----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

KOLOM Perwira Alengka.

Prolog :

( Sampai kemarin, ada 21 e.mail yang masuk minta agar Perwira Alengka
mengirimkan koleksi tulisannya. Tak mungkin rasanya Perwira Alengka
mengirimkan satu persatu tulisan ini ke 20 alamat cc. Maka, demi
effisiensi Perwira Alengka memutuskan untuk menggunakan jalur umum ini
saja, lebih effektif dalam upaya menangguk pasar. Tulisan tulisan tahun
1998, akan di muat secara acak, tetapi dengan tanggal dan isi tulisan
yang sama sekali tidak berobah. Jalan pergi tidak boleh sama dengan
jalan kembali....,itu taktik medan tempur. Selamat membaca).

Seri I.  Paradigma Baru TDA.
23 Juni 1998.
Jam 22.00 WBBI.

Merubah gaya bahasa dalam tulisan agar tidak mudah dikenali, lebih sulit
dari pada menuangkan isinya. Tetapi menahan diri untuk tetap cool....,
jauh lebih sulit lagi. Yang paling sulit dari semua yang tersulit adalah
menulis posting ini dengan bijaksana agar tetap dalam rambu-rambu
corridor sapta sila Tentara Diraja Alengka. ( TDA )

Banyak posting yang dikirim para netters, meminta agar peran TDA,
ditinjau atau bahkan direformasi. Menarik sekali permintaan tersebut.
Akan kami pikirkan. Begitupun, mungkin baik bagi para netters untuk coba
mengerti wacana pemikiran Generasi Muda Tentara Diraja Alengka (GM TDA
)dan posting-posting Perwira Alengka  selanjutnya dapat digunakan
sebagai variabel pembanding dalam menulis analisis tentang TDA.

Pro kontra atas posting, biasa. Lebih banyak kontra sudah diprediksikan.
Jika premis pertama : "Diam adalah pembenaran terhadap semua tuduhan",
maka premis keduanya : " NATO, dapat kami benarkan". Tetapi kompleksitas
kehidupan Alengka tentu tidak sesederhana itu. Dalam era tranformasi
informasi plus reformasi total yang terjadi disegenap slagorde Alengka
kini, it`s time for us to facing all the rumoursyang menyudutkan TDA.
It`s time for Perwira Alengka, being pro-active, tampil kedepan untuk
menempatkan wacana dan keluas-dalaman pemikiran GM TDA pada posisi yang
sebenarnya. Segmentasi audince via media alternatif sebenarnya sangat
high-risk for Perwira Alengka, for the sake of his life, for his
carrier, and for his future. Tetapi apalah arti satu orang perwira
rendahan seperti Perwira Alengka ini, dibanding citra TDA khususnya dan
nama Alengka umumnya in the views of dunia perwayangan whole worlds.

Perlu para netters ketahui, dengan adanya pergeseran nilai-nilai baru
yang berlangsung beberapa tahun terakhir ini, GM TDA modern memegang
beberapa pilar utama sebagai tonggak pandang yang merupakan
pengejawantahan pemikiran MahaPatih Alengka sesepuh pendiri TDA. Pilar
pilar tersebut dalam bahasa posmonya ( post-modern ) adalah : Pertama,
pilar moral ( kejujuran, kebenaran dan keadilan ). Kedua adalah pilar
rasionalitas / kapasitas intelektual yang optimal plus kinerja maksimal.
Ketiga adalah pilar disiplin, dedikasi / loyalitas dan kesetiaan. Dengan
sasaran---- keamanan dan kesejahteraan masyarakat Alengka ( yang kini
kembali ke Nadir lagi ).

Jika pemikir ekonomi seperti Adam Smith, Thomas Malthus, Walrus,
Vilfredo Pareto sampai Keynes saja bisa salah dalam menyusun konsep
ekonomi yang menjadi pegangan para ekonom dunia, ( berakibat
hancurnya perekonomian beberapa negara Eropah/ Amerika Latin / Asia
umumnya dan Indonesia khususnya), maka bisa dimaklumi bila visi pendiri
TDA dalam menyusun konsep ketentaraan Alengka yang sebenarnya sudah
cukup jauh kedepan, tetap belum mampu untuk mengikuti perobahan
paradigma yang bergeser begitu cepat sesuai management of change.

Salah satu nilai universal yang TDA adop dari Buku Putih Tentara
Sejagad, adalah : "Rule number one : Senior can do no wrong". "Rule
number two : If the senior wrong, see rule number one." Nilai ini begitu
mendarah daging dalam kehidupan TDA, yang akhirnya memang menjadi
kekuatan institusi TDA, yang sekaligus juga merupakan kelemahannya.

Kekuatannya adalah, jika pimpinan TDA baik, seluruh rantai komando akan
menjadi baik. Outcomenya, citra TDA juga baik. Sebaliknya, kelemahannya
adalah jika pimpinan TDA sedikit ragu, maka semua rantai komando juga
akan ragu. Ragu memang adalah ciri orang pintar. Begitupun, dengan
keraguan itu, ada saja protes yang timbul dan mengaitkan keraguan/
kehati-hatian tersebut dengan analisa simulakrum yang penuh intrik dan
kecurigaan.

Sementara bersebrangan dengan itu, ketegasan, kecepatan mengambil
inisiatif, dan sikap proaktif radikal seolah menunjukkan ambisi, sifat
agresif dan emoqi yang immature. Ini juga dianggap salah. Jadi.....
dilematis sekali. Keras salah....., lembek salah. Kecepatan salah.....,
terlambat lebih salah lagi. Untuk posting posting yang menyudutkan TDA,
berdiam diri menerima tuduhan..., berarti image buruk akan melekat. Di
jawab ( sesuai kapasitas jati diri perwira muda Alengka ) pasti akan
jadi ramai. Karena itu.... entahlah, what ever will be..., will be. What
ever must be... must be. Kepada Mu lah, kami mohon pertolongan.

Yang perlu kami sampaikan sementara ini pada para netters adalah, figure
GM TDA tidaklah bodoh-bodoh dan kasar-kasar amat seperti yang para
netters sampaikan, walau itu mungkin memang ada dan bagian dari kami.
Karena itu dalam azas netralitas dan praduga tak bersalah, dan tanpa
memasukkan confounding factor kedalam analisis saudara (variabel
moralitas, vested interest, kepentingan kelompok / golongan dll ),
please....., sementara kami melakukan introspeksi dan konsolidasi ke
dalam, mohonlah agar para netters tidak terlalu mendiskreditkan pimpinan
dan institusi TDA sampai paradigma baru TDA selesai digelar.

Para netters pasti akan bilang : " Kalau senior tidak bisa salah, dan
bebas berbuat apa saja, enak sekali dong ". Tidak kawan kawan...!
Sebelum bisa mencapai tingkat pimpinan dan senior, hukum alam akan
menyaring para candidat calon pimpinan TDA. Pimpinan, para senior, teman
selighting, dan para junior akan melakukan seleksi yang bersifat
piramidal, makin keatas makin ketat. Yang mana setiap candidat, akan
difilter sesuai kemampuan kemiliterannya, leadership nya, kapasitas
intelektualnya, produktifitas kerjanya, kemampuan problem solvingnya,
sekaligus moralitas nya ( ketaatan agama, sifat materialistis, emoqi,
perilaku sexual, dll ).

Jelas, dalam perjalanan kariernya, akan kelihatan yang mana loyang yang
mana emas. Mana yang karbitan, mana yang perwira sejati.Memang no body
is perfect. Tapi minimal pimpinan-pimpinan TDA sudah melalui tahapan
proses seleksi yang amat sulit. Coba perhatikan contoh ilustrasi berikut
ini.

