---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- ----------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. ----------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Wednesday 28 April 1999 15:20 UTC ** TNI AKAN MELUCUTI SENJATA KELOMPOK PRO INTEGRASI ** SITUASI DI KAMP PENGUNGSI MAKEDONIA TEGANG ** LEDAKAN BOM DI DEPAN HOTEL DI YUNANI ** LUKISAN PERJAMUAN MALAM TERAKHIR DIPERTONTONKAN UNTUK UMUM ** TOPIK GEMA WARTA: RUJUK IDEOLOGIS NAMPAK MAKIN MENDESAK DI INDONESIA * TNI AKAN MELUCUTI SENJATA KELOMPOK PRO INTEGRASI TNI menyatakan akan melucuti senjata milisi-milisi pro integrasi di Timor Timur dalam beberapa pekan mendatang. Demikian dikatakan oleh Danrem Dili, kolonel Tono Suratman. Perlucutan itu merupakan bagian perjanjian Timor Timur yang disepakati Jumat lalu di New York antara Indonesia dan Portugal. Perjanjian tersebut sudah harus tuntas sebelum tanggal 8 Agustus saat pemungutan suara mengenai otonomi digelar di Timor Timur. Sementara, pemimpin salah satu kelompok milisi pro Integrasi menolak rencana pemungutan suara itu dan mengancam dengan aksi kekerasan. Bagian lain kesepakatan, yaitu mengenai penempatan satuan polisi PBB diterima secara positip oleh pemimpin CNRT Xanana Gusmao. Xanana mengatakan bahwa satuan tersebut harus segera datang untuk menghindari pertumpahan darah lebih lanjut. Bulan ini, puluhan orang telah tewas akibat aksi-aksi kekerasan antara kelompok pro-Integrasi melawan para pendukung kemerdekaan. * SITUASI DI KAMP PENGUNGSI MAKEDONIA TEGANG Situasi di kamp-kamp pengungsi di Makedonia sangat parah sehingga kerusuhan dikhawatirkan akan pecah setiap saat. Menurut organisasi PBB urusan pengungsi UNHCR, kamp-kamp tersebut sangat dipadati oleh pengungsi sehingga ketegangan cepat sekali meningkat. Di samping itu juga dikhawatirkan terjadinya wabah penyakit. Karena itulah, maka menurut UNHCR, harus segara dibangun kamp pengungsi baru di Makedonia Barat. Saat ini seluruhnya terdapat 150 ribu pengungsi Kosovo di Makedonia. Sementara itu, NATO terus melanjutkan pemboman terhadap Yugoslavia hari ini. Sasaran pemboman antara lain adalah kota industri Paracin, di sebelah tenggara Beograd. NATO juga mengakui bahwa dalam pemboman kemarin malam secara tidak sengaja telah membom pemukiman penduduk. Sebuah rudal yang ditujukan terhadap barak militer menyimpang sekitar 300 meter dari sasaran dan jatuh di pemukiman penduduk di kota Surdulica. Masih belum jelas berapa jumlah korban tewas. Tetapi menurut pemerintah setempat, sedikitnya 16 orang tewas, dan 12 di antaranya adalah anak-anak. Sementara itu, di Moskou tengah berlangsung pertemuan-pertemuan untuk mencari penyelesaian diplomatik terhadap konflik Kosovo. Seusai pembicaraan dengan Mentri Luar Negri Rusia Igor Ivanov dan utusan khusus untuk Kosovo, Viktor Chernomyrdin, Menteri Pertahanan Jerman Rudolf Scharping mengatakan bahwa peluang bagi penyelesaian diplomatik konflik Kosovo semakin besar. Scharping menyatakan bahwa Chernomyrdin akan bertolak ke Jerman besok untuk berbicara dengan Kanselir Gerhard Schroder. Sekjen PBB Kofi Annan juga diharapkan kedatangannya hari ini di Moskou. * LEDAKAN BOM DI DEPAN HOTEL DI YUNANI Seorang wanita tewas dan seorang pria luka-luka akibat ledakan bom di depan sebuah hotel di Athena, Yunani. Bom meledak di depan Hotel Intercontinental, ketika tengah berlangsung evakuasi menyusul peringatan lewat telepon. Penelpon tersebut menyebut diri sebagai anggota 'Sel-sel Revolusioner', yaitu kelompok gerilya kota yang telah berulangkali melakukan aksi kekerasan dalam dua tahun belakangan ini. Di Hotel Intercontinental itu tengah berlangsung konperensi ekonomi. Namun tidak jelas apakah aksi tersebut ada hubungannya dengan konperensi. * LUKISAN PERJAMUAN MALAM TERAKHIR DIPERTONTONKAN UNTUK UMUM Karya seni besar pelukis Leonardo da Vinci yang berjudul 'Perjamuan Malam Terakhir' dipertontonkan kembali untuk publik sesudah mengalami perbaikan selama 22 tahun. Lukisan dinding yang menggambarkan Yesus dengan ke duabelas rasulnya itu sangat rusak tertutup kotoran dan telah puluhan kali mengalami perbaikan. Da Vinci pada saat membuat lukisan tesrebut tidak menggunakan teknik lukisan dinding klasik, namun menggunakan cat yang dicampurnya sendiri sehingga cat tidak dapat menempel secara kuat di dinding. 'Perjamuan Malam Terakhir', yang dilukis di dinding sebuah biara di Milano, Italia utara itu selesai sesudah tiga tahun, yakni pada tahun 1498. * PEMILIKAN SENJATA API AKAN DIPERSULIT DI AMERIKA SERIKAT Presiden Amerika Serikat Bill Clinton mengajukan usulan undang-undang untuk mempersulit pemilikan senjata api. Usulan itu terutama ditujukan kepada para kawula muda. Dalam usulan itu, Clinton bermaksud menaikkan batas umur minimal pemilikan senjata dari 18 menjadi 21 tahun. Di samping itu, para orang tua juga bisa dinyatakan bersalah apabila mengetahui anaknya memiliki senjata api. Usulan itu diajukan sepekan setelah peristiwa berdarah di sebuah sekolah di Littleton, di negara bagian Colorado. Sebanyak 13 orang tewas ketika dua orang murid melepaskan tembakan. Para pelaku kemudian bunuh diri. Kemungkinan bahwa Kongres akan menyetujui undang-undang yang lebih ketat itu, tidaklah besar. Mayoritas partai Republik sampai sekarang selalu menjegal rencana semacam itu. * NEGARA PALESTINA MERDEKA TIDAK AKAN DIPROKLAMASIKAN 4 MEI MENDATANG Hampir bisa dipastikan Majelis Pusat Palestina tidak akan memproklamasikan negara Palestina merdeka sebelum 17 Mei, hari Israel menggelar pemilihan parlemen. Sebelumnya para pemimpin Palestina berulangkali menyatakan akan menyerukan berdirinya negara Palestina pada 4 Mei, saat berakhirnya masa peralihan lima tahun seperti yang disetujui dalam perjanjian perdamaian Oslo. Selama sidang Majelis, para wakil menyatakan tidak akan berpegang teguh pada tanggal 4 Mei, karena partai-partai politik kanan Israel bisa menyalahgunakannya, sehingga bisa mempengaruhi masa depan proses perdamaian. Pemimpin Palestina Yasser Arafat, atas desakan Amerika, telah mengisyaratakan untuk menunda rencana pendirian negara Palestina. * RUJUK IDEOLOGIS NAMPAK MAKIN MENDESAK DI INDONESIA Sejarawan Taufik Abdullah yang bergabung dalam Partai Amanat Nasional kemarin menyatakan kepada pers, apa yang dikemukakan oleh pelaku-pelaku peristiwa G30S/PKI baru-baru ini mungkin merupakan bagian dari sejarah. Tetapi dikemukakannya pula bahwa apa yang dikemukakan mereka bukan kebenaran karena para pelaku itu, seperti mantan Kolonel Latief, hanya mengetahui apa yang dialaminya dan bukan apa yang terjadi atasnya. Lebih lanjut kami bacakan laporan rekan Djohan Talisipat dari Jakarta: Agaknya, maksud Taufik Abdullah ialah bahwa Latief hanya merupakan salah satu skrup dalam mesin gerakan tigapuluh September itu. Masih ada pentolan-pentolan tertentu yang menggerakkan seluruh proses usaha kudeta tersebut. Hal yang sama pun terjadi pada peristiwa penembakan mahasiswa Trisakti tahun lalu yang diikuti pengambilalihan gedung DPR/MPR dan berakhir dengan lengsernya Soeharto. Hingga kini belum jelas peranan pentolan-pentolan militer seperti Prabowo Subianto, Susilo Bambang Yudhoyono dalam peristiwa bersejarah ini, ujar seorang pengamat politik. Jenderal Besar AH Nasution beberapa hari yang lalu menyesalkan pelbagai wawancara beberapa tokoh yang dahulu terlibat peristiwa G-30-S/PKI. Seakan-akan mereka tidak bersalah atas tindakan mereka di masa lalu. Seorang lain, mantan anggota DPP Golkar mengatakan mungkin benar bahwa orang-orang Gerwani tidak ikut menyiksa para jenderal di Lubang Buaya. Tetapi faktanya bahwa jenderal-jenderal ditembak dan dimasukkan ke dalam sumur sudah cukup membuktikan bahwa para pelaku G-30-S/PKI telah melanggar HAM. Nasution pun kesal membaca di suratkabar bahwa para mantan PKI telah membentuk Yayasan korban 1965-1966. Yayasan itu didirikan untuk melakukan penelitian atas korban peristiwa 1965, bahkan bermaksud akan menuntut Soeharto. Karena itu Nasution berharap agar mewaspadai upaya balas dendam mereka. Kepada mereka yang dipersalahkan Nasution juga berharap agar tidak melaksanakan balas dendam, karena akan berbuntut pada pembalasan lagi dan bangsa Indonesia akan terpuruk serta terpecah belah. Ia mengharapkan seluruh komponen bangsa untuk saling memaafkan dan mengubur semua tragedi sedih bangsa, agar bangsa Indonesia bisa tegar kembali menghadapi tantangan masa depan. Soal balas membalas ini pun pernah disinggung seorang mantan perwira tinggi tentara PRRI. Ia mengatakan, pada tahun-tahun 50an anggota- anggota Pemuda Rakyat PKI banyak membunuh orang-orang yang disangka terlibat pemberontakan. Anggota-anggota Pemuda Rakyat ketika itu bekerjasama dengan militer. Karena itu terjadilah usaha-usaha balas dendam pada tahun 1965, katanya. Keterangan orang itu dibenarkan pula oleh seorang mantan pengurus PKI di Aceh dan mantan anggota Brimob di Padang. Dalam suatu percakapan dengan Taufik Kiemas, suami Megawati Soekarnoputri, para wartawan di Surabaya beberapa tahun lalu terkejut mendengar ucapan Taufik: "Pada tahun 1965/1966 jutaan rakyat Jawa dibunuh oleh orang-orang Orde Baru. Maka jika kami sampai berkuasa kami akan melakukan pembalasan yang setimpal." Demikian Taufik Kiemas yang juga sempat ditahan di RTM Budi Utomo. Maka tampaknya harapan Nasution sulit terlaksana jika suatu usaha rekonsiliasi ideologis tidak diselenggarakan sebelum Pemilu. Pramoedya Ananta Toer yang juga menjadi salah satu pengurus yayasan korban 65-66 sudah mengatakan, "kami tidak perlu melakukan rekonsiliasi karena mereka yang harus meminta maaf kepada kami". Memang benar bahwa anggota-anggota PKI pernah membunuh orang-orang yang dianggap kanan di Madiun, tahun 48 dan di Padang, Aceh dan Manado saat meletusnya PRRI/Permesta. Tetapi pembunuhan ratusan ribu warga PKI dan simpatisan PKI tidak dapat dibenarkan. Pembunuhan itu dilakukan di daerah baik oleh Ansor, PMKRI dan masa PNI Bali. Di Blora misalnya hingga saat ini masih ada sekitar 8000 janda ex simpatisan PKI yang hidup melarat, kata seorang aktivis LSM. Yayasan korban 65-66 selama 4 tahun terakhir telah mengumpulkan pelbagai data pembantaian di Indonesia saat itu, kata Sulami, mantan anggota pengurus Gerwani yang sekarang mengetuai Yayasan tersebut. Dari seluruh pelosok Indonesia kini mengalir laporan dan data-data konkrit mengenai penganiayaan serta pembunuhan diluar kemanusiaan yang berlangsung dahulu. Juga diperoleh data dan lokasi pelbagai kuburan massal, baik di Jawa maupun di luar Jawa. Maka untuk menghentikan siklus balas dendam di Indonesia tampaknya perlu segera diambil langkah-langkah rekonsiliasi ideologis yang mungkin harus dimulai oleh Dr.Nurcholis Madjid. Tokoh Islam inilah yang pertama-tama melemparkan ide rekonsiliasi ideologis tersebut. Selain itu orang pun harus mengikuti jejak Gus Dur yang memelopori meminta maaf kepada para korban peristiwa 1965-1966 bertempat di kediamannya Ciganjur, Jakarta belum lama ini. Tetapi Gus Dur tidak lupa mengatakan: "Be careful, hati-hatilah". ----------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ----------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 28 Apr 1999 jam 17:35:49 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
