---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Stockholm, 31 Januari 1999 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. Untuk Akhi Haris A.Falah (Indonesia). Terimakasih atas tanggapan dan masukannya, semoga Allah meridhai usaha kaum muslimin dimanapun berada yang ingin tegaknya Pemerintahan Islam, Khilafah Islam, hukum Islam dan Undang Undang Madinah dengan mencari Ridha Allah. Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ------- Haris A.Falah wrote: Bismillahirrohmanirrohiim Assalamu'alaikum Wr. Wb. Alhamdulillahirobbil'alamiin , Was sholatu was salamu ' ala Rasulillah ! Terima kasih atas tanggapan Al Akh Aldjaidi . Semoga lewat media ini, kita semua bisa lebih sering bersilaturrahim . Dengan demikian akan timbul mahabbah (kecintaan ) dalam diinulloh yang kita cintai. Sungguh, perjalanan panjang dan menyedihkan yang telah ditempuh para Syuhada dan Mujahid yang telah mengukir bakti suci di bumi persada ini tidaklah sia-sia. Sekalipun orang-orang jahat telah dan terus berupaya menghapus dan mengaburkan jejak-jejak jihad mereka. Betapapun orang-orang terkemudian seperti generasi dimana kita berada banyak pula yang dalam ketidaktahuan mereka berusaha menguburkan kembali cita-cita para pendahulu itu, akan tetapi Alloh telah menetapkan dalam KitabNya yang suci : "Mereka berkehendak memadamkan cahaya Alloh dengan mulut-mulut mereka , namun Alloh berkehendak akan menyempurnakan cahaya Nya sekalipun orang-orang ingkar itu tidak menyukainya !" ( QS. Ash Shoff (61) : 8) . Dan kita mengimani, bahwa kehendak Alloh pulalah yang akan berlaku !. Perlu sama kita perhatikan akan lahirnya 'fiqih' baru kaum terkemudian sekarang. Yaitu adanya upaya meninggalkan Manhaj yang telah dimaklumi para Salafus Sholeh dalam menegakkan Syari'at Islam dan mereka ber 'eksperimen' tentang Negara yang dasarnya Pancasila tetapi syari'atnya Islam. Generasi 'baru' ini tampaknya membuta-tulikan akal fikirannya terhadap sejarah yang menumbuhkan 'dunia' yang mereka diami sekarang. Bahwa di tanah ini, melalui demokrasi ( agama yang percaya akan 'Kekuasaan Rakyat' ) dan pemilihan umum yang paling demokratis tahun 1955 dan waktu telah melahirkan polarisasi ideologi pada tiga kutub, yaitu Nasionalisme, Komunisme dan Islamisme. Pertarungan ketiganya berpuncak dalam Sidang -sidang Dewan Konstituante yang berusaha meletakkan dasar negara. Dua kekuatan pertama Nasionalis dan Komunis ) bersekutu menjadikan Pancasila menjadi dasar negara, sedangkan kubu Islam ( Masyumi dan NU dan lainnya ) memilih Islam sebagai landasan dasar negara. Yang seperti sama kita ketahui berujung pada otoriterisme Sukarno dengan Demokrasi Terpimpinnya mengeluarkan Dekrit Preside 5 Juli 1959 yang membubarkan Dewan Konstituante dan kembali kepada Pancasila dan UUd 1945 . Sekalipun yang masih menjadi tumpuan harap para pejuang Islam Parlementer ini adalah Konsiderans Dekrit yang menyebut, bahwa Pancasila yang dimaksud dijiwai Piagam Jakarta ( 1 Juni 1945 ). Aneh memang, sebenarnya kalau mereka ( kaum Pancasilais baik dari kalangan muslim dan selainnya ) konsekwen , kembali ke 1 Juni 1945 'khan berarti kembali ke masa dimana negara NKRI belum ada . Artinya mereka membatalkan Proklamasi 17 Agustus 1945 'khan ?! Sebab dalam ketatanegaraan yang diajarkan di sekolah-sekolah dan universitas ditanamkan , bahwa antara Proklamasi '45 dengan Mukaddimah UUD '45 ( yang mencoret 7 kata : ..kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi para pemeluknya ..itu ) adalah hubungan antara wadag dengan ruh. Tidak bisa dipisah-pisahkan, kecuali NKRI harus tiada !. Kenapa mereka ( para pemimpin dan cendikia serta 'ulama bangsa ) masih saja 'ngotot' untuk menggiring ummat Islam kedalam manhaj Demokrasi dengan mengibarkan bendera-bendera dan simbol-simbol Islam sebagai jalan satu-satunya memperjuangkan Islam ? Bahkan mereka menuduh siapa saja yang menolak demokrasi dan ingin istiqomah dalam manhaj yang digariskan Nabi Muhammad saw sebagai orang-orang 'ekstrim' mengecilkan dan mengucilkannya ?. Di tanah ini, sudah berapa liter darah Syuhada tertumpah hanya karena mereka berislam secara kaffah. Dan tentu saja tidak bersedia menerima Pancasila disandingkan dengan Islam , apalagi 'dikawinkan' keduanya. DI/TII Jawa Barat, Aceh, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan, Tanjung Priok, Lampung, Haur Koneng, dan sekarang Aceh kembali berdarah setelah sejak tahun 1988-1998 DOM merenggut putra-putra nya tidak kurang dari 5.000 nyawa. Kini kerusuhan-kerusuhan dimana-mana, digelar dengan issu agama. Sipil Kristen dengan sipil Islam diadu habis-habisan. Kasihan ummat ini, akhirnya nanti akan muncul berita bahwa orang-orang Islam membantai minoritas sehingga mayoritaspun menjadi layak dibantai dan dipangkas !. SOS...SOS...SOS. Allohumma keluarkan kami dari negri yang dzalim penduduknya ini dan berillah kami dari sisimu kekuatan yang dapat menolong kami ..!. Wassalamu'alaikum Wr, Wb. ------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 1 Feb 1999 jam 04:20:41 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
