---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk PELAKU PELEDAKAN BOM DI ISTIQLAL DIDUGA "ORANG TERLATIH" JAKARTA (SiaR, 20/4/99), Pelaku peledakan bom di ruang perkantoran lantai dasar kompleks Masjid Raya Istiqlal Jakarta, Senin (19/4) sore kemarin diduga dilakukan orang-orang yang profesional dan terlatih. Dan tak mungkin dilakukan oleh warga masyarakat sipil. Demikian penegasan sejumlah pengamat politik, tokoh organisasi massa, tokoh partai politik serta rekonstruksi kesaksian para satpam yang dirangkum SiaR, Senin (19/4) dan Selasa (20/4)= ini. Sinyalemen ini senada dengan keterangan seorang pakar bom yang diwawancarai sebuah stasiun televisi swasta, Selasa (20/4) siang. Pengamat politik UI Eep Saefullah Fatah menegaskan, secara geografis letak Masjid Istiqlal dekat, berada atau dikelilingi oleh sejumlah markas militer, antara lain kantor Kostrad. Maka, katanya, orang yang berani melakukan peledakan bom di kompleks masjid itu butuh keberanian, kecermatan, dan tingkat perhitungan yang matang. "Letaknya saja di tengah-tengah markas militer, mana mungkin rakyat sipil biasa yang tak terlatih, berani melakukan hal tersebut," ujarnya seperti dikutip dalam wawancaranya dengan salah satu radio swasta Jakarta, Selasa (20/4) pagi ini. Menurut Eep, meski masih terlalu dini, tapi motif peledakan bom tersebut disinyalir bermaksud untuk menciptakan suatu iklim ketidakpastian dan saling curiga antar masyarakat. Lebih jauh, lanjutnya, motif peledakan itu memiliki agenda politik untuk menggagalkan keberlangsungan gerakan reformasi ini.=20 Berdasarkan kesaksian seorang satpam Masjid Istiqlal, pelaku peledakan bom adalah dua pemuda berbadan tegap dan berambut gondrong yang menggunakan sepeda motor. Kedua pemuda yang diduga sebagai pelaku itu sempat diteriaki para satpam masjid.=20 "Itu pelakunya, tangkap=85tangkap=85, " teriak para satpam meminta bantuan pada banyak orang di sekitar masjid. Kedua pemuda itu, meski diteriaki, tidak menunjukkan sikap yang grogi sebagaimana layaknya seorang pelaku kejahatan amatiran. Mereka dengan tenang menaiki motor dan segera meninggalkan kompleks Masjid Raya Istiqlal. Dari analisis seorang pakar bom yang diwawancara stasiun televisi swasta tersebut, bahwa di Indonesia ini hanya institusi tertentu saja yang memiliki akses untuk memperoleh bahan peledak. Ia percaya pelakunya orang-orang yang tergolong ekspert dan profesional berdasarkan modus operandi dan akibat yang ditimbulkan dari ledakan, antara lain bunyi yang mencapai 1 km, cara penempatannya, serta resonansi suara yang dihasilkan di mana mengakibatkan sekitar 20 ruangan kantor hancur, juga penggunaan TNT. Sedangkan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Said Aqiel Siradj mendukung asumsi yang menyebutkan peledakan bom ini dimaksudkan untuk mengadu domba antarumat beragama, hingga akan mengakibatkan chaos dan kekerasan di mana-mana. Senada dengan Eep, ia menduga pelakunya merupakan bagian dari pihak yang tidak menginginkan agenda reformasi berjalan sebagaimana mestinya, karena hal itu dapat membahayakan posisi mereka dikemudian hari. Peledakan bom di Masjid Istiqlal merupakan kejadian yang kesekian kalinya di ibukota. Sebelumnya peledakan sejenis -- bom rakitan-- terjadi di BCA Senen dan pertokoan di Jl Hayam Wuruk. Menanggapi insiden peledakan di Hayam Wuruk, pihak kepolisian dan TNI saling berbeda versi. Jika Kapolda Mayjen (Pol) Noegroho Djajusman menyebutkan peristiwa tersebut sebagai kriminal murni, maka Kapuspen ABRI Mayjen Syamsul Ma'arif menyebutkan, peledakan dilakukan oleh para pengikut Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam kaitan untuk mencari dana gerakan partai tersebut. Meski sejumlah pelaku peledakan BCA Senen dan pertokoan di Jl Hayam Wuruk telah ditahan pihak kepolisian, hingga kini belum ada penjelasan resmi tentang identitas pelaku tersebut. Hanya berdasarkan kesaksian masyarakat di sekitar kejadian, bahwa pelaku peledakan tersebut rata-rata berambut cepak dan berbadan tegap. Sedangkan dalam kasus Masjid Istiqlal, menurut kesaksian para satpam, di sekitar lokasi ledakan di perkantoran itu sempat ditemukan sebuah tas loreng militer yang tak jelas siapa pemiliknya.=20 Seorang fungsionaris Partai Rakyat Demokratik menyatakan, bisa saja pelaku teror peledakan adalah orang-orang yang ingin "menantang" pemerintahan Habibie yang dinilai telah melakukan sejumlah keputusan politik yang tak populer di mata kelompoknya, seperti keputusan tentang opsi Timor Timur, pembebasan tapol/napol eks G30S dan sebagainya. Ia menunjuk, pihak yang paling kecewa dengan sejumlah keputusan tersebut adalah pihak ABRI (sekarang TNI), atau lebih sempit lagi Angkatan Darat (AD). "Jadi tentang siapakah pelaku atau provokator berbagai tindak peledakan bom dan kerusuhan, saya kira masyarakat kita cukup cerdas untuk memahaminya, yakni konspirasi ABRI pro-Soehartois, dengan pro status-quo umumnya," ujarnya. "Untuk Habibie, mereka ingin katakan, hei, Habibie, jangan macam-macam, kami bisa bikin yang lebih gila dari sini. Bom di Istiqlal itu belum apa-apa," katanya lagi. Sebagai "kambing hitam"nya, lanjutnya, TNI telah menyiapkan partai terlarang PKI, atau gerakan radikal lainnya, seperti pernyataan Kapuspen Syamsul Ma'arif belum lama ini, ketika menanggapi peledakan BCA Senen dan di Jl Hayam Wuruk.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 20 Apr 1999 jam 20:10:19 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
