----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

-----------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

-----------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Friday 30 April 1999 14:10 UTC



** KAMBOJA RESMI MENJADI ANGGOTA KE-10 ASEAN

** KOMISI HAM PBB MENGKRITIK SERANGAN UDARA NATO

** OCALAN AKAN DIADILI 31 MEI MENDATANG

** KUDETA DI KEPULAUAN KOMORO

** TOPIK GEMA WARTA: ORDE BARU MASIH BELUM MAU DIKUBUR




* KAMBOJA RESMI MENJADI ANGGOTA KE-10 ASEAN
Kamboja resmi menjadi anggota ke-10 ASEAN, sewaktu upacara khusus di
ibukota Vietnam, Hanoi. Dengan ini berakhirlah isolasi Kamboja, dan
seluruh negara di Asia Tenggara sekarang bersatu di bawah bendera ASEAN.
Sebenarnya Kamboja akan diangkat menjadi anggota tahun 1997, tetapi
batal ketika pecah perang saudara, karena Perdana Menteri Hun Sen
mengusir rekannya Perdana Menteri Norodom Ranarridh. Bulan Desember lalu
semua anggota ASEAN menyetujui keanggotaan Kamboja, dengan syarat Hun
Sen menerima kembali Ranarridh dalam pemerintahan. Beberapa tahun
terakhir Vietnam berusaha keras menjadikan Kamboja anggota ASEAN, dengan
harapan dapat memperbesar pengaruh. Para kritikus berpendapat, dengan
masuknya Kamboja ASEAN menjadi lebih lemah, karena tidak ada kesatuan
pendapat.


* KOMISI HAM PBB MENGKRITIK SERANGAN UDARA NATO
Ketua Komisi Hak Asasi Manusia PBB, Mary Robinson, mengkritik serangan
udara NATO di Yugoslavia. Di dalam pidato penutupan pertemuan tahunan
komisi di Jenewa, Swis, Robinson mengkritik tindakan-tindakan tentara
Serbia di Kosovo dan juga serangan udara NATO yang menewaskan puluhan
penduduk sipil Serbia. Menurut Mary Robinson NATO harus lebih berhati-
hati dalam menentukan sasaran militer dan akibat-akibatnya bagi penduduk
sipil Serbia. Kamis tengah malam kemarin, NATO melakukan pemboman
terberat sejak dimulainya serangan udara 24 Maret lalu. Pesawat tempur
NATO menggempur antara lain markas besar tentara Yugoslavia di pusat
kota Beograd, Kementrian Pertahanan dan Markas Besar Polisi. Sementara
itu, utusan khusus Rusia untuk Yugoslavia, Viktor Cernomyrdin,
menyatakan semakin kecil perbedaan pendapat antara Rusia dan NATO.
Cernomyrdin telah berbicara dengan Jerman serta Italia mengenai usulan
perdamaian Kosovo. Jumat ini mantan perdana menteri Rusia akan berbicara
dengan Presiden Yugoslavia, Slobodan Milosevic. Salah satu butir usulan
baru Rusia adalah penempatan tentara perdamaian internasional di Kosovo,
termasuk tentara Rusia, dibawah pimpinan PBB.


* OCALAN AKAN DIADILI 31 MEI MENDATANG
Proses pengadilan pemimpin pemberontak Kurdi, Abdullah Ocalan akan
dimulai tanggal 31 Mei mendatang. Demikian dinyatakan Dewan Keamanan
Negara Turki. Di Pulau Imrali, tempat Ocalan ditahan sejak ditangkap di
Kenya bulan Februari lalu, akan dibangun ruang pengadilan khusus. Rabu
kemarin Dewan Keamanan Turki menerima secara resmi berkas tuduhan, yang
memuat kegiatan-kegiatan Ocalan dan Partai Buruh Kurdi PKK, yang dituduh
melakukan tindak terorisme selama 15 tahun terakhir. Pemimpin PKK ini
resmi dituduh berkhianat terhadap negara, mendalangi pembunuhan dan
terlibat dalam penyelundupan obat bius. Apabila Ocalan dinyatakan
bersalah, maka ia bisa mendapat hukuman mati.


* KUDETA DI KEPULAUAN KOMORO
Tentara Komoro melakukan kudeta. Di Moroni, ibukota republik kepulauan
di Afrika Timur ini, diberitakan kehadiran tentara di jalan-jalan,
tetapi situasi tetap dinyatakan tenang. Semua aliran telepon di Komoro
mati. Kudeta ini dipimpin Kolonel Azali Hassounani, setelah gagalnya
perundingan yang harus mempersatukan kembali Pulau Anjouan yang ingin
merdeka dengan dua pulau lainnya. Satu minggu lalu dicapai prinsi dasar
persetujuan, dan disusul gelombang protes berdarah. Presiden Komoro yang
digulingkan, Tadjiddine Ben Said Massonde, diangkat menjadi presiden
ad-interim bulan November lalu. Ini adalah kudeta ke 18, sejak Komoro
merdeka dari Perancis tahun 1975.


* EMBARGO MINYAK UNI EROPA TERHADAP YUGOSLAVIA
Jumat ini mulai diberlakukan embargo minyak Uni Eropa terhadap
Yugoslavia. Lima belas negara anggota Uni Eropa memutuskan hal ini Senin
kemarin, untuk memblokade pengiriman minyak bagi tentara Yugoslavia.
Tiga negara calon anggota Uni Eropa, Bulgaria, Honggaria dan Rumania,
menyatakan akan mengikuti langkah Eropa. NATO juga berencana memulai
embargo minyak dan karena itu ingin memeriksa kapal-kapal dengan tujuan
Yugoslavia. Tetapi Rusia sebelumnya menyatakan tetap akan mengekspor
minyak ke Yugoslavia.


* POLISI INGGRIS MENAHAN DUA PRIA YANG DITUDUH MEMBOM
Polisi Inggris menahan seorang pria yang dituduh terlibat pemboman di
daerah Brixton dan Pasar Bengali di London Timur. Dua minggu lalu
sekitar 39 orang cedera akibat bom paku, yang diledakkan di sebuah jalan
pertokoan yang ramai. Satu minggu kemudian sebuah bom paku lainnya
meledak di sebuah pasar di Brick Lane. Tujuh orang diberitakan cedera.
Berbagai kelompok neo-Nazi menyatakan diri bertanggung jawab atas kedua
ledakan. Polisi berhasil menahan orang tersebut setelah mendapat tip,
dan gambar video yang dibuat kamera pengaman sewaktu ledakan terjadi.
Diperkirakan pria tersebut bukanlah pelaku utama, dan akan menyusul
berbagai penahanan lainnya.


* REPSOL BERENCANA MEMBELI YPF
Perusahaan minyak Spanyol Repsol menyatakan ingin membeli perusahaan
minyak Argentina YPF. Saat ini Repsol memegang 15% minoritas saham YPF,
dan bersedia membeli seluruh sisa saham dengan harga 13 milyar dolar.
Apabila tawaran ini diterima maka kedua perusahaan akan menjadi
perusahaan minyak ketujuh terbesar di dunia.


* WARGA ABORIGIN MENUNTUT PEMERINTAH AUSTRALIA
Sebuah pengadilan di Australia memberikan ijin kepada dua warga
keturunan Aborigin untuk mengajukan tuntutan kepada pemerintah, dalam
sebuah perkara yang melibatkan nasib puluhan ribu orang dari "generasi
yang dicuri". Kedua warga tersebut menuntut uang ganti rugi, karena pada
tahun 40 dan 50-an diambil dari orang tua kandung mereka dan kemudian
dibesarkan oleh para anggota misi dan orang tua angkat berkulit putih.
Pemerintah Australia berulang kali mencoba menghalangi pengadilan
tersebut, dan menyatakan perkara ini sudah kadaluarsa. Tetapi hakim
menyatakan, tuduhan kedua warga tersebut sangatlah penting. Sejak akhir
abad ke-19 hingga 30 tahun lalu, puluhan ribu anak-anak keturunan
Aborigin diculik dan dipisahkan dari budaya mereka. Dalam laporan tahun
1977 Komisi HAM Australia menyamakan praktek tersebut dengan "pembunuhan
massal". Perdana Menteri John Howard menyatakan hingga kini pemerintah
Australia tidak berencana memberikan unag ganti rugi.


* ORDE BARU MASIH BELUM MAU DIKUBUR
INTRO: Guru Besar Sosiologi Universitas Indonesia Profesor Dokter Selo
Sumardjan mengemukakan keinginan untuk mengubur barisan kultur dan
sistim Orde Baru terhalang oleh kenyataan bahwa Orde Baru saat ini belum
mati samasekali sehingga tidak mau dikubur. Reformasi yang dipelopori
mahasiswa hanya berhasil menjatuhkan satu orang saja dari golongan
status quo, bernama Soeharto. Berikut laporan rekan Syahrir dari
Jakarta:

Semua unsur kekuatan Orde Baru di bawah Soeharto masih ada dalam
lembaga-lembaga kenegaraan baik di MPR, DPR maupun dalam jajaran
pemerintahan. Demikian Selo Sumardjan. Posisi kekuatan Orde Baru di
militer sangat kuat karena Wiranto masih bercokol di pucuk pimpinan
ABRI. Dengan latar belakang itu bisa dimengerti mengapa pelaku-pelaku
kerusuhan belum tertangkap, terutama pelaku pengeboman Istiqlal.

Menurut seorang pengamat politik Fadlison, belakangan ini aparat
keamanan khususnya jajaran TNI terlihat lumpuh dalam mengatasi berbagai
peristiwa kerusuhan dan teror. Intelijen TNI yang selama beberapa
dasawarsa dikenal sangat hebat, terlihat seolah-olah tidak tahu apa-apa.
Di masa lalu ABRI berhasil menguak kasus peledakan bom di Candi
Borobudur, peledakan bom gedung BCA, dengan sangat mudah. Tapi dalam
beberapa peristiwa terakhir terutama peristiwa Banyuwangi, Kupang dan
Ketapang, Ambon dan peledakan bom di Istiqlal, jajaran pimpinan TNI
terkesan tidak serius dan bahkan cenderung membiarkan persoalan semakin
kompleks. Tidak ada jawaban yang pasti apalagi pertanggung jawaban.

Antisipasi yang demikian lamban dari aparat keamanan tentu saja
menimbulkan berbagai pertanyaan. Pertama apakah memang intelijen kita
benar-benar sudah mandul hingga tidak mampu mendeteksi berbagai gejala
yang mengarah pada tindakan anarki. Kedua apakah aparat keamanan memang
mempunyai agenda yang berbeda dengan agenda nasional pemilihan umum di
mana diharapkan akan lahir pemerintahan sipil yang demokratis dan
legitim.

Terhadap pertanyaan pertama itu kita lihat memang ada indikasi ketidak
mampuan aparat intelijen yang kini bekerja. Dalam peristiwa Ambon
intelijen TNI tidak antisipatis ataupun melakukan pembendungan sehingga
masalah yang sederhana menjadi rumit dan berlarut-larut dengan korban
yang tidak sedikit. Hal ini dapat pula diakibatkan karena de-moralisasi
di tubuh TNI, karena petinggi-petinggi TNI lebih disibukkan dengan
pertarungan politik mereka ketimbang memfokuskan diri pada penciptaan
stabilitas keamanan menjelang pemilihan umum.

Bahkan dalam beberapa kasus, kepentingan TNI sendiri bisa dikorbankan
demi kepentingan politik pimpinan. Sedangkan terhadap pertanyaan kedua
dilihat ada indikasi kecenderungan aparat keamanan membiