---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- KOLOM SUPANGKAT: INDONESIA DAPAT HINDUISME, BUDDHISME, ISLAM DARI INDIA Anton Basuki menyatakan kekagumannya kepada India karena Gandhi telah me- nonjol, menyorotkan sinar terang ke seluruh dunia dengan gerakan Satyagraha- nya. Lalu ia menggandrungkan Indonesia bisa mencontoh Satyagraha Gandhi. Ach, anda ini membuat saya sentimental menggandrungi penjelmaan, titisan, "supreme universal forces" yang bisa membawa keselamatan kepada umat abad ini. Ada yang bilang dia sudah eksis tinggal kita sendiri yang harus me- wujudkannya. Ini malah bikin hidup saya lebih sulit lagi karena rupanya sudah terlanjur bergelimang dosa yang disadari atau tidak. Suatu itikad baik yang patut didukung disebar luaskan ke masyarakat kita yang sudah parah sekali penyakit sosialnya karena kebencian, irihati, materialisme dijawantahkan secara merajalela. Indonesia mewarisi Hinduisme, Buddhisme, bahkan Islam dari India. Indonesia dan India mempunyai hubungan spiritual yang mendalam, namun karena Islam di Indonesia telah menaklukkan Hindu dengan kekerasan senjata maka hubungan kebudayaan kita mengalami patah arang dan makin lama semakin renggang. Namun Gandhi dan Gandhiisme dikagumi bangsa Indonesia. Manusia Gandhi belum ada dan mungkin tidak akan ada di Indonesia yang rasa- nya - mudah mudah saya keliru - tidak akan lahir di bumi Indonesia dalam kurun hidup (lifetime) ini sedangkan kita sudah tidak mampu menggunakan rasionalisme lagi walaupun begitu banyak lulusan Universitas dalam dan luar negeri di segala bidang. Gandhi yang mengajarkan dan sekaligus mempraktekkan kehidupan non-materi- alistis yang paling konsekwen berdasarkan humanisme yang tidak muluk muluk, bersahaja, "common sense" memang sukar sekali dicontoh di dunia yang sudah terlalu materialistis penuh kebencian dan kejahatan seperti di Indonesia sekarang ini. Kalau pun dia ada pasti akan segera dibunuh. Masyarakat kita sudah terlanjur menderita penyakit sosial yang gawat dan harus segera diobati. Namun tidak ada yang perduli, saya bukanlah pakar ilmu sosial bukan pula praktisi Gandhiisme walaupun menganutnya, namun masih banyak sekali orang Indonesia yang masih bersemangat dalam spiritualisme a la Gan- dhi yang bisa memimpin kejalan kebenaran yang lurus dan sempit dengan mem- raktekkannya sambil menghormati rule of law dan HAM. Jangan putus asa. Dia inilah harus kita cari dan ketemukan dan dukung untuk menjadi pemimpin moralisme yang non-materialistis dan pasrah diassassinasi oleh manusia yang disurupi setan dan menjadi martir seperti Jesus Kristus, Sayidina Ali, Gandhi, Al Hallaj, Syekh Siti Jenar......... H.S. Hidayat Supangkat New York. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 1 Feb 1999 jam 21:54:39 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
