----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

MAMPUKAH MASARAKAT AMBON DAN MALUKU AKAN SALING MEMAAFKAN ???

Kejadian yang memilukan semua orang ini baru pernah terjadi di negeri
seribu pulau ini dan berkembang sangat cepat kelihatannya aparat
kewalahan dalam melokalisir keadaan.
Masalah sepele dari segerombolan preman yang kabarnya memeras sopir
angkutan umum berkembang menjadi isu SARA/Agama dan barangkali isu  sara
/agama yang terbesar pengorbanannya yang terjadi selama ini Dapat anda
bayangkan yang meninggal lebih dari seratus orang 100 orang ,800 rumah
dibakar atau terbakar,14 gereja dibakar,7mesjid dan musholla dibakar,dan
ratusan bahkan mungkin ribuan yang terluka. Belum lagi beberapa ratus
orang yang belum diketemukan,dan ada yang terpisah dari keluarganya.

Baru kali ini orang2 Ambon asli salin membunuh lantaran isu agama
,biasanya salin membunuh antar perkampungan lantaran masalah perbatasan
tanah / perbatasan kampung dan ini terjadi di perkampungan di luar kota
Ambon.

Masarakat Maluku/ khususnya orang Maluku asli yang selama ini dipakai
sebagai contoh dalam bertoleransi beragama, namun kalau  dilihat dari
pengorbanan diatas ternyata tidak lebih baik dari daerah lain. Kalau
didaerah lain mudah dilokalisir tetapi di Maluku kelihatannya aparat
keamanan tidak bisa berbicara banyak dan harus mendatangkan pasukan lain
dari luar profinsi Maluku. Atau memang masarakat "muda" Maluku sudah
meninggalkan adat istiadat leluhur mereka sendiri.

Beberapa komentar mengatakan bahwa melihat kota Ambon saat ini seperti
kota ini baru dilanda perang besar seperti terjadi di Bosnia ,disana
sini terlihat puing2 yang berserakan dan bahkan disana sini ada bau
busuk disekitar reruntuhan.Dan untuk mengembalikan ke keadaan sebelum
kerusuhan diperlukan pembangunan 20 tahun ,apalagi dalam keadaan krisis
seperti ini.

Ambon yang selalu dibanggakan oleh orang2 Ambon sendiri ternyata saat
ini tidak lagi "manis dan ramah" tetapi telah berubah menjadi "neraka"
bagi penduduknya sendiri karena dilanda ketakutan ,keresahan dan
kegelisahan serta terancam kelaparan.  Puing2 peninggalan kerusuhan ini
akan menjadi saksi bisu dalam  tingkat atau kadar kehidupan masarakat
Maluku dalam hubungan antar agama.Toleransi agama yang tertanam pada
setiap orang Ambon kini telah berubah dan apalagi terjadi disaat umat
Islam sedang merayakan hari raya ied. Inilah yang sangat menyakitkan
umat Islam di profinsi ini.Sudah dapat di pastikan bahwa saat ini telah
timbul salin curiga antar umat dan telah salin enggan untuk bertutur
kata.Hal ini akan berlangsung lama apabila tidak segera dicarikan jalan
keluar.

"Presiden Amerika Clinton yang pasti tidak tau hubungan "PELA" antar
kampung yang berbeda  agama di Ambon bahkan mengucapkan selamat kepada
umat Islam diseluruh dunia ,tetapi sebaliknya di Ambon yang masarakatnya
BERPELA terjadi perang antar agama .
Apakah toleransi antar umat beragama telah pupus  di Ambon / Maluku. Hal
ini menjadi pertanyaan besar bagi kita semua. Kerusuhan / pertentangan
ini tidak satu golonganpun yang di untungkan dan yang ada adalah
kerugian bagi semua fihak baik jiwa /raga maupun materiil. Orang Ambon
perlu sadar bahwa kota profinsinya telah mundur / ketinggalan 20 tahun
dan ini perlu kerja keras dari orang2 Ambon sendiri.

Dari pembahasan diatas dan dari data melalui media masa dan internet
,saya berfikir apakah orang Ambon bisa dengan mudah salin memaafkan??
Saya agak meragukan hal ini.Barangkali penduduk asli Ambon/Maluku akan
bisa salin memaafkan dengan PEMANASAN PELA dan memang masarakatnya tidak
pendendam tetapi bagaimana orang2 pendatang??
Peristiwa Ambon perlu dicermati secara seksama karena terjadi disaat
orang Islam sedang merayakan hari kemenangan setelah berpuasa sebulan
penuh.
Apakah ada unsur rekayasa politik dengan tujuan tertentu seperti pernah
dikemukakan oleh Sdr Sumargono (dari salah satu organisasi Islam),
sehingga memang kerusuhan ini telah dipersiapkan jauh hari
sebelumnya.Mudah2an hal ini tidak benar.
Mudah2an masarakat Maluku dan khususnya masyarakat Ambon bisa salin
memaafkan dan secara bersama sama membangun kembali terutama rumah2
ibadah Gereja dan Mesjid dengan cara MASOHI.
Perlu segera salin berkunjung antar Pela/hangat Pela guna sambung rasa
demi kerukunan antar umat didaerah ini.Gagasan "hangat pela" ini
dirembuk di masing-masing negeri dan agar negeri atau perkampungan lain
tidak timbul rasa curiga perlu di beri tau sebelumnya.

Mudah2an upaya hangat pela ini akan mengurangi salin curiga diantara
umat beragama di Ambon / Maluku.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 1 Feb 1999 jam 04:40:23 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke