----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

From: Yulius Caesar

 Mengikuti perkembangan situasi politik di Indonesia dan ngetrendnya
protes2 yang dilakukan sekelompok masyarakat yang kalah dalam
bersaing dalam kehidupan ini, saya mencoba menelusuri latar belakang
tuntutan masyarakat Riau (mR) yang protes terhadap pemerintah
mengenai pembagian 10% hasil minyak. Saya merasa penasaran karena
daerah lain dalam menuntut hasil bumi tidak sengotot mR.
 Dari penelitian saya selama ini baik lewat koran, majalah, buku dan
data2 di Unversitas2, dan Perusahaan2 baik yang pemerintah maupun
swasta di Jawa maupun di Sumatra(Riau) sendiri ternyata mR lebih
banyak kalah dalam persaingan untuk mendapatkan keberhasilan baik
dalam sekolah maupun pekerjaan. Dasar protes mereka disebabkan
ketidak mampuan mereka (frustrasi)untuk bisa lolos dalam seleksi baik
untuk masuk perguruan tinggi negeri di Jawa, Sumatra maupun bekerja
di perusahaan2 baik swasta maupun bukan.
 Yang lebih tragisnya, mereka sendiri yang betul2 mR tidak ada 10%
yang kuliah Universitas Negri Riau, yang paling banyak dari Sumatra
Barat, Sumatra Utara dan Sumatra Selatan karena banyak yang gugur
dalam seleksi masuk ke PT tsb. Yang bisa keterimapun akhirnya drop
out karena malas belajar sehingga tidak pernah lulus ujian. Apalagi
setelah saya cek data2 mR yang bekerja di perusahaan2 dilingkungan
Riau bisa dihitung dengan jari yang betul2 asli mR. Sehingga
perusahaan2 tsb untuk memberikan data2 ke mR berapa yang betul2 orang
Riau jadi kesulitan karena terlalu sedikit yang akhirnya mereka akali
dengan cara yang penting lulus dari sekolah Riau atau lahir di Riau
tidak peduli belakangnya ada marga Sumut maupun nama Sumbar.
 Ada cerita yang menyedihkan dan konyol dari saudara saya (pak T.Rap)
yang jadi dosen di salah satu PT disana.
 Waktu ujian (ditungguin sama T.rap ini) mereka kelihatan tidak bisa
dan berusaha untuk saling menyontek, karena T.Rap ini sudah capek
tiap kali harus memberikan ujian ulangan untuk semua akhirnya
ditinggal pergi dan dibiarkan saling menyontek.
 Apa yang terjadi ? ternyata tidak ada yang lulus karena yang
dicontekpun keliru atau teman2nya juga tidak ada yang bisa. Ini
fakta2 yang ada di situ, dan ada anekdot tentang mereka :
* Kalau kita ketemu orang di jalan dan bertanya : "Mau kemana?"
- Orang Sumut menjawab : cari makan
- Orang Sumbar & Sumsel menjawab : kepasar
- Orang Jawa menjawab : bekerja
- Orang Riau menjawab : tidak ada.
 Karena semua orang sudah tahu kalau mR tidak punya tujuan yang jelas
dalam kehidupan sehari2 maupun yang lain. Sehingga dalam protespun
tentang hasil bumi juga mau enaknya sendiri tanpa kerja keras yang
penting dapat uang.

Sekian.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 14 Apr 1999 jam 11:06:25 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke