> > > > > hi...... mau duit...... klik saja........
> > > > > http://xtracash.webjump.com/000340.html
> > > > > 
> > > > > ada yang baru nih......penghasilan tanpa batas dan dijamin pasti
> > > > dapat.....
> > > > > end .....syaratnya mudah
> > > > > dan mendapatkan bonus terus-terus....dan terus........
> > > > > hanya mengklik......   http://xtracash.webjump.com/000340.html
> > > > > 
> > > > > ayoooooo segera...... 
> > > > > 
> > > > > ##################
> > > > > ingin bonus abadi silakan klik :
> > > > > http://xtracash.webjump.com/000340.html
> > > > > http://www.ratesaver.com.au/index.htm?$i5nk 
> > > > > =================================================
> 


----------
> From: Ahmad Sudirman <[EMAIL PROTECTED]>
> To: arief muLya <[EMAIL PROTECTED]>; endang
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; DPP PAN <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]
> Subject: [mimbarbebas] LANGKAH-LANGKAH AWAL UNTUK MEMBANGUN KEMBALI
DAULAH ISLAM RASULULLAH DI ABAD MILLENNIUM YANG MODERN.
> Date: 09 April 1999 21:21
> 
> http://www.dataphone.se/~ahmad
> [EMAIL PROTECTED]
> 
> Stockholm, 9 April 1999
> 
> Bismillaahirrahmaanirrahiim.
> Assalamu'alaikum wr wbr.
> 
> LANGKAH-LANGKAH AWAL UNTUK MEMBANGUN KEMBALI DAULAH ISLAM RASULULLAH DI
> ABAD MILLENNIUM YANG MODERN.
> Ahmad Sudirman
> Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA.
> 
> 
> Tanggapan untuk Saudara Arief Mulya (Indonesia) dan Saudara Endang (ITB,
> Bandung, Indonesia).
> 
> Tulisan ini diangkat sebagai suatu jawaban singkat untuk saudara Endang
> dan saudara Arief Mulya yang menyampaikan pertanyaan langsung kepada
> saya yang dikirimkan pada tanggal 30 Maret dan 1 April 1999 mengenai
> langkah-langkah dan kemungkinan membangun kembali Daulah Islam
> Rasulullah di abad millennium yang modern sekarang ini.
> 
> Dimana saudara Arief Mulya menyatakan bahwa, "saya mengikuti
> tulisan-tulisan Bpk. mengenai Daulah Islam melalui isnet, tulisan yang
> bapak berikan menurut saya cukup bagus dan meyakinkan akan perlunya
> suatu sistem kedaulatan bagi Islam. Namun sejauh ini saya belum melihat
> (ataukah sayanya yang tertinggal ?) tulisan bapak mengenai
> langkah-langkah yang kita perlukan menuju kearah itu. Maafkan saya yang
> bodoh ini pak, tapi menurut saya disitulah titik lemahnya argumentasi
> bapak".
> 
> Kemudian saudara Endang mempertanyakan "bagaimana ditengah kondisi yang
> 'hampir' revolusi ini kita dapat menegakkan suatu negara Islam
> Indonesia, sementara masih sangat banyak orang Islam sendiri yang tidak
> setuju bahkan menentang berdirinya negara  Islam di Indonesia dengan
> argumentasi yang lebih bermakna ketakutan dan kekhawatiran akan
> berlakukanya hukum Islam yang oleh sebagian muslim dirasakan  sangat
> berat, suatu alasan yang tak berdasar menurut saya?
> 
> Kemudian bagaimana anda menganalisa kebangkitan pergerakan Islam yang
> hendak menegakkan Islam di Indonesia dalam kondisi 'hampir' revolusi
> sekarang ini, apakah kondisinya akan sama seperti halnya di Mesir
> (Al-Ikhwan), di Afghan, atau di Philipina (MNLF), atau bahkan di Iran
> (revolusi Iran)?
> 
> Terakhir, apabila pemilu '99 ini berjalan dan yang menang adalah partai
> sekuler (dan bukan Islam) kemudian menerapkan sistem pemerintahannya,
> yang saya bayangkan adalah posko-posko yang bertebaran disetiap penjuru
> wilayah (setiap radius 100) saat ini pada akhirnya akan menjadi posko
> pembantaian umat Islam (pergerakan Islam)".
> 
> Terimakasih saya ucapkan kepada saudara Endang dan saudara Arief Mulya
> atas pertanyaan dan tanggapannya. Dibawah ini saya akan berusaha
> seringkas mungkin untuk memberikan jawabannya.
> 
> Sebelum saya menjawab pertanyaan diatas, saya sampaikan disini bahwa
> tujuh hari yang lalu anak saya yang perempuan yang masih berumur lima
> belas tahun mengikuti suatu konferensi di Stockholm dengan tema
> "Generasi Baru Muslim di Eropa" yang dihadiri oleh hampir sebagian
> generasi muda muslim dari seluruh negara-negara di Scandinavia. Suatu
> pemandangan yang membahagiakan sebagai satu tanda bangkitnya generasi
> baru Muslim di Eropa, dimana terlihat para remaja perempuan yang
> berjilbab seolah-seolah mereka menampilkan inilah generasi baru Muslim
> di Eropa yang akan menggantikan generasi sekuler dan negara sekuler
> dengan Daulah Islam Rasulullah.
> 
> Nah sekarang, sebenarnya sebagian mengenai langkah-langkah untuk
> membangun kembali Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang
> Madinahnya telah saya kupas dalam tulisan-tulisan saya yang telah lalu.
> Tetapi tidak mengapa, kita kupas sekali lagi untuk memberikan sedikit
> gambaran kepada mereka yang masih menghendaki untuk mengetahui bagaimana
> langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengembalikan kembali Daulah
> Islam Rasulullah dengan Undang Undang Madinahnya ini.
> 
> Sebagaimana judul tulisan diatas, saya mengupas untuk kali ini adalah
> langkah-langkah awal untuk membangun kembali Daulah Islam Rasulullah
> dengan Undang Undang Madinah-nya. Dimana langkah-langkah awal ini adalah
> dirangkumkan kedalam;
> 
> Pertama, mencontoh metode dakhwah Rasulullah semasa masih di Mekkah,
> yaitu setelah menerima perintah "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang
> menjadikan. Yang menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan
> Tuhanmu yang teramat mulia. Yang mengajarkan dengan pena. Mengajarkan
> kepada manusia apa yang tidak diketahuinya" (Al 'Alaq: 1-5). Setelah
> menerima wahyu pertama ini, maka istri Rasulullah yang dicintainya Sitti
> Khadijah yang pertama mengimani dan masuk Islam.
> 
> Kemudian setelah mendapat perintah "Hai orang yang berselimut: Bangunlah
> dan berilah peringatan. Besarkanlah Tuhanmu, bersihkanlah pakaianmu,
> jauhilah perbuatan ma'siat, janganlah kamu memberi, karena hendak
> memperoleh yang lebih banyak. Dan hendaklah kamu bersabar untuk memenuhi
> perintah Tuhanmu" (Al-Muddatstsir: 1-7), maka mulai Rasulullah secara
> sembunyi - sembunyi menyebarkan Islam kepada sahabat-sahabat
> terdekatnya, Abu Bakar Siddiq, Utsman bin 'Affan, Zubair bin Awwam,
> Sa'ad bin Abi Waqqash, Abdurahman bin 'Auf, Thalhah bin 'Ubaidillah, Abu
> 'Ubaidillah bin Jarrah, Arqam bin Abil Arqam, Fatimah bin Khathab (adik
> Umar bin Khathab), Said bin Zaid Al 'Adawi (suami Fatimah bin Khathab.
> Sahabat-sahabat inilah yang mendapat gelar As Saabiquunal awwalun, yaitu
> orang-orang yang terdahulu yang pertama-tama masuk Islam. Dakhwah secara
> sembunyi-sembunyi ini dilancarkan kurang lebih tiga tahun. Jadi disini
> Rasulullah tidak melibatkan diri langsung dengan kaum kafir Quraisy
> dibawah pimpinan Walid bin Mughirah untuk menyebarkan Islam, melainkan
> berada diluar system orang-orang musyrik dan kafir Quraisy. Inilah yang
> disebut metode dakhwah Rasulullah secara sembunyi-sembunyi atau rahasia.
> 
> Selanjutnya setelah turun perintah memberikan dakhwah secara
> terang-terangan dengan turunnya ayat  "Maka jalankanlah apa yang telah
> diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang
> musyrik"(Al-Hijr: 94). "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu
> yang terdekat"(Asy-syu'ra: 214), maka Rasulullah secara terang-terangan
> menyebarkan Islam dan sekaligus berpaling dari kaum kafir dan musyrik
> Mekah. Disini Rasulullah tidak mengadakan  kompromi atau melalui cara
> damai, karena Allah telah menugaskan untuk menyiarkan Islam dan
> berpaling
> dari orang-orang yang menentang Islam secara terang-terangan. Inilah
> yang disebut dengan metode dakhwah Rasulullah secara terang-terangan
> tanpa kompromi.
> 
> Kedua, membangun masyarakat muslim dalam rangka pembinaan dan penguatan
> akidah Islam dan pengenalan lebih jauh tentang Islam sebagaimana inti
> yang tercantum dalam surat-surat yang diturunkan di Mekkah, seperti
> masalah akidah, ketauhidan, sejarah Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul, dakhwah,
> surga dan neraka, sifat-sifat manusia, golongan-golongan manusia,
> kejahatan syaitan dan kemuliaan malaikat dan ilmu pengetahuan.
> 
> Dimasa melakukan dakhwah secara terang-terang inilah Rasulullah
> mengadakan pembentukan jamaah yang terbuka disuatu tempat yang dikenal
> dengan nama Aqabah sehingga lahirlah apa yang disebut dengan ikrar
> Aqabah pertama.  Dalam melakukan ikrar Aqabah ini beberapa utusan suku
> Aus dan Khazraj dari Yatsrib (Madinah sekarang), yaitu Abu al-Haitsam
> bin Thayyiban, Abu Umamah Asad bin Zujarah,  'Auf bin Harits, Rafi' bin
> Malik bin 'Ajlan, Qutbah bin 'Amir bin Hadidah dan Jabir bin 'Abdullah
> bin Rubab mengikrarkan di depan Rasulullah untuk memeluk Islam.
> 
> Kemudian pada tahun ke duabelas kenabian, dilakukan ikrar Aqabah kedua
> dimana datang tujuh puluh dua orang muslim dari Yatsrib di musim haji
> dan menerima Islam, juga sekaligus mengundang Nabi untuk datang ke
> Yatsrib. Pemimpin mereka Bara bin Marur menyatakan atas nama orang-orang
> Yatsrib memberikan jaminan dan perlindungan yang diperlukan Nabi. Nabi
> memilih dua belas orang dari muslimin Yatsrib dan diangkat sebagai
> pemimpin. Sembilan orang dari suku Khazraj dan tiga orang dari suku Aus.
> Yang dari Khazraj adalah Asad bin Zararah, Rafi' bin Malik, Ubadah bin
> Shamit, Sa'ad bin Rabi', Mandzar bin 'Amr, 'Abdullah bin Rawaha, Bara
> bin Marur, 'Abdullah bin 'Amar dan Sa'd bin 'Ubadah. Dari suku Aus
> adalah Usaid bin Hudnair, Sa'd bin Khaitsmah dan Rafa'ah bin 'Abdul
> Mundzar. (Majid 'Ali Khan, Muhammad The Final Messenger, 1980).
> 
> Ketiga, melakukan hijrah, dimana setelah Rasulullah menerima perintah
> "...Dan orang-orang yang lemah, baik laki-laki, wanita maupun anak-anak
> yang semuanya berdo'a: Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini
> (Mekah) yang zhalim penduduknya..." (An-Nisa: 75).
> 
> Jadi dari uraian langkah-langkah awal pembentukan kembali Daulah Islam
> Rasulullah diatas dapat ditarik kesimpulan yaitu, mengikuti metode
> dakhwah Rasulullah secara sembunyi-sembunyi dan dilanjutkan dengan cara
> terang-terangan. Kemudian membangun jamaah Muslim yang terdiri dari
> berbagai golongan, suku, masyarakat setelah dilakukan pembinaan dan
> penguatan akidah Islam dan pengenalan lebih jauh tentang Islam
> sebagaimana inti yang tercantum dalam surat-surat yang diturunkan di
> Mekkah, seperti masalah akidah, ketauhidan, sejarah Nabi-Nabi dan
> Rasul-Rasul, dakhwah, surga dan neraka, sifat-sifat manusia,
> golongan-golongan manusia, kejahatan syaitan dan kemuliaan malaikat dan
> ilmu pengetahuan. Selanjutnya menunjuk pemimpin dari setiap golongan,
> suku, masyarakat yang telah terlibat dalam jamaah Muslim untuk memimpin
> golongan, suku, masyarakatnya. Baru setelah kuat dan telah sampai
> saatnya, maka jamaah Muslim melakukan hijrah, yaitu melahirkan
> pembentukan kembali Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang
> Madinahnya. Setelah lahir Daulah Islam Rasulullah baru diisi dengan
> segala perlengkapan dan kebutuhan serta perencanaan yang dibutuhkan
> untuk menjalankan Daulah Islam Rasulullah sesuai dengan apa yang telah
> dicontohkan Rasulullah dan diteruskan oleh Khulafaur Rasyidin dengan
> sistem khilafahnya (Khalifah Abu Bakar, Khalifah Umar bin Khattab,
> Khalifah Usman bin Affan, Khalifah Ali bin Abi Thalib)(11 H-40 H, 632
> M-661 M).
> 
> Tetapi sekarang sebelum Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang
> Madinahnya berdiri kembali, maka perlu kita perhatikan apa yang
> dipertanyakan oleh saudara Endang diatas, yaitu "bagaimana ditengah
> kondisi yang 'hampir' revolusi ini kita dapat menegakkan suatu negara
> Islam Indonesia, sementara masih sangat banyak orang Islam sendiri yang
> tidak setuju bahkan menentang berdirinya negara  Islam di Indonesia
> dengan argumentasi yang lebih bermakna ketakutan dan kekhawatiran akan
> berlakukanya hukum Islam yang oleh sebagian muslim dirasakan  sangat
> berat?"
> 
> Jawaban saya adalah memang kondisi masyarakat Indonesia sekarang sama
> dengan kondisi masyarakat Mekkah sewaktu Rasulullah masih berjuang dan
> berdakhwah di Mekkah. Walaupun tentu saja ada bedanya, masyarakat
> Indonesia sekarang yang menurut cerita adalah mayoritas Muslim tetapi
> takut dan khawatir dengan berdirinya kembali Daulah Islam Rasulullah
> dengan Undang Undang Madinah-nya, sedangkan masyarakat Mekkah waktu itu
> adalah masyarakat Quraisy yang benar-benar anti kepada Islam, Rasulullah
> dan para sahabatnya. Tentu saja dalam keadaan kondisi yang seperti
> sekarang ini di Indonesia, tidak mungkin melahirkan kembali Daulah Islam
> Rasulullah. Karena itu, kita sebagai ummat Muslim yang telah sadar untuk
> mengikuti contoh Rasulullah melakukan dakhwah dan pembinaan serta
> pembentukan jamaah Muslim untuk dipersiapkan kelak ketika sudah waktunya
> melahirkan kembali Daulah Islam Rasulullah. Lakukan dakhwah secara
> terang-terang, katakan yang hak adalah hak, yang batil adalah batil.
> 
> Adapun tentang apa yang telah terjadi di Mesir (Al-Ikhwan), di Afghan,
> atau di Philipina (MNLF), atau bahkan di Iran (revolusi Iran) mereka
> mempunyai jalan sejarahnya sendiri, yang tentu saja apa yang baik dari
> mereka yang tidak bertentangan dengan apa yang telah dicontohkan
> Rasulullah dalam membangun Daulah Islam dengan Undang Undang Madinahnya
> dapat diambil sebagai bahan pelajaran dan pertimbangan. Sedangkan yang
> dianggap bertentangan dengan  apa yang telah dicontohkan Rasulullah
> dalam membangun Daulah Islam dengan Undang Undang Madinahnya kita buang
> jauh-jauh. Keberhasilan atau kegagalan dalam membangun kembali Daulah
> Islam Rasulullah dengan Undang Undang Madinahnya adalah tergantung dari
> usaha kita kaum Muslimin, apakah kita mengikuti jejak Rasulullah atau
> tidak dalam membangun Daulah Islam dengan Undang Undang Madinahnya ini.
> 
> Terakhir tentang masalah yang ditakutkan oleh saudara Endang yaitu
> "apabila pemilu '99 ini berjalan dan yang menang adalah partai sekuler
> (dan bukan Islam) kemudian menerapkan sistem pemerintahannya, yang saya
> bayangkan adalah posko-posko yang bertebaran disetiap penjuru wilayah
> (setiap radius 100) saat ini pada akhirnya akan menjadi posko
> pembantaian umat Islam (pergerakan Islam)".
> 
> Jawaban saya adalah menurut pemikiran saya, bayangan apa yang akan
> terjadi setelah pemilu 1999 ini apabila partai-partai sekuler berhasil
> menguasai Daulah Pancasila dengan UUD'45-nya, tidaklah seperti yang
> terbayang dalam pikiran saudara Endang. Karena menurut saya, kalaulah
> mau Indonesia kembali ke zaman Kanibalis, maka mungkin akan terjadi
> seperti yang ditakutkan oleh saudara Endang, tetapi kalau memang akan
> menuju kepada manusia yang beradab, saya pikir pembantaian ummat Islam
> adalah terlalu besar dan terlalu berbahaya untuk dilakukan oleh para
> pendiri dan pendukung partai-partai sekuler di Indonesia. Yang penting
> menurut saya sekarang adalah seluruh kaum Muslimin termasuk
> partai-partai yang ingin menegakkan Islam di Indonesia haruslah bersatu
> dan menyiapkan kepada suatu usaha untuk membangun satu masyarakat muslim
> dan non muslim didalam satu kekuasaan pemerintahan Islam dimana Allah
> yang berdaulat, yang menerapkan musyawarah dan menjalankan hukum-hukum
> Allah dengan adil dalam naungan Daulah Islam Rasulullah dengan Undang
> Undang Madinah-nya, yang berdasarkan akidah Islam yang tidak mengenal
> nasionalitas, kebangsaan, kesukuan dan ras dengan tujuan untuk beribadah
> dan bertakwa kepada Allah SWT.
> 
> Inilah jawaban saya yang singkat untuk saudara Endang dan saudara Arief
> Mulya.
> 
> Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
> [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
> waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
> menyinggung tentang khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
> lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad
> 
> Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
> memohon petunjuk, amin *.*
> 
> Wassalam.
> 
> Ahmad Sudirman
> 
> http://www.dataphone.se/~ahmad
> [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> 
> ------------------------------------------------------------------------
> eGroups Spotlight:
> "Loads" - A "truckstop" support group for trucker families.
> http://offers.egroups.com/click/243/3
> 
> eGroup home: http://www.eGroups.com/list/mimbarbebas
> Free Web-based e-mail groups by eGroups.com
> 

------------------------------------------------------------------------
eGroups Spotlight:
"Aok-china" - Adopting older kids from China.
http://offers.egroups.com/click/243/4

eGroup home: http://www.eGroups.com/list/mimbarbebas
Free Web-based e-mail groups by eGroups.com

Kirim email ke