---------------------------------------------------------- Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "signoff indonews" need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "info refcard" ---------------------------------------------------------- Kekerasan Harus Diakhiri, Kondisi Indonesia Jangan Didramatisasi MAGELANG (Media): Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Dr Amien Rais mengatakan, kondisi bangsa Indonesia yang sedang dilanda krisis ekonomi, politik, dan hukum, hendaknya jangan terlalu didramatisasi dengan berbagai ramalan atau perkiraan yang justru akan meresahkan masyarakat. Amien Rais yang mantan Ketua PP Muhammadiyah ketika menjawab pertanyaan wartawan usai memberi ceramah pada Salat Id di Lapangan Tentara 1 (RIN) Magelang, Jateng, Selasa, mengatakan, prediksi- prediksi yang diberitakan di berbagai media massa akhir-akhir ini jangan diumbar, bisa-bisa nanti akan sungguh-sungguh terjadi. Pendapat Amien Rais tersebut disampaikan untuk menanggapi berbagai pemberitaan di beberapa media massa yang menyebutkan bahwa setelah Lebaran tahun ini akan terjadi chaos atau aksi-aksi kerusuhan lain akibat krisis ekonomi, politik, dan hukum serta krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. "Kalau semua ramai-ramai meramalkan akan terjadinya kerusuhan pasca- Lebaran bisa-bisa akan sungguh-sungguh terjadi. Boleh berhati-hati tetapi jangan lantas semua mengatakan bahwa setelah Lebaran akan terjadi huru-hara yang besar. Kita harus bisa mengendalikan diri dalam membuat prediksi-prediksi itu," katanya menegaskan. Dikatakan, kita juga prihatin bahwa dalam era reformasi ini nyawa manusia tidak ada harganya. Dari waktu ke waktu disaksikan pembunuhan misterius dan pembunuhan terang-terangan atas nyawa sejumlah anak bangsa, dari mulai Aceh sampai Dili, dari Lampung hingga Tanjung Priok. "Sungguh sangat prihatin melihat darah yang terus berceceran dan tertumpah di berbagai wilayah Indonesia. Marilah kita serukan dengan tulus dan tegas, kita akhiri bersama pertumpahan darah sesama anak bangsa. Marilah kita kembali ke ajaran agama yang paling mendalam bahwa nyawa manusia tidak ternilai harganya karena manusia adalah makhluk Tuhan," katanya. Kata dia, kalau kejadian yang mengerikan ini tidak segera diakhiri, lama-lama bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang 'berdarah dingin', maksudnya adalah bangsa yang tidak kaget atau terkejut lagi sekalipun peristiwa-peristiwa biadab dan kejam itu berupa pelenyapan nyawa manusia. Dia mengakui, semua pihak melihat penyakit-penyakit bangsa yang berupa korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) masih saja subur di tengah masyarakat, padahal diketahui bahwa hal itu adalah kemungkaran yang harus diperangi. Tidak dapat disangkal bahwa mengapa bangsa Indonesia terpuruk dalam musibah ekonomi yang berkepanjangan, ini disebabkan penyakit KKN yang terus merajalela. Katanya, keprihatinan berupa krisis ekonomi dan keuangan yang cukup lama dirasakan masyarakat dan ini akan terus dirasakan sampai batas waktu yang belum dapat ditentukan kapan selesainya. "Rupiah kita masih lemah, harga-harga sembako masih tinggi di atas jangkauan rakyat kecil, banyak PHK yang menyebabkan pengangguran meluas," katanya. Dia mengatakan, melihat masalah-masalah yang ada di hadapan bangsa Indonesia beserta tantangan yang menghadang di masa depan maka dengan kesadaran dan harus bekerja keras sambil bertawakal kepada Tuhan. (Ant/P-3) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 2 Feb 1999 jam 09:30:20 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
