---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk MENTAMBEN AMBIL SAHAM KOSONG CENDANA DI PROYEK PERTAMBANGAN JAKARTA (SiaR, 21/4/99), Menteri Pertambangan dan Energi Kuntoro Mangkusubroto berjanji akan mengambil-alih semua saham kosong milik keluarga Cendana di perusahaan pertambangan. Saham kosong migas berbau KKN yang akan diambil alih dengan melibatkan BPPN itu adalah PT Humpuss Patra Gas dan PT Atlantic Richfield Bali North, Inc. yang berafiliasi ke Bimantara. "Kami ingin membuktikan bahwa Humpuss dan Bimantara memang tidak menyetorkan kewajibannya kepada perusahaan induknya. Karena transaksinya melalui bank, maka kami libatkan BPPN," kata Kuntoro pada wartawan. Sebelumnya beredar desas-desus bahwa sejumlah kroni Soeharto, terutama keluarga dekatnya mudah memperoleh saham di berbagai perusahaan. Tanpa menyetorkan modal, mereka bisa jadi pemilik saham sebuah perusahaan. Bahkan hal itu tidak hanya dilakukan keluarga Cendana saja. Sebagian besar menteri waktu itu juga ikut bermain hal yang sama. Hingga tak heran jika Harmoko selama beberapa kali menjabat Menpen telah mampu memiliki saham di lebih dari 12 media massa. "Sulit akan membuktikan jika itu dilakukan pemerintah Habibie. Beddu Amang saja yang jelas-jelas salah bisa lolos, apalagi menangani kasus saham kosong yang sangat rumit," kata sumber SiaR. Sementara itu diperoleh informasi bahwa Bambang Tri dan Tommy Soeharto menempati urutan teratas untuk urusan kredit macet. Bambang tercatat memiliki Rp 22,919 trilyun kredit macet dan Tommy Rp 4,9 trilyun. Namun hingga kini belum diperoleh informasi lebih lanjut di bank mana kredit macet mereka. Tapi, dari jumlah kredit macet yang kini dikelola BPPN, Rp 100 trilyun berasal dari 4 bank pemerintah sedangkan sisanya dari bank BTO dan BBO.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 21 Apr 1999 jam 13:48:45 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
