---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Info-PEMBEBASAN ------------------------ BERBAGAI KELOMPOK MELAKUKAN AKSI DI AMSTERDAM UNTUK DEMOKRATISASI DI INDONESIA Dalam rangka memperingati hari HAM sedunia dan solidaritas terhadap perjuangan rakyat Indonesia untuk Demokrasi, pada tanggal 12 November, Komite Pendukung Demokratisasi di Indonesia di Belanda yang merupakan gabungan dari perwakilan Partai Rakyat Demokratik (PRD) di Eropa, Jaringan Oposisi Demokratik Indonesia di Eropa (JODI-E) beserta organisasi-organisasi pendukung demokratisasi di Indonesia yang berkedudukan di Belanda seperti GPDI (Gerakan Pendukung Demokratisasi di Indonesia), RISK (Rotterdam-Indonesie Solidariteit Komite), Aksi Setia Kawan, SSI (Studente Solidariteit voor Indonesie), Amnesti Internasional, Rebel (organisasi pemuda sosialis), IS (International Solidarity) dan beberapa partai politik Belanda mengadakan aksi massa di Dam Square, Amsterdam. Aksi yang diikuti sekitar 600 orang dari puluhan organisasi dan partai politik di Belanda ini mendukung sepenuhnya tuntutan demokratik rakyat Indonesia saat ini yaitu pembebasan semua tahanan politik tanpa syarat; penghentian kekerasan dan teror negara melalui pencabutan Dwi Fungsi ABRI; Habibie mundur dan diganti dengan pemerintahan transisi yang demokratis; Self Determination untuk Timor Timur; pemilu yang jujur, adil dan demokratis. Para orator yang antara lain adalah Robby Hartono dari PRD, Reza Muharam dari JODI-E, Harry van Bommel anggota parlemen dari Partai Sosialis, Acasio dari Timor Timur dan seorang wakil dari Amnesti Internasional menyoroti hal-hal mendasar dan problem pokok masyarakat Indonesia yaitu tidak adanya demokrasi dan kentalnya peran militer dalam kehidupan masyarakat yang akibatnya adalah terjadinya pengingkaran nilai-nilai demokrasi dan pelanggaran HAM yang sangat serius seperti terjadi di Timor-Timur, Aceh, Irian Barat, Tanjung Priok, kerusuhan-kerusuhan rasial dan religius, penembakan demonstran dan penculikan serta penghilangan para aktifis politik. Mereka melihat bahwa solusi mendasar bagi masalah ini adalah mundurnya militer dari kehidupan sosial politik, serta pemberian kebebasan demokratik yang seluas-luasnya bagi rakyat. Selain menyoroti watak rejim Habibie yang tidak berbeda dengan rejim sebelumnya, Suharto, komite ini juga mengkritik posisi beberapa negara Eropa yang masih tetap mendukung rejim Habibie, baik itu dengan memberikan bantuan militer maupun hutang tanpa menyertakan syarat-syarat demokrasi dan kemanusiaan. Anggota komite ini juga merasakan pentingnya hubungan yang semakin dekat dan intensif di antara organisasi-organisasi yang punya basis massa riil di Indonesia dan di Belanda, sehingga solidaritas internasional benar-benar bisa tertanam di kesadaran setiap aktifis demokratik. Karena dengan rasa solidaritas internasional inilah kita akan menyadari bahwa kita tidak berjuang sendirian yang dengan sendirinya akan menjadi semakin memperdalam komitmen dan kepercayaan diri dalam berjuang. Bagi masyarakat internasional, tidak ada pilihan yang lebih baik dalam menentukan posisi terhadap Indonesia selain mendukung gerakan demokrasi yang dilakukan mayoritas rakyat, karena disanalah kemenangan akan berakhir. Sementara mendukung rejim represif yang selama ini berkuasa, sama artinya dengan mengantarkan milyaran uang ke tong pembakaran sampah. Tidak hanya di negeri sendiri pemerintah Habibie tak punya tempat, di luar negeripun, ia tak dianggap lebih baik dari seniornya, Suharto. Bahkan di Jerman, tempat di mana ia dibesarkan dan mengenyam pendidikan, nama Habibie menjadi identik dengan boneka yang pintar berdeklamasi. Ini semakin dikuatkan saat seluruh stasiun televisi di Eropa menyiarkan pidato kenegaraan awal tahun ini saat ini menyampaikan laporan APBN di mana ia menangis tersedu-sedu saat melaporkan kondisi kemiskinan rakyat Indonesia.(novia) ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ SALAM HORMAT SETINGGI-TINGGINYA KEPADA PARA PAHLAWAN REFORMASI YANG GUGUR DI PANGKUAN RAKYAT TERTINDAS: Penjara tak membuat kau jera Penculik tak membuat kau panik Peluru tak membuat kau ragu Perjuanganmu dengan militansi tanpa batas ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ PEMBEBASAN Diterbitkan oleh Partai Rakyat Demokratik (PRD) Jl. Utan Kayu No. 17A Jakarta Timur E-mail : [EMAIL PROTECTED] Web-page: http://www.pegasus.com.au/~prdint1 ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 28 Jan 1999 jam 07:53:05 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
