http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 28 April 1999

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

Untuk Akhi Abu Nusaibah/Haris A. Falah (Jakarta, Indonesia).

Perlu adanya pelurusan kembali sejarah pergerakan Islam dan Negara Islam
Indonesia. Karena itu saya melihat bahwa tulisan "DARUL ISLAM SEJARAH
YANG DILUPAKAN" yang dikirimkan oleh Akhi Abu Nusaibah/Haris A. Falah
langsung kepada saya adalah salah satu usaha untuk meluruskan kembali
sejarah kebangkitan Negara Islam Indonesia. Ini adalah dalam rangka dan
usaha membangun kembali Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang
Madinah-nya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

----

Wed, 28 Apr 1999 12:17:21 +0700
[EMAIL PROTECTED]

Abu Nusaibah (Haris A.Falah) menulis :

Subject: Sejarah DI Di Indonesia

Bismillaahirrahmanirahiim

DARUL ISLAM SEJARAH YANG DILUPAKAN
Oleh : Abu Nusaibah

Membicarakan Darul Islam tidak terlepas dari keterkaitannya dengan
Sekarmaji Marijan Katosuwiryo, sebagai pencetus proklamasi Negara Islam
Indonesia. Persoalannya mengapa diproklamasikan Negara Islam Indonesia.

SM Kartosuwiryo, lahir tumbuh dan berkembang disaat bangsa Indonesia
dilanda glora perjuangan kemerdekaan, sebagai insan muda berbakat saleh
dan beriman tidak terlepas dari pengaruh api perjuangan kemerdekaan.
Panggilan hatinya untuk berpolitik secara murni Islami, beliau
menceburkan diri ke Partai Sarikat Islam Indinesia pada tahun 1927,
ketika berusia 22 tahun, karena kesolehannya beliau menjadi sekretraris
pribadi HOS Cokroaminoto, pendiri PSII, kemudian menjabat sekretaris
umum  pada tahun 1931 dan pada tahun 1936 menjadi wakil Presiden Partai,
dalam usia 27 tahun.

Beliau pengagum Pan Islamisme yang saat itu berkembang di India, Mesir
dan negara negara Afrika. Karena keteguhan prinsip Islamisme-nya lah ia
kadang kecewa dengan sikap partai yang memperlihatkan keliberalannya
terhadap Belanda, termasuk komunisme dan kapitalisme, begitupun tatkala
berada di Masyumi, SM Kartosuwiryo sempat dihempaskan dari PSII, karena
politik hijrahnya, yang padahal merupakan keputusan muktamar partai.
Keteguhan prinsip Islamisme nya lah beliau merubah Islam sebagai
idiologi partai menjadi bentuknya yang lebih ril yakni dalam bentuk
negara, dari partai ke Negara Islam.Kecintaannya kepada Islam beliau
terus menerus mempersiapkan diri secara masak, demi mewujudkan cita
citanya mendirikan Negara Islam di Indonesia.

Tanpa bertindak prejudis terhadap Republik Indonesia beliau pun rela
mencabut kembali proklamasi Negara Islam Indonesia tanggal 14 agustus,
karena soekarno dan hatta pada tanggal 17 agustus 1945 memproklamirkan
negara Republik Indonesia, dimana preambul Jakarta menggariskan :
Ketuhanan yang maha esa dengan melaksanakan syariat Islam bagi
pemeluk-pemeluknya merupaka azas bernegara dan berbangsa. Penarikan
kembali proklamasi NII nya itu merupakan bukti kecintaan dan tanggung
jawab terhadap republik.

Waktu perjanjian  Renvile akhir 1948 yang mengharuskan pengosongan
daerah-daerah kantong, sebatas demarkasi Vaan Mook dan Repuklik
Indonesia tinggal Jogya, Solo, Semarang dan sekitarnya. Oleh karena itu
jawa barat merupakan daerah tak bertuan tidak ada pemerintahan,
Siliwangi ditarik ke Jogya.

Sanusi Harjadinata diangkat oleh Belanda menjadi Presiden Negara
Pasundan sebagai boneka Belanda di Jawa Barat. Agresi Belanda ke dua
serta perebutan wilayah kosong jawa barat oleh belanda, SM Kartosuwiryo
dengan pasukan yang ada (Hizbullah dan Sabillah) dan dengan alat
alakadarnya mempertahankan mati matian serangan Belanda, bahkan berhasil
memukul mundur bahkan menghancurkannya, semua itu karena cintanya kepada
Republik Indonesia.

Walaupun Syahrir, PM Republik Indonesia telah menjualnya kepada Belanda
lewat Linggar Jati dan Hatta bersama Renvilnya. Pada tanggal 21 desember
1948 dengan tanggung jawabnya, menurut dan mengingat proklamasi 1945
tanggal 17 agustus, menyampaikan maklumat atas nama Pemerintahan Islam
dan Majlis Islam Indonesia ditunjukan kepada seluruh umat Islam bangsa
Indonesia termasuk yang ada di republik untuk mengusir Belanda, lantaran
agresinya serta menawan soekarno hatta dan pemimpin lainnya termasuk
mentri luar negri RI Pada tanggal 18/19 desember 1948 dari Ibukota RI di
Jogya. SM Kartosuwiryo menuliskan dalam maklumatnya bahwa perjuangan
yang diusahakan sampai berdirinya Negara Islam Indonesia adalah
merupakan kelanjutan dan penyelamatan dari proklamasi 17 agustus 1945
yang utuh dan berdaulat.

Terdamparnya Republik Indonesia kejurang curam yaitu setelah Renvile.
Kalaupun memiliki daerah kekuasaan seluas tujuh kresidenan masih dapat
memiliki dejure dan defacto sebagai negara berdaulat, lumayan '! Setelah
itu jago-jago Republik yang diwakili oleh Masyumi (Moh Room) yang
awalnya sangat anti perjanjian Linggar Jati dan Renvile, tak kepalang
tanggung menjual habis ledis Republik kepada Belanda dimeja judi yang
bundar, dengan sebutan konfrensi meja bundar.

Republik Indonesia menjadi Negara Serikat, arti lain Indonesia menjadi
negara bagian dari kerajaan Belanda. Dengan perubahan itu Republik
Indonesia telah kembali kepada derajat sebelum proklamasi alias nol.
Walaupun presidennya  tetap soekarno dan wakilnya Hatta tetapi semua itu
atas ridlonya /sk. Kerajaan Belanda Pupus sudah republik Indonesia,
riwayatnya hanya sampai tanggal 7 mei 1949 jam 17.00. yang sekarang ada
"mungkin bayangannya".

Untung seribu kali untung, Indonesia masih punya putra terbaiknya, SM.
Kartosuwiryo yang bertanggung jawab atas perjuangan proklamasi 17
agustus 1945 dengan mengalihkan poros perjuangannya dengan perjuangan
atas nama Islam sehingga menjadi Negara Islam Indonesia yang
diprolamirka pada tanggal 7 agustus 1949 bertepatan dengan tanggasl 12
syawal  1368 H.

Tokoh tua Jawa Barat, keluaran  Mc Gill Canada, dosen senior di ITB,
UNPAD, IAIN dan perguruan tinggi lainnya K.H. E S Ansori MA (anak sulung
K.H. M. Isa Anshori) beliupun ahli dibidang sejarah perkembangan di
indonesia menuliskan didalam majalah ababil, terbitan 80-an, bahwa
Hizbullah dan Sabilillah dengan Pemerintahan Islamnya tidak berperang
dengan Republik Indonesia tetapi dengan tentara Belanda tetapi pada
akhirnya Negara Islam Indonesia terpaksa berhadapan dengan pemerintahan
Repulik Indonesia Serikat, dengan satu bukti, beliau tuliskan pasukan
RIS sampai tahun 1956 dibantu oleh kekuatan serta bantuan Belanda dengan
senjatanya memporak porandakan pemerintahan Negara Islam Indonesia
bersama tentara Islamnya, padahal sesungguhnya Repulik Indonesia harus
berterima kasih banyak kepada Negara Islam Indonesia, sebab apapun yang
menyelamatkan Indonesia sebagai negara kesatuan adalah pemerintahan
Negara Islam Indonesia. Selanjutnya beliau katakan, setuju ataupun tidak
setuju proklamasi Negara Islam Indonesia adalah syah secara hukum,
Indonesia dalam keadaan vacuum tidak ada pemerintahan, Soekarno Hatta
ditawan,  Republik telah bubar dan menjadi RIS. Kini Darul Islam, Negara
Islam Indonesia tinggal nama dan sejarah yang telah dilupakan.

Wallahu a'lam bishowab.

Wassalam

Abu Nusaibah
[EMAIL PROTECTED]

Nb. Insya Allah akan terus kami luncurkan tulisan tentang sejarah DI ini
agar bisa dipahami dengan benar oleh kaum Muslimin dimanapun ia berada.
Dan juga insya Allah akan kami turunkan juga tentang penjelasan Kanun
Asasy NII, agar tidak disalah mengertikan dan disalah tafsirkan oleh
fihak lain.





------------------------------------------------------------------------
eGroups Spotlight:
"Aok-china" - Adopting older kids from China.
http://offers.egroups.com/click/243/4

eGroup home: http://www.eGroups.com/list/mimbarbebas
Free Web-based e-mail groups by eGroups.com

Kirim email ke