----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Saya belajar untuk menyepi dan sudah 3 hari
mencoba memutuskan pertalian emosi dengan
tanah air. Komputer saya dibiarkan terlantar di pojokan
sendirian, dia kelihatan begitu menghiba minta belas
kasihan. Jelas alat satu satunya untuk menghubungi
dunia luar secara murah dan gampang ini tidak saya
perdulikan, sampai suara telpon berdering 2  malam yg lalu.

Saya terperanjat, suara CNN Headline news di TV saya
kecilkan, saya angkat dan diujung sana samar samar
saya mendengar suara Zaitun kembali.

Sejenak saya merasa menyesal, barangkali
Atun menelpon saya untuk menagih uang 50 dollar
yang saya janjikan 2 minggu yang lalu. Uang itu
masih utuh di dompet saya, cuma jumlahnya berkurang
menjadi 40 dollar ( dipotong untuk Kosovo ) saya masih
menunggu sampai teman yang akan pulang ke tanah air
awal bulan depan benar benar jadi berangkat untuk saya
titipi.

Tapi Atun ternyata bukan menagih janji, dia cuma
mau ngobrol, nada suaranya sedih, Awalnya dia banyak
bercerita, tapo tidak lama kemudian dia lebih banyak
bertanya setelah itu terdiam. Wajar memang bila orang
kecil macam Atun dilanda depresi, Tapi getaran suara Atun
entah kenapa menggoyang perasaan iba yang kental.

H ( Hasan Basri ): Ada apa dengan kamu Tun?
A ( Zaitun ) : Atun lagi suntuk sekali Bang Hasan..

H: Ceritakan Tun
A: ( dia terdiam 2 menit ) Seminggu yang lalu, sehabis
nelpon Bang Hasan, Om Atun Jual motor GL Pro, duitnya buat Atun..

H: Kok dikasih duit Atun malah sedih?
A: hmm semuanya ludes bang..( suara melemah )

H: Apakah kamu main judi?
A: Bukan, Atunkan ngurus Paspor, abis 1 juta, trus ngurus
Visa di kedutaan Amerika abis1 juta lebih gara gara ditolak 2 kali.

H: Astaga Atun, kenapa nekat mau kesini juga?
A: ( dia bebisik tanpa daya ) Atun takut bang, menjelang pemilu
ini keadaan bakalan semakin amburadul. Atun nggak mau tinggal
di negara ini lagi, Atun ingin lari, cuma dengan ke luar negeri barangkali
Atun bisa menyelamati diri sendiri, juga keluarga Atun nantinya..

H: Itu benar Atun, tapi kita harus optimis dalam..
A: ( atun memotong ) Sudah deh bang Atun nggak perlu nasehat.
Dari dulu ini kuping udah lelah dengerin nasehat. Dari Pak Lurah
sampai Koruptor ber bmw juga di negeri ini kan hobbynya nasehatin
orang mulu,orang kitakan mengidap soctares- complex yang hobby
berpeteuah seolah olah dia manusia paling bijak.

( Saya terdiam membenarkan, Atun meneruskan lagi )
Nah Atun nelpon Bang Hasan sebenarnya cuma mau
nanya nanya aja,  Atun pengen tahu lebih banyak soal
hidup di Amerika. Apa bener enak hidup disana bang?

H: ( saya bingung untuk menjawab, bila saya mencoba
meringankan hati Atun agar tidak kecewa, sebaiknya saya
berbohong bilang bahwa hidup di Amerika itu susah,
seperti kata pepatah " Dari pada hujan berlian di negeri
orang, lebih baik hujan tinja di negeri sendiri , tapi entah
kenapa  yang keluar dari mulut saya..) Iya Tun memang
jauh lebih enak, kebebasan hidup terasa sekali disini..

A: Disana orang miskin kaya Atun bisa jadi kaya ngga?
H: di Amerika, seperti dimanapun menjadi kaya tidak gampang
Tun, tapi disini menjadi miskin justru sesuatu yang aneh.
Kalau mau kerja keras, setiap orang punya kesempatan
yang sama untuk sukses..

A:Tapi Atun nggak punya pendidikan yang cukup.Atunkan
nggak tamat smea...di Indonesia paling Atun kerja di toko
buku atau jadi tukang ketik. Mana ada yang cuma tamatan
smp jadi orang sih di dunia ini..
H: Tidak tamat smea bukan artinya gagal jadi orang Tun,
disini yang namanya Sonny Bono, dia kongresmen yang
disukai hampir semua orang dulunya penyanyi tenar nggak lulus sma,
kalau Atun suka dunia seni pasti Atun tau Billy Joel,Christopher Cross,
Michelle Pfeiffer, mereka semua nggak lulus sma...

H:Biaya hidup disana mahal ngga bang?
A: Jelas lebih mahal dari di Indonesia, di tanah air segalanya
memang murah, tapi orang nggak punya duit. Sedang di Amerika
mahal tapi hampir semua orang berduit..

A: Kalo Atun ada disana, Atun bisa pergi ke mesjid ngga?trus Atun bisa
sholat Taraweh ngga dibulan puasa?
H: Ya Tun di kota kota besar di Amerika selalu ada mesjid dan ada tarawehan.
Disini jumlah mesjid mala makin bertambah setiap tahun..

A: Disana orang pada berantem ngga?
H: Selama saya tinggal di Amerika nggak pernah liat orang
main pukul pulukan Tun..

A: Disana ada Azan ngga?
H:Disini Azan dilarang, begitu juga lonceng gereja dilarang dibunyikan.
Tapi selebihnya orang bebas beribahda Tun, Dan orang Islam kaya kita
nggak pernah dapat intimidasi dari siapapun karena hak beragama dan
melakukan ibadat dilindungi benar dalam undang undang.

A: Disana Abrinya galak galak ngga?
H: Militer di Amerika dilarang berjalan jalan dengan pakaian
lengkap.Saya nggak pernah melihat tentara jalan rame rame
di jalanan, paling paling mereka ngumpul di barak, dan mereka Tun
selalu respek dan segan dengan orang sipil..

A:Atun ingin jalan jalan keliling dunia, mahal nggak dari sana?
H:Saya baru saja lihat ada travel agent yang jual tiket around
the world stop over di 8 negara harganya 999 dollar Tun,

A: Wah masih mahal atuh Bang Hasan..
H: Harga segitu, dibawah rata rata gaji 2 minggu
pekerja disini Tun..

A:Hari Sabtu ini, Bang Hasan mau ngapain aja?
H: ( Saya berusaha untuk mengelak, tapi celaka
mulut saya terus saja mengoceh secara blak blakan )
Saya mau pergi nonton showboat Branson Belle
di Branson, nonton pertunjukan Cabaret Show
diatas kapal uap yang mengelilingi danau Table Rock
yang biru jernih plus dinner cuma menghabisi 36 dollar
berdua Tun buat bulan ini. Biasanya 28 dollar seorang.
Jadi harga segitu bagi orang disini murah lho Tun..

A: Tahun depan rencananya mau jalan jalan kemana bang?
H: Tahun ini Abang akan ke Alaska, tahun depan
barangkali saya akan keliling Eropa dan Australia.

A: Bang Hasan banyak duit nih ye..
H: Nggak Tun, banyak utang malah..Yang paling penting
dalam hidup sebenarnya bukanlah seberapa banyak kita
mendapatkan income, tapi seberapa banyak kita bisa
menyimpan uang.

A:Trus bisa keliling Eropa itu gimana caranya?
H: Tiket memang murah,makanan barangkali juga murah.
Tapi untuk penginapan karena di Eropa dengar dengar
harganya lumayan, Saya harus numpang di rumah
teman teman. Di London saya bisa nginap di rumah Deana,
dia teman dekat yg kenal di Internet. Di Amsterdam , Paris
dan Brussel juga sama...

A: Dasar padang, paling jago soal penghematan..
H: Iya Tun, Padang itu ahli merantau..dari pada nggak
ada tumpangan lebih baik kemping di pinggiran freeway ha ha ha..

A: ( Saya tertawa, tapi Atun tidak, dia terdiam .)
H: Tun? hallo? ( saya menyapa beberapa kali..)
Tun? halloo..halloooooo.....
( Suara tetap hening di seberang sana..saya khawatir
karena saya tahu Atun pasti menelpon dari pasar cipulir
membayar preman preman yang ahli sambung interlokal
yang bertampang seperti jagal )

Tiba tiba mendadak saya mendengarkan isak tangisan,
Mulanya terdengar seperti seorang soprano yang
mendesah sendirian, tapi semenit kemudian saya tahu
bukan cuma Atun yang sedang menangis dalam box
telepon umum, ada 2 atau 3 suara isakan wanita yang
berbeda.

Saya terhenyak dan mematung tanpa bersuara.
CNN di televisi masih menayangkan pembantaian di Kosovo,
Kemudian berganti dengan berita seorang imigran Haiti yang
menang lotto hampir 200 juta dollar di New York sana.

BLAPPPP..tiba tiba suara telepon terputus.
Atun meng hang up tanpa aba aba.

Sekejab saya merasa bersalah..
Kenapa harus bercerita jujur tentang nyamannya hidup
di negeri orang pada orang yang sedang kecewa dan gagal.


( Hari ini saya mendengar berita bahwa, Bukan cuma
Atun yang gagal mengambil Visa di kedutaan Amerika,
diantara ratusan antrian manusia di merdeka timur sana,
Atun ditemani Soleha, Oneng dan Kusmiati yang bersama
sama menjual perhiasan dan menjebol arisan lantaran ingin
melarikan diri dari tanah air...Suara tangisan yang saya dengar
tadi malam adalah suara para  pemimpi dari kampung rawa
bebek yang bersama sama mendengarkan saya bicara dalam
box telepon umum. Seperti layaknya sebuah kwartet, mereka
menangis bersama sama di pojokan..menangisi kegagalan
dan sebuah masa depan yang kian  temaram..)

Hasan Basri

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 17 Apr 1999 jam 00:51:32 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke