---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Soal Jumlah anggauta ABRI di DPR Sebagaimana telah diketahui oleh semua pihak, teristimewa oleh para elit ABRI sendiri, yang selalu membanggakan kedisiplinan dan tata krama organisasinya yang terbaik di negeri ini, dibandingkan dengan organisasi sipil dan partai politik manapun di Indonesia. Maka seyogianya para Elit ABRI itu membuktikan bekoar mereka dengan mentaati Konstitusi dan UUD yang mengharamkan anggauta ABRI bersila di DPR. Karena kedudukan mereka ada diatas semua golongan untuk membela dan menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa dan negara dari berbagai serangan para musuh, baik dari dalam teristimewa dari Luar. Budaya KKN selama 32 tahun telah memudarkan citra luhur para elit ABRI, sehingga lebih mengejar kepentingan Pribadi dan Golongan daripada menjadi abdi rakyat yang cinta Keadilan, Kejujuran dan Kesatriaan sesuai UUD 45 Panca Sila dan Sapta Marga. ABRI dengan landasan organisasi yang baik, tidak memerlukan anggauta yang "banyak" untuk duduk di DPR sebagai suri teladan bagi tokoh-tokoh partai yang akan duduk di DPR, paling banyak 20 (Duapuluh) orang sudah sangat memadai, yang penting bahwa wakil ABRI di DPR haruslah benar-benar kader-kader yang terbaik, dilihat dari segi moral yang bersih dari KKN dan mempunyai rasa keadilan, kejujuran dan kesatriaan yang luhur. Dengan modal itu mereka akan dihormati dan saran pikiran mereka yang baik pasti akan dihargai dan diterima dengan tangan terbuka oleh semua golongan yang duduk dalam DPR! Namun bila hanya mengandalkan Jumlah dan senjata, sedangkan bobotnya payah, apakah dapat dengan mengandalkan intimidasi dan kekerasan militerisme memaksa kehendaknya kepada DPR untuk menjadi Beo dan Bebek seperti pada Zaman Orde Baru ? Jumlah yang ADIL dan berbobot haruslah dipertimbangkan oleh para pimpinan ABRI! Katanya ABRI akan menerima berapa saja jumlah yang dikehendaki oleh rakyat. Lakukanlah ucapan itu dengan merampingkan kuantitas dan meningkatkan kualitas. Jangan lagi memaksa kehendak semau gue pada saat dimana ABRI perlu mengalah demi kebaikan bangsa dan negara tanpa mengurangi "bobot" sebagai suri teladan bangsa yang tutwuri Handayani. Semoga Para elit ABRI dapat dengan bertaqwa kepada Allah mendapat Wahyu untuk kembali menjadi Abdi Rakyat yang setia tanpa pamrih! Bebas dari ketakutan kehilangan posisi yang tidak diridlohi Allah! Dan bertekad untuk membangun Indonesia diatas landasan HUKUM berdasarkan Pancasila mencapai Indonesia yang Adil, Makmur dan Sejahtera menyongsong abad ke-21 yang segara akan tiba!!! Dirgahayu Indonesia!!! Dirgahayu !!! Amat Prihatin ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 27 Jan 1999 jam 06:44:25 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
