----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

From: anti komunis

Keputusan pemerintah Indonesia melepaskan Timor-Timur jika otonomi luas
sebagai bentuk penyelesaian akhir masalah Tim-tim tidak diterima, tidak
hanya disambut  gembira oleh kelompok anti integrasi disana melainkan
juga sebagian besar rakyat Indonesia. Sudah muak kita dengan rengekan
manja dan kebandelan rakyat Timor-Timur yang tidak tahu terima kasih.
Sudah 23 tahun, pemerintah Indonesia mengeluarkan dana milyaran rupiah
dengan tumpahan darah putra bangsa terbaik hanya untuk kesejahteraan
serumpun bangsa yang menderita yang terlantar karena ditinggal ayahnya
yang kejam yang selama ratusan tahun memperkosa wanita Timor-Timur,
memperlakukan kaum pria sebagai budak serta mengkerdilkan anak-anak
Timur Timor sebagai cikal bakal generasi Timtim yang bodoh dan kurang gizi.

Selama bertahun-tahun kita memandang dengan rasa iri betapa Timtim
digenjot pembangunannya sementara daerah-dareah lain yang putra-putra
daerahnya mengorbankan jiwa dan raganya merebut kemerdekaan
pembangunannya terlantar. Namun kala itu kita bisa mengerti, bahwa
Indonesia membantu Timtim agar rakyatnya tidak dibantai oleh gerombolan
komunis fretelin seperti yang terjadi di Kamboja.
Sayangnya, Timtim tidak tahu berterima kasih. Bantuan yang luar biasa
dari Indonesia bukan menjadikan mereka sadar melainkan manja dan bengal.
Sudah dibangun sekolah bahkan sampai universitas dan pemuda-pemuda
Timtim bisa bersekolah dengan banyak fasilitas bea siswa namun ketika
mereka lulus mereka minta pekerjaan. Jika keinginannya tidak dipenuhi
mereka merajuk dan melompat pagar mempermalukan Indonesia yang dengan
kucuran darah dan tenaga membangun Timtim sudah lebih beradab.
Rakyat Timtim juga sama sekali tidak membantu ketika Indonesia terpojok
di PBB karena minimnya public relation didunia internasional. Akibatnya
Portugal dan LSM-LSM munafik karena mendapat duit banyak menyerang
Indonesia dengan leluasa. Melihat hal ini, rakyat Timtim termasuk Belo
dan gubernur Carascalao berpangku tangan saja. Pemimpin Timtim juga
tidak tahu berterima kasih yang langsung berteriak-teriak keluar dirinya
diperlakukan kejam oleh tentara Indonesia sementara berdiam diri dan
bertindak pengecut ketika militer dibantai, mesjid dibakar serta kaum
pendatang yang lebih makmur ( karena mereka lebih pintar dan punya
mental baja ketimbang rakyat Timtim yang bermental tempe tapi soknya
bukan main  ) di aniaya.

Bagi kita rakyat Indonesia yang selama ini memandang iba terhadap
saudara-saudara di Timtim dan tulus ingin membantu, akhirnya bisa
mengerti mengapa pemerintah pusat kelelahan. Pemerintah Indonesia bukan
kelelahan karena tekanan dunia internasional, namun karena lelah melihat
Timtim yang mau enaknya saja.

Bagi kita, rakyat Indonesia yang punya harga diri dan batas-batas
kesabaran, sangat bersyukur Timtim lepas dari Indonesia karena bangsa
ini bisa tenang lagi membangun karena bisul itu sudah meletus. Biarlah
Timtim merdeka dan merasakan sendiri bagaimana susahnya membangun dari
nol dan bagaimana susahnya membentuk pemerintahan diantara para
pemimpinnya yang oportunis dan punya catatan kriminal dimasa lalu.

Biarlah juga Portugal menelan kembali pil pahit susahnya membela Timtim
yang bandel dan manja itu. Biarlah PBB merasakan bahwa gembar-gembor hak
asasi manusia ternyata menambah bebannya.  Kita juga akan tunggu
bagaimana Australia yang ingin cari nama dimata internasional karena
posisinya yang marjinal, jungkir balik menata Timtim yang selama ini
mereka lihat mudah penyelesaian.

Kita bangsa Indonesia ingin babak baru. Kita berharap Timtim akan maju
karena sebagian besar rakyat Timtim adalah saudara satu rumpun juga.
Kita harap juga dengan kemederkaan bisa membuat rakyat Timtim
membandingkan hidup mereka dimasa lampau dengan dunia impian yang kini
menjadi kenyataan. Mudah-mudahan mereka bisa belajar.....

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 2 Feb 1999 jam 09:29:02 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke