarnya. Selama ini komnas ham hanya digunakan oleh Suharto maupun Habibi menjadi mulut pendamping pemerintah yang harus menyanyi berlainan dengan lagu versi pemerintah. Mungkin ibarat koor maka ada suara satu atau duanya begitu. Tapi ujungnya selesai nyanyi yah sudah jadinya cuma ngobrol ngalor-ngidul juga. Sama saja komnas ham itu anjing bertopeng galak padahal giginya mah ompong. It s useless. C.DEMONSTRAN dan penggeraknya. C.1. Komando UI, harus tetap mempertahankan konsep Demo yang Cerdas dan Tepat Guna bukan amburadul sperti yang lain. C.2. FORKOT, kadang saya berpikir anda ini mahasiswa bukan sih, sebab kelakuan anda berdemo seolah menggambarkan arogansi yang merugikan baik masyarakat yang kena getah, atau juga merugikan perjuangan mahasiswa secara umum. Pake konsep dong. Tentukan tema, lokasi, bagaimana menarik perhatian baik pers maupun yang dituju. Demo kan bukan sekedar jalan-jalan teriak lalu disiram atau ditembak. Demo yang efektif adalah jika mampu menarik perhatian orang yang dituju, masyarakat umum, serta pers. Jangan cuma babak belur kemudian anda merasa sebagai pejuang reformasi. Salam terakhir untuk FKSMJ, atau kemudian forum-forum lain kiranya tetap SMART AS EDUCATED MAN. Seperti yang saya serukan dulu di tahun 1998, maka saya ulangi jangan sampai anda dikuasai oleh pengaruh tertentu. Anda bisa lihat dari yang mula2 bermaksud nyumbang, ngasih dana, dan terakhir kali memberi tema , Wahh..... berabe. D.Perusuh dan dalangnya. Terus terang masalah dalang ini menjadi sangat invisible atau tak terlihat dan tak terjamah karena masyarakat kita ini kebanyakan seperti ayam betina yang akan saling berkotek ketika kaget tapi suaranya beda-beda, sehingga sulit menentukan berita apa dan siapa penciptanya. Dengan kondisi ini jangan harap anda mampu menunjuk dengan pasti. Jika kita kelompokan berdasarkan isunya, maka sekarang ini ada dua jenis kerusuhan. D.1. Akibat sentimen agama. Serta, D.2. Akibat isu keadilan masyarakat. Saya tidak dapat menjelaskan dengan pasti tentang hal ini, karena saya sendiri tidak punya informasi intelijen jadi saya tidak bisa menuduh bahkan cuma membicarakan siapa. OBROLAN PENUTUP. ---------------- Sebagai agama mayoritas namun paling banyak dalam hal not- educated man-nya, umat Islam Indonesia mempunyai tantangan yang menyesakan. Saya katakan menyesakan karena saya merasakannya begini; Jika kita pergi ke kampung yang 100% pribumi, yang tidak ada gereja apalagi klenteng, maka orang yang kelakuannya paling bejad juga akan mengaku islam . Inilah tantangan umat Islam yang datang dari dirinya sendiri. Maka kemudian jika terjadi kerusuhan mereka yang islam dan yang benar2 ISLAM akan menjadi sulit dibedakan. Dunia hanya melihat mereka yang bertindak laknat adalah islam. Sangat - sangat menyedihkan kita bukan, bahkan memalukan. UNTUK ORANG ORANG INI SEBAIKNYA ABRI ATAU PEMERINTAH BERTINDAK TEGAS. Hukum Islam mengajarkan potong tangan bagi yang mencuri, dalam hal ini adalah (mungkin) harus kita hilangkan para pencoreng agama itu. Ini hanya karena saya begitu tidak tahu lagi harus melakukan apa untuk menyadarkan orang2 yang demikian. Jika saya bertanya sama orang kristen kenapa tidak pada bikin partai, ternyata mereka yang mengerti akan menjawab bahwa mereka adalah tidak ber-politik. Jika saya ditanya lagi tentang mentri-mentri kristen dulu yang terkait masalah keuangan negara (malah berbau KKN), maka mereka malah bertanya presidennya itu siapa?.. (agamanya apa). Selama di antara kita (umat Islam) masih mendapati kenyataan bahwa lebih banyak batu kerikil berbanding permata , maka selama itu juga citra umat Islam akan tetap TERPURUK. PENDIDIKAN atau EDUCATION (model Muhamadiyah bukan NU) adalah yang harus menjadi tumpuan utama. Artinya pendidikan itu sendiri harus berkualitas global atau diterima sedunia. Dan waktunya tidak dapat dilakukan hanya dalam waktu 5 tahun pada pemerintahan baru nanti, setidaknya butuh waktu 30 tahun untuk dapat merasakan hasil pendidikan yang saya idamkan dapat terlaksana. Pemimpin umat harus memikirkannya, karena ISLAM adalah penentu Indonesia di masa datang. Wassallam, Bujang Prihatin. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 26 Jan 1999 jam 10:55:27 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
