----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Birokrat-TNI Paksa Warga ke Golkar
Diungkap Parpol dalam Pertemuan dengan Danrem
Madiun, JP.-
Sejumlah pemimpin parpol di wilayah kerja pembantu gubernur di Madiun
menengarai adanya aparat birokrasi dan anggota TNI yang memaksa warga desa
memilih Golkar. Bahkan, sikap main paksa seperti itu juga dilakukan camat
dan Kades.

Tengara itu diungkap dalam pertemuan antara sekitar 360 pemimpin parpol
dengan para pejabat pemerintah, TNI, dan polisi di aula pusdik Perhutani
Madiun. Pertemuan berlangsung empat jam mulai pukul 10.00.

Pemimpin PNI Massa Marhaen Kabupaten Madiun menyatakan, ada aparat birokrasi
dan anggota TNI yang secara terang-terangan memaksa warganya untuk memilih
Golkar. ����Jadi, kalau Madiun ini mau aman, ya tidak hanya tergantung dari
pemimpin parpol. Tapi, juga bupati, camat, dan seterusnya untuk tidak
memberi dukungan kepada Golkar. Sudah saatnya Golkar disapih dari
birokrasi,���� tegasnya yang disambut tepuk tangan undangan.

Apa yang diungkap PNI Massa Marhaen itu dibenarkan M. Sudjianto dari PDI
Perjuangan Magetan. ����Masih ada camat, kepala desa, RW, dan RT yang
memaksa warganya untuk memilih Partai Golkar. Katanya, birokrat sudah
netral? Tapi, kenyataan di lapangan lain,���� tandas Sudjianto.

Keberpihakan camat, Kades, dan perangkat di bawahnya terhadap Golkar itu
tidak hanya terjadi di Magetan. Sebab, di Kabupaten/Kodya Madiun, Ngawi,
Ponorogo, dan Pacitan juga dilaporkan masih melakukan tindakan yang sama.

Mendapat pengaduan itu, Danrem 081/Dhirot Shaha Jaya Madiun Kol Inf
Suhartono menyatakan, camat, Kades, atau Kasun sampai RW/RT yang memaksa
warganya memilih Partai Golkar harus segera dilaporkan. Pihaknya akan
melakukan koordinasi dengan pemda untuk menindaknya. ����Apalagi, kalau
sampai ada oknum TNI yang bertindak seperti itu. Langsung saja lapor ke
saya,���� tegas.

Pertemuan itu dilangsungkan atas inisiatif Danrem. Sejumlah pejabat yang
hadir, antara lain, Kapolwil Kol Pol Drs H Sugiri SH, Plh Pembantu Gubernur
Drs Subiyono MSc, Wadan Lanud Iswahyudi Kol Pnb Basri Sidehabe, dan seluruh
muspida di eks Keresidenan Madiun. Jumlah parpol yang datang, dari Kotamadya
Madiun 33 parpol, Kabupaten Madiun 27, Ngawi 23, Magetan 31, Ponorogo 28,
dan Pacitan 18 parpol. Masing-masing mengirimkan dua orang.

Menurut Danrem, pertemuan ini dimaksudkan untuk mengantisipasi kemungkinan
terjadinya kerusuhan antarsesama pendukung parpol. Pihaknya juga sudah
mendengar adanya keluhan warga tentang perlunya rasa aman. ����Rasa aman itu
mahal harganya dan sekarang ini masyarakat mulai waswas bila bepergian hari
libur yang biasanya dipergunakan untuk acara keluarga. Untuk menghilangkan
rasa waswas itu, tergantung kepada kita semua yang berada di ruang ini,����
ujar Danrem.

Menurut dia, langkah yang dilakukan dengan mengumpulkan seluruh pemimpin
parpol itu merupakan salah satu upaya untuk menghilangkan rasa waswas yang
menghinggapi warga Madiun. Sekaligus menyamakan visi dan persepsi dalam
menyukseskan pemilu. ����Harapannya, tentu pemilu jangan sampai gagal dan
tidak boleh gagal,���� tandasnya.

Kapolwil mengharapkan parpol untuk lebih mawas diri. Terutama terhadap
berbagai isu yang beredar. ����Apalagi dalam kondisi seperti sekarang ini
masyarakat kita cukup rentan terhadap berbagai persoalan. Karena itulah,
tidak usah mudah terpengaruh,���� tandasnya. (ts)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 20 Apr 1999 jam 10:15:50 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke