---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk SUDAH 52 TEWAS DALAM INSIDEN LIQUISA JAKARTA (MateBEAN, 9/4/99), Insiden Liquisa hingga Kamis (8/4) ini telah menewaskan 52 orang. Demikian pernyataan pers Forum Solidaritas untuk Rakyat Timor Lorosae (Fortilos), ketika menemui Komnas HAM, Jum'at (9/4) ini. Menurut Fortilos, insiden tersebut bermula dari pengrusakan yang dilakukan anggota Besi Merah Putih --milisi pro-integrasi-- terhadap rumah Felisberto dos Santos, Bendahara Dinas Peternakan Tingkat II Liquisa pada 4 April 1999 sore hari. Selain itu, Fortilos juga meluruskan informasi sebelumnya yang disebutkan Kapuspen ABRI Mayjen TNI Syamsul Ma'arif mengenai ditemukannya dua pucuk senapan milik Fretilin di kediaman Pastor Rafael dos Santos. Menurut Fortilos, dari gereja, Pastor Rafael dan rekannya Pastor Yoseph Daslan dibawa paksa oleh pasukan ABRI ke Kodim, dan kemudian --setelah kedua pastor dibawa-- pasukan ABRI menembakkan granat gas air mata ke arah pengungsi di dalam gereja, di mana banyak terdapat ibu-ibu dan anak-anak. Dalam suasana panik yang dialami para pengungsi, milisi Besi Merah-Putih masuk kedalam gereja, lalu memukuli, memanah, membacok, serta menghantam dengan popor senapan para pengungsi tersebut. Akibat penyerbuan tersebut, kata pernyataan pers itu, 52 orang mati dan 7 luka-luka. Menurut Fortilos, pembantaian Liquisa tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan rangkaian dari tindakan teror dan intimidasi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok milisi di Timor Timur. Milisi-milisi ini, kata pernyataan Fortilos, memperoleh senjata tajam dan senjata api yang berasal dari ABRI. Milisi-milisi ini mengancam akan mengobarkan perang kalau kelompok pro-kemer- dekaan menang dalam pemungutan suara yang dilakuakan PBB. Fortilos melengkapi pernyataan pers-nya tersebut dengan laporan Pelanggaran Hak Asasi Manusia Kategori Berat yang berupa rangkaian pembunuhan dan penyiksaan oleh milisi pro-integrasi/otonomi di Timor Timur sepanjang triwulan pertama tahun 1999 ini. Mengutip hasil monitoring dan investigasi Yayasan HAK, maka Fortilos berkesimpulan bahwa insiden Liquisa, 3-5 April 1999 lalu, merupakan akibat dari serangkaian tindakan-tindakan teror dan intimidasi oleh kelompok-kelompok sipil bersenjata yang didukung ABRI terhadap warga masyarakat pro-kemerdekaan yang berlangsung secara sistematis, terkoordinir, dan terorganisir. Dari rakapitulasi data korban yang dikeluarkan Yayasan HAK untuk Januari hingga akhir Februari 1999 saja sudah 18 orang dinyatakan tewas akibat kekerasan fisik yang dilakukan oleh kelompok-kelompok sipil bersenjata (satuan-satuan paramiliter atau milisi pro-integrasi/otonomi), militer maupun polisi. Dalam pertemuan dengan Komnas HAM tersebut, dari Fortilos hadir Ita Fatia Nadia, Ketua Badan Pengurus Harian, dan Lefidus Malau, Sekretaris Pelaksana. Sedangkan dari Komnas HAM hadir Sjamsuddin, Sugiri, dan BN Marbun. Seusai pertemuan itu, puluhan aktivis pemuda pro-kemerdekaan Timor Timur dari Conselho Nacional Da Resistencia Timorense (CNRT/Dewan Nasional Perlawanan Timor) melakukan aksi unjuk rasa di depan halaman Komnas HAM. Mereka mengutuk ABRI dan kelompok milisi pro-integrasi sebagai pihak yang bertanggungjawab atas serangkaian intimidasi dan teror yang telah memakan korban jiwa di Timor Timur, termasuk terakhir dalam insiden Liquisa. Sejumlah poster yang mengecam ABRI dan pemerintah Indonesia digelar antara lain bertuliskan: "ABRI Otak Dibalik Aksi Milisi", "Stop Violence in East Timor", "Total Withdrawal of Indonesian Forces", "Pembantaian Liquisa Bukti Kekejaman ABRI dan Arogansi Pemerintah", dan sebagainya. Juga turut melakukan aksi sejumlah aktivis dari Forum Kajian Komunikasi Muslim Timor Timur.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 9 Apr 1999 jam 13:21:14 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
