----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Ala Jepit Kepiting Menuju MPR RI
Reporter : Rido Widodo dan Sigit Widodo

Jakarta - Gerak aksi mahasiswa yang mengincar target gedung MPR
RI, Selasa (13/04/1999) pukul 15.30 WIB, kian mendekati MPR. Ratusan
mahasiswa Universitas Mustopo di sisi Taman Ria Senayan, Forkot di depan
Hilton. Strategi menuju MPR ala jepit kepiting.

Strategi jepit kepiting ini dikemukakan oleh seorang mahasiswa yang
tergabung dalam Forum Kota (Forkot). Jepit kepiting tersebut tak lain
dengan memecah aksi dari berbagai penjuru. Strategi para mahasiswa itu
tidak sebagaimana biasanya.

Yang sudah-sudah, ketika mahasiswa bergerak, mereka menyatupadukan seluruh
kekuatan dan kemudian bergerak bersama. Kali ini, kekuatan mahasiswa itu
dipecah-pecah dengan rute yang berbeda-beda. Dari arah barat, merupakan
tugas mahasiswa Trisakti, Tarumanegara, dll.

Ratusan mahasiswa lainnya, melintasi Casablangka, lurus menyeberangi jalan
layang Jl.Sudirman, mengarah ke Tanah Abang, Pejompongan dan kemudian
bertahan di ujung jalan S.Parman di samping Gedung Jakarta Design Center.
Kemudian dari arah Timur, iring-iringan mahasiswa bergerak dengan
menggunakan sekitar 30 bus, bergerak dari Universitas Jayabaya dan UKI,
melintasi bawah Tol Cawang, terus menyusuri Jl.Gatot Subroto, Jakarta
Selatan.

Rombongan mahasiswa yang tergabung dalam Forkot, pada pukul 15.30 WIB,
sudah berada tepat di Jakarta Convention Center (JCC) atau di depan
apartemen Park Royal, yang jaraknya hanya beberapa ratus meter saja dari
MPR RI. Di situ sekitar 2.000 mahasiswa kemudian turun dari bus.

Sudah tentu jalan arteri yang melintasi depan gedung MPR, maupu di ruas
jalan yang mengarah ke Grogol maupun yang mengarah sebaliknya dari Grogol
ke Semanggi, sudah ditutup total. Namun demikian jalan tol masih bisa
dilalui seperti biasa. Hanya saja, kemacetan tak bisa dihindari lantaran
banyaknya pengendara yang memperlambat laju kendaraan untuk sejenak
melihat aksi mahasiswa.

Sementara lebih dari seribuan mahasiswa yang bergerak dari kampus UI
Salemba dan kemudian menyatroni rekan-rekannya di kampus ABA-ABI, dengan
berjalan kaki long march melintasi Matraman Raya, Jatinegara dan terus
melintasi terminal Kampung Melayu. Rute ini berubah. Semula mereka akan
melintasi Proklamasi, Imam Bonjol, dan kemudian mengarah ke Thamrin menuju
Sudirman.

Dengan kata lain, mahasiswa mencoba menembus gedung MPR RI dengan
melakukan penjepitan dari berbagai arah. Hanya saja, ratusan aparat
keamanan nampaknya begitu siap menahan laju para mahasiswa.


Updated:14:38 WIB
Aksi Mahasiswa Panaskan Jakarta
Serentak Bergerak Ke Arah MPR
Reporter : Rido Widodo dan N.Priharwanto

Jakarta - Ratusan mahasiswa Selasa (13/04/1999) pukul 14.00 WIB
melakukan long march dari UI Salemba ke Semanggi. Dari kampus Jayabaya, 30
bus mahasiswa juga bergerak menuju ke titik yang sama. Dari barat,
mahasiswa Trisakti juga bergerak. MPR dikepung dari berbagai penjuru.

