----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

KOLOM SUPANGKAT:

                XANANA PEJUANG KEMERDEKAAN HARUS SEGERA DIBEBASKAN

Sebagai bekas pejuang kemerdekaan yang walaupun kecil, saya bisa menghar-
gai perjuangan kemerdekaan di seluruh dunia karena telah merasakan betapa
pahit getirnya dijajah bangsa asing dan betapa pahit getirnya memberontak ter-
hadap kekuasaan kolonial dengan modal tangan kosong katimbang senjata
modern yang lengkap pihak penjajah.

Perjuangan kemerdekaan pada mulanya memang merupakan "mission impos-
sible" tapi dengan semangat berkobar dan hatinurani yang bersih kita mempu-
nyai modal moral spiritual yang tidak bisa dikalahkan oleh kekuatan senjata
se-
hebat apapun juga.

Akhirnya terbukti juga kita menang, walaupun secara fisik, secra militer kita
su-
dah kalah setelah "politionele actie" atau clash kedua Blanda.
Namun kita hidup di dunia tidak sendirian, ada PBB dan di PBB ada Amerika dan
Australia yang gigih membantu perjuangan kemerdekaan kita, terutama diplomat
yang bernama Cochran, sehingga Blanda ditekan terus untuk menyerahkan ke-
daulatan.

Di Timtim ada gerakan perjuangan kemerdekaan walaupun mereka sudah kita
integrasikan melalui petisi PSTT di bawah pimpinan Raja Maria Concalves yang
sudah melarikan diri ke Portugal itu.

Xanana dianggap seekor "tikus" oleh Wakil Presiden Try Sutrisno,  dianggap
kri-
minal biasa oleh Suharto dan oleh ABRI pasca-Suharto. Menteri Kehakiman Mu-
ladi mula mula menyatakan bahwa Xanana bukan tapol kriminal, dia adalah tapol
politik dan akan dibebaskan, namun ia harus segera meralat karena Menlu Alatas
dan bossnya, ABRI tetap menganggap Xanana sebagai kriminal biasa, sebagai
GPK sehingga akhirnya tetap mendekap di penjara.

Namun Xanana tidak sendirian, LSM seluruh dunia, beberapa negara Eropah Ba-
rat, dan peragawan batik dari Afrika Selatan Presiden Nelson Mandela mendesak
Suharto dan rejim Indonesia untuk membebaskan Xanana dengan alasan: dia
adalah pejuang kemerdekaan seperti Mandela.

Indonesia masih menutup mata dan kuping dan ngotot berdasarkan alasan bahwa
(sic!) "dalam sistem hukum Indonesia, Xanana tidak bisa dibebaskan". Seluruh
dunia tahu bahwa sistem hukum Indonesia masih dalam cengkeraman hukum
kolonial Blanda yang terkebelakang 783 tahun dalam kurun waktu pra-Magna
Carta 1215 yang patut memalukan bukan untuk dibanggakan.

Saya menghargai Xanana sebagai pejuang kemerdekaan.

Dalam perjuangan kemerdekaan di seluruh dunia terorisme merupakan cara
yang lumrah, tidak terkecuali di Indonesia. Sebagai bekas anggota MBT (Mar-
kas Besar Tentara) bagian Intel saya hampir menjadi korban pembantaian oleh
teman sendiri ketika menginap di rumah kolaborator Blanda di daerah pendudu-
kan karena ia malah dianggap pengkhianat. Ia sekeluarga dibantai tanpa ampun
konon untuk memberikan "teladan dan ketakutan" kepada yang lain lainnya. Sa-
ya dan seorang teman berhasil meloloskan diri berkat pengalaman gerilya.

Terorisme Xanana di Timtim adalah dalam rangka perjuangan kemerdekaan, bu-
kan sekedar tindakan kriminal. Para pejuang kemerdekaan pasti dapat memaha-
mi dan menghargainya. Maka dari itu Xanana adalah tahanan politik yang harus
segera dibebaskan tanpa syarat.

H.S. Hidayat Supangkat
New York.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 1 Feb 1999 jam 17:54:59 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke