---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk SITUASI TERAKHIR CAILACO-BOBONARO 15 APRIL 1999 Penembakan di Kec. Cailaco, Kabupaten Bobonaro pada tgl 12 April 1999 Beberapa sumber terpercaya mengatakan bahwa pada pada tanggal 12/4/1999, pukul 06.00 Wita, telah terjadi penangkapan sewenang-wenang terhadap lima (5) orang warga di Cailaco oleh aparat kemanan dari Kodim, pasukan BTT dan gerombolan milisi Halilintar. Mereka yang ditangkap secara sewenang-wenang dirumahnya masing-masing dan dibawa ke markas Koramil Cailaco: 1. Antonio Soares, 38 th, Guru SDN Cailaco, alamat Kmp Purgoa, Desa Meligo, Kecamatan Cailaco. 2. Joao, 35 th, Guru SD Dahudu, Desa Dahudu, Kecamatan Cailaco, Bobonaro, Kepala Desa Dahudu. 3. Serta tiga anggota masyarakat biasa (identitas ketiga orang tersebut belum diketahui). Mereka ditangkap karena dicurigai oleh ABRI dan gerombolan milisi menentang otonomi dan melakukan kerja sama dengan kelompok pro-kemerdekaan, khususnya Falintil yang ada di hutan. Saat ditangkap, mereka langsung disiksa dan dianiaya. Menurut keterangan yang disampaikan keluarga korban pada tgl 13/04/1999, bahwa nasib para korban belum diketahui apakah mereka telah dibunuh atau ditahan di markas militer. Kemudian, pada hari yang sama (12/4/1999), pukul 08.30 Wita, berlangsung penyerangan bersenjata terhadap Manuel Soares Gama dan rombongan di Kampung Purgoa, Desa Meligo, Kecamatan Cailaco, Kabupaten Bobonaro. Dalam peristiwa tersebut, dua orang meninggal dunia dan lima orang luka-luka masing-masing adalah: Korban meninggal dunia: 1. Manuel Soares Gama, 51 th, Kepala Dinas Pendapatan TK.II Bobonaro 2. Angelino Bere Asa, 40 th Prajurit Kepala TNI-AD, anggota Kodim Bobonaro Korban luka-luka: 1. Miguel, 23 th, 2. Manuel, 30 th, 3. I Ketut Subrata, 26 th, PNS PLN Cailaco, 4. Aristides, 25 th, Pegawai honorer PLN Cailaco, 5. Luis Antonio,anggota Koramil Cailaco, pangkat Kopral Satu TNI-AD. Menurut Gulherme dos Santos, Bupati Bobonaro, di Harian Umum STT, rombongan Manuel Soares Gama yang sedang dalam perjalanan dari rumah menuju Maliana dengan mengendarai mobil jenis Kijang (DF 9542) diserang oleh Falintil. Tim Investigasi yang melacak kebenaran berita tentang pelaku penembakan tersebut kepada beberapa sumber yang dapat dipercaya membenarkan para pelaku penembakan tersebut adalah Falintil. Menurut hasil konfirmasi Tim Investigasi kepada kerabat mereka yang ada di Maliana pada tgl 13/04/1999 sekitar pukul 18.00, mengatakan bahwa setelah terjadi penembakan terhadap rombongan Manuel Soares Gama, kelima orang yang ditangkap tersebut diambil dari markas Koramil Cailaco dan selanjutnya dibawa ke rumah tempat Manuel Soares Gama disemayamkan. Ditempat itu Dandim Bobonaro, Letkol. Infanteri Burhanudin Siagian, memerintahkan anak buahnya melakukan eksekusi tembak ditempat terhadap kelima orang tersebut di muka umum dan disaksikan langsung oleh warga masyarakat dan Muspida TK. II Bobonaro. Setelah penembakan sewenang-wenang itu, Letkol. Burhanudin menegaskan kepada masyarakat serta pejabat di daerah itu bahwa siapa yang berani melawan pemerintah dan ABRI akan mendapat ganjaran yang sama seperti kelima orang ini. Mayat dari kelima orang warga tersebut apakah dimakamkan oleh sanak keluarganya atau tidak, belum diketahui secara pasti. Setelah penyerangan terhadap ketujuh orang korban dan dibalas ABRI dengan eksekusi langsung terhadap lima orang warga, terjadi penangkapan dan aksi pembunuhan terhadap warga di kecamatan tersebut. Para pemuda banyak yang melarikan diri ke hutan dan ada yang mengungsi ke luar Kota Cailaco. Hingga kini Kota Cailaco bagaikan kota mati, aktifitas masyarakat terhenti total. Yang berada di rumah hanyalah anak-anak, para ibu serta kakek-kakek tua. Aksi susulannya telah terjadi penangkapan serta pengrusakan terhadap rumah-rumah di daerah itu termasuk di Kecamatan Maliana pada tanggal 12 April 1999 dan hari ini tanggal 13 April 1999 oleh ABRI bersama gerombolan milisi Halilintar terhadap yakni masing-masing milik : 1. Manuel Magelhaes, mantan Kepala Dinas PU TK II Bobonaro, rumah milik Asisten II Setwilda TK II Bobonaro. Rumah korban dibongkar, semua perabot rumah tangga dibawa ke jalan raya kemudian dibakar oleh para pelaku itu. Anggota keluarganya mengungsi dan berlidung di rumah susteran Maliana. 2. Joao Vicente, rumah milik Cipriano, pegawai Pemda TK II Bobonaro. Rumah korban dibongkar, semua perabot rumah tangga dibawa ke jalan raya kemudian dibakar oleh para pelaku itu. Termasuk antena parabola, TV, sebuah sepeda motor dan satu unit mobil kijang pick up dibawa ke rumahnya Joao da Silva Tavares, pimpinan Halilintar yang sekaligus Panglima Perang Pro-Integrasi. Anggota keluarganya mengungsi dan berlindung di rumah susteran Maliana. 3. Anacleto, 4. Joao Lopes, 5. Adriano, 6. Guelherme Cairo, di Desa Lahomea. 7. Joao Godinho, (korban dipukul hingga masuk rumah sakit Maliana). 8. Jose Andrade, PNS P&K Bobonaro (Joao Andrade telah ditahan oleh aparat sejak terjadinya peristiwa penembakan terhadap empat orang warga di Kampung Moleana-Maliubun, Desa Ritabou, Kecamatan Maliana) 9. Bonifacio 10. Apolinario 11. Adao Keterangan tentang kerusakan rumah yang lainnya belum diketahui secara pasti. Dalam peristiwa pengrusakan tersebut, para pelaku memukul pemilik rumah dan barang-barangnya dibuang ke jalan raya. Menurut informasi yang diterima bahwa tindakan mereka sangat brutal. Warga Maliana sekarang dalam keadaan ketakutan, menangis dan pasrah. Banyak pemuda yang yang ditangkap dan kemungkinan besar akan dibunuh. Operasi pembersihan tersebut menurut beberapa sumber akan berhenti pada tanggal 24 April 1999. Selanjutnya, pada tgl 13 April 1999, pukul 10.30 Wita, di Terminal Tunubibi kernet Bus Umum DKL jurusan Dili-Maliana yang bernama Rafael, laki-laki, 27 th, warga Desa Malilait, Kecamatan Bobonaro, secara paksa diturunkan oleh pasukan gabungan (Kodim, pasukan teritorial), hanya karena dia tidak memiliki KTP dan mengaku warga Desa Malilait. Ketika itu sopir dan penumpang serta warga lainnya yang ada disekitar itu menyatakan bahwa bahwa kernet tersebut telah dua setengah tahun bekerja pada Bus DKL, aparat tidak menghiraukannya. Malah mereka langsung menyiksa Rafael di muka umum. Setelah itu aparat membawanya entah kemana. Kini pihak keluarga belum mengetahui apakah dia ditahan di Kodim atau ditahan di pos militer terdekat. Hingga dibuatnya laporan ini, pemeriksaan rumah-rumah penduduk sedang berlangsung, dan situasi Kota Maliana akan semakin memburuk. Situasi di Kabupaten Ermera Sementara itu kemarin hari Senin tgl, 12 April 1999, di Kabupaten Ermera, di kampung Talimoro, terjadi kontak senjata antara Falintil dan ABRI. Menurut STT 2 orang anggota Falentil tewas, sedangkan di pihak ABRI tidak ada korban. Peristiwa ini merupakan reaksi pembunuhan terhadap beberapa orang (14 orang, satu orang yang telah dikenal yakni Antonio de Lima) pada hari Sabtu tanggal 10 April 1999. Peristiwa penembakan di Ermera yang merengut sekitar 14 orang tersebut, hingga kini 13 orang korban lainnya belum diketahui dimana mereka dimakamkan. Adanya peristiwa hari Sabtu dan operasi lanjutan banyak warga masyarakat yang melarikan diri ke hutan. Pada tanggal 14 April 1999, aparat keamanan menembak secara sewenang-wenang tiga orang warga sipil masing-masing: 1. Helder Martins, meninggal di tempat 2. Carlito Tilman, meninggal di tempat 3. Mauhunu (pemuda Gleno) mengalami luka tembak. Ketiganya ditembak di depan Kantor Mawil Hansip Dati II Ermera di Gleno sekitar pukul 07.30 wita. Menurut informasi dari laporan masyarakat bahwa kedua korban yang tewas akan disemayankan dan dimakamkan oleh masing-masing keluarganya. Sedangkan korban yang luka tertembak belum diketahui dimana ia dirawat. *** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 20 Apr 1999 jam 09:33:31 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