Semarak aksi mahasiswa menjadikan memanaskan suasana Jakarta yang
dipayungi awam tipis. Para mahasiswa yang bergerak dari kampus UI Salemba
dengan berjalan kaki itu, merupakan gabungan mahasiswa dari berbagai
perguruan tinggi di Jakarta seperti UI, ABA-ABI, Untag, Sahid, Gunadarma,
dll.

Dengan berjalan kaki, ratusan mahasiswa, yang mengibarkan bendera merah
putih dan berbagai spanduk, serta diiringi dengan kumandang yel-yel yang
semarak, bergerak melintasi Jl.Matraman Raya, Jl.Proklamasi, memasuki Imam
Bonjol dan kemudian memasuki Thamrin dan berupaya menyusuri Jl.Sudirman.

Pada pukul 14.15 WIB, iring-iringan mahasiswa itu baru melintasi depan
FujiFilm di Jl.Matraman Raya, Jakarta Timur. Di depan kampus ABA-ABI,
pukul 14.30 WIB, iring-iringan mahasiswa berhenti. Nampaknya, mereka
sedang berupaya menambah jumlah massa. Dan jumlahnya massa mahasiswa pun
sudah bengkak menjadi lebih dari seribuan mahasiswa.

Sedangkan iring-iringan sekitar 30 bus dari kampus Jayabaya, sudah berada
di bawah Tol Cawang, Jakarta Timur. Iring-iringan yang merupakan gabungan
mahasiswa Jayabaya, UKI, dll inipun mengarah menuju Semanggi. Jumlahnya
massa mahasiswa, jika saja tiap bus ditumpangi 50 orang, totalnya mencapai
1.500 orang.

Jika saja aparat keamanan tidak menahan laju para mahasiswa itu,
diperkirakan mereka akan bertemu dalam satu titik di kawasan Semanggi,
Jakarta Selatan. Jika saja, Semanggi menjadi target titik temu, hal itu
lantaran para mahasiswa berniat menyatroni gedung MPR di Jl.Gatot Subroto,
Jakarta Selatan. Tuntutan mahasiswa itu satu, yakni pembentukan
pemerintahan transisi.

Dari arah Jl.S.Parman, Jakarta Barat, rombongan mahasiswa yang didominasi
oleh mahasiswa Trisakti, pada pukul 14.30 WIB, juga sudah bergerak
mengarah menuju ke gedung MPR RI. Nampaknya, gerakan mahasiswa itu sesuai
dengan skenario mengepung MPR RI dari berbagai penjuru arah. Mahasiswa
Trisakti ini bergerak dengan menumpang 7 metromini dan 4 kendaraan roda
empat.

Demikian juga di Jl.Casablangka, juga sudah terlihat iring-iringan
mahasiswa menuju ke Jl.Sudirman, Jakarta Selatan. Sebagian mahasiswa sudah
sampai di mulut Jl.Sudirman, tepatnya di samping Wisma Danamon. Hanya
saja, mahasiswa nampaknya langsung menyusuri jalan layang yang mengarah ke
Tanah Abang.

Terpencar-pencarnya gerakan mahasiswa ini nampaknya membuat aparat
keamanan kerepotan. Ratusan aparat dari Polda maupun PHH Kodam Jaya,
terlihat disiagakan di berbagai titik strategis. Di perempatan Tomang,
pasukan PHH mencoba memblokade gerak mahasiswa Trisakti. Pada pukul 14.35
WIB, mahasiswa masih berhadapan dengan pasukan PHH.

Mahasiswa rupanya enggan dibelokan arah, dan tetap berniat menuju
melintasi depan MPR. Namun pasukan PHH masih membendung, sehingga laju
mahasiswa terganjal belum bisa melanjutkan geraknya.

Dan seperti biasa, maraknya aksi mahasiswa itu membuat masyarakat pengguna
jalan harus pandai-pandai memilih jalan agar tidak terjebak kemacetan.
Sebagaian masyarakat yang sudah memperoleh informasi adanya aksi mahasiswa
tersebut, memilih untuk tidak berada di jalanan, atau bepergian.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 13 Apr 1999 jam 11:19:38 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke