Assalamualaikum wrt. wbt.

Kepada rakan-rakan seperjuangan yang cinta kepada masyarakat Atjeh yang
sedang memperjuangkan kemerdekaan melalui jalan damai Referendum,
supaya memberi perhatian dan membantah ucapan yang dikeluarkan oleh
kolonel pol Drs.Djuharnus Wiradinata. Ucapan yang seperti ini
mencemarkan perjuangan suci para mahasiswa Atjeh yang sedang menuntut
referendum.

Kita semua tahu bahwa antek-antek penjajah dan perampok indonesia
sangat pandai memutarbalikkan ucapan untuk memfitnah perjuangan rakyat
Atjeh untuk membebaskan diri dari penindasan dan perampokan oleh
indonesia.

Beritahu kepada si Djuharnus binatang itu supaya tidak membuat
fitnah-fitnah yang akan lebih menyakitkan hati bangsa Atjeh. Bangsa
Atjeh sekarang sudah sadar dan sudah sangat membenci penjajah dan
perampok indonesia beserta antek-anteknya,termasuk polisi dan ABRI yang
sering kali bersikap seperti binatang.

Sudah tiba masanya bagi bangsa Atjeh untuk bangkit dan mengusir
binatang-binatang penjajah dan perampok tersebut. Mahasiswa Atjeh yang
terdiri dari anak-anak masyarakat Atjeh sedang bangkit untuk menentang
penjajah dan perampok indonesia. Tiada perbedaan pandangan mahasiswa
dan masyarakat Atjeh. Tolong beri tahu si Djuharnus binatang itu untuk
angkat kaki dari bumi Atjeh.

Selamat berjuang wahai mahasiswa Atjeh untuk memperjuangkan nasib
bangsa Atjeh yang sedang diperkosa oleh penjajah dan perampok yang
datang dari Indonesia/Jawa.

Allahu Akbar
Hudep Atjeh Merdeka


------------------------------------------------------------------------
eGroups Spotlight:
"Kosovo-Reports" - Direct reports from Kosovo/Serbia/Yugoslavia.
http://offers.egroups.com/click/252/0

eGroup home: http://www.eGroups.com/list/mimbarbebas
Free Web-based e-mail groups by eGroups.com

Title: WASPADA Berita Aceh

BERITA ACEH WASPADA

SENIN, 12 APRIL 1999


Laporkan Jika Sosialisasi
Referendum Meresahkan

BANDA ACEH (Waspada): Kapolda Aceh mengimbau masyarakat untuk melapor ke polisi jika dirugikan kelompok mahasiswa/masyarakat yang sedang gencar mensosialisasikan referendum di Aceh.

"Prinsipnya kita tidak melarang mahasiswa/masyarakat mensosialisasikan referendum sepanjang tidak mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat itu sendiri," kata kolonel pol Drs.Djuharnus Wiradinata kepada Waspada di kediamannya Sabtu (10/4).

Apa benar sosialisasi referendum di Aceh Utara dan Timur sudah menjurus ke tindakan anarki? Kapolda dengan nada yakin mengatakan mahasiswa Aceh tidak akan bertindak sejauh itu karena mereka kalangan intelektual yang cinta damai.

"Coba anda lihat! Meski aksi unjuk rasa mahasiswa di daerah lain sering rusuh, di Aceh tetap tertib dan aman-aman saja," kata Kolonel Polisi Djuharnus yang mengaku belum menerima laporan dari seorang masyarakat pun tentang tindakan anarkis yang dilakukan mahasiswa Aceh.

Menurut Kapolda Aceh, siapapun di negara hukum RI yang melakukan tindak kekerasan dan mengganggu keamanan dan ketertiban umum akan tetap berhadapan dengan aparat penegak hukum.

Ia mengimbau kepada mahasiswa Aceh untuk mewaspadai kelompok tertentu yang ingin membuat Aceh tidak aman dan terpecah-belah. Sebab, katanya, kelompok semacam itu cukup ahli merekayasa situasi dengan menghalalkan berbagai cara.

Bendera Aceh Merdeka

Menurut informasi yang berkembang, sosialisasi referendum di Aceh Utara dan Timur sudah mendekat tingkat meresahkan. Misalnya, kata seorang penduduk Lhokseumawe kepada Waspada di Banda Aceh, para aktivis mahasiswa melakukan aksi coret di kantor kantor pemerintahan, jalan negara dan tempat-tempat strategis lainnya.

Bahkan, kata seorang penduduk kota Lhokseumawe, di jalan negara Banda ACeh-Medan (kawasan Lhokseumawe) selain tulisan referendum yang dilakukan oleh mahasiswa, ada kelompok yang menulis Aceh Merdeka lengkap dengan bendera dan logo di jalan tersebut. (b04)



eGroups Spotlight: "Kosovo-Reports" - Direct reports from Kosovo/Serbia/Yugoslavia. http://offers.egroups.com/click/252/0
eGroup home: http://www.eGroups.com/list/mimbarbebas
Free Web-based e-mail groups by www.eGroups.com

Kirim email ke