Seorang perwira muda dari suatu satuan tempur menerima gaji 460
ribu kuna sebulan, tanpa sampingan lain. Berhemat dan bersakit sakit,
dia harus menghidupi istri dan anak anak yang masih kecil kecil. Untuk
achievement diri, di masa damai dia harus berlatih/ melatih kemiliteran
8 jam sehari sekaligus membaca buku/ media informasi 4 jam semalam.
Sementara dimasa krisis ini, ia harus siaga satu 24 jam, demi keamanan
kerajaan Alengka ini. Sebagai seorang perwira muda yang idealis, yang
punya kejujuran moral dan intelektual, yang memegang teguh disiplin dan
norma norma hidup yang berlaku, yang tidak membenarkan pengijonan GM TDA
oleh konglomerat/ kelompok berkepentingan, yang tidak menerima KKN
sebagai bagian dari hidup dll dll. Tantangan apa yang akan dia hadapi?

Pertama adalah masalah financial keluarga. Kedua, masalah pengembangan
diri yang membutuhkan waktu dan uang untuk baca dan beli buku/ media
informasi/ agar senantiasa mampu mengikuti paradigma dan nilai baru.
Ketiga adalah masalah moral, baik - buruk, benar - salah, dan gejolak
batin yang dialaminya dalam melaksanakan perintah atasan. Keempat,
kemampuan mengontrol anak buahnya agar tidak berbuat hal hal yang
menyimpang dari norma hukum dan agama. Kelima , tetap taat menjalankan
ajaran agama dan rukun iman nya.

Bagaimana proses penyaringan itu berlangsung ?. Sederhana sekali. Hukum
alam. Jika dari awal perwira ini sudah memikirkan materi melulu,
sehingga demi materi, keluar dia melakukan kolusi, kedalam dia lakukan
korupsi, maka tidak akan lama dia pasti mentok di kotak pos 5000, di PM
atau di kucilkan oleh anggotanya.

Jika dia tidak mengisi diri dengan perkembangan dunia modern, paradigma
baru, management of change, kemampuan bahasa dan penguasaan kondisi
sosial politik terakhir....., sampai level tertentu dia pasti terpaksa
jalan ditempat. ( Otak lebih penting dari otot, men...!)

Jika moralnya rendah, reality thinking abilitynya terganggu dalam
menilai baik - buruk, benar - salah, sehebat dan sepintar apapun
dirinya, pasti akan disisihkan oleh lingkungan. Banyak studi kasus
membuktikan.

Juga bila dia tidak mampu memimpin anak buahnya, sehingga anak buahnya
menjadi uncontroulable, maka setiap tindakan apapun yang dilakukan anak
buahnya, diketahui atau tidak diketahui oleh nya, adalah menjadi
tanggung jawab nya, dan dia harus siap-siap dicopot untuk itu.

Begitu juga jika dia tidak taat menjalankan agamanya, penuh dosa dan
angkara murka, setiap dia terjun, menyelam, dan melakukan tugas tugas
operasi, Tuhan telah mencatat namanya,pada setiap peluru, batu, jeram
dan payung yang dia pakai/ lalui. Masih beranikah dia berbuat dosa...?
Semua terpulang kembali ke individunya.

Belum lagi faktor prestasi kerja, produktifitas kerja, dan faktor
acceptability oleh lingkungan masyarakat, ulama, birokrat / teknokrat
dan intelektual, yang semua gabung jadi satu, adalah seleksi alam yang
harus dilalui.

So... para netters, mudahkan untuk menjadi pimpinan TDA ?. Yes or no,
the answer is not that simple, my friends. The answer still going in the
wind. Karena itu, walau pimpinan kami saat ini mungkin tidak sesempurna
keingin saudara sekalian, minimal beliou adalah hasil seleksi, baik alam
atau artificial, yang terbaik.

Coba panggil itu Patih, sebut saja Bambang Silo Prangkolono sebagai
contoh. Apakah ada cacat beliou. Perwira Alengka tidak nemu.
Kelemahannya mungkin hanyalah, dia adalah pelari marathon jarak jauh
yang tahu atur napas kapan dia harus santai, kapan dia harus sprint.
Sehingga bagi orang tertentu yang ingin dia sprint pada moment yang
dirasa beliou belum tepat, menganggap beliou ayam sayur.Entahlah.Yang
jelas, In the name of Him, I still see the prospect.

Perwira Alengka.
Di
Neo Alengka.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 1 Feb 1999 jam 04:22:12 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke