---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk PEMDA KALBAR TETAPKAN PILIHAN HUNIAN MADURA PONTIANAK (SiaR, 21/4/99), Pemerintah Kalimantan Barat membatalkan pilihan Pulau Maya sebagai lokasi penampungan 30 ribuan warga Madura dan memilih lokasi di Tebangkacang, Kecamatan Sungairaya dan Pulau Padangtikar, Kecamatan Batuampar. Kedua lokasi yang memiliki luas total 12.500 hektar ini rencananya akan dijadikan lokasi pemukiman permanen "kaum pendatang". Hal ini diungkap Gubernur Kalbar A Aswin pada para wartawan di Pontianak. Pemda Kalbar selama ini, hampir 1 minggu, sengaja merahasiakan pilihan tempat pengungsi ini, meski beberapa sumber SiaR di kalangan Pemda menyebut kemungkinan pilihan akan jatuh pada Pulau Maya. Konon kerahasiaan ini untuk menghindari kemungkinan persiapan dan aksi pencegatan oleh warga Melayu yang didukung etnis lainnya. Namun sebuah sumber SiaR menyebut, tertundanya pengumuman lokasi penampungan permanen ini lebih dikarenakan pihak Pemda Kalbar tengah melobi berbagai tokoh masyarakat dan meminta kerelaan mereka agar wilayahnya boleh digunakan untuk tempat pemukiman warga Madura. Kini sekitar 40 ribu warga Madura asal Sambas dan Singkawang mengungsi ke Pontianak. Mereka ditampung di sejumlah tempat umum, antara lain di stadion dekat kampus Universitas Tanjungpura. Kondisi mereka mengenaskan. Tak ada sarana MCK yang memadai. Sebagian dari mereka diserang penyakit diare. Sumber SiaR di kalangan mahasiswa menyatakan dana bantuan untuk pengungsi mengalami kebocoran dan sebagaian besar tak sampai ke tujuan. Di Pontianak di sejumlah sudut jalan strategis, satuan PHH dan Brimob mendirikan tenda dan terus berjaga-jaga. Hingga berita ini diturunkan, kawasan Sungai Raya masih rawan. Saling serang antara warga Madura dan warga Melayu masih terjadi secara sporadis. Kedua pihak sama-sama menggunakan senjata api jenis lantak dan bomen. Di antara korban yang jatuh terdapat beberapa anggota Brimob. Belum tahu nasib apa yang bakal menimpa warga Madura di tempat yang baru. Sebab masyarakat Kalbar menyatakan tekadnya menolak kehadiran mereka. Beberapa pihak yang ditemui SiaR menyatakan, "Bukan tak mungkin warga Madura yang sebetulnya juga korban pembangunan, seperti halnya warga Melayu, Dayak dan Cina di Kalbar, akahirnya akan jadi korban kelinci percobaan pemerintah lagi. Bentrokan horisontal akan muncul lagi. Penyebabnya karena masalah struktural belum mampu diselesaikan oleh pemerintah Jakarta.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 21 Apr 1999 jam 13:38:20 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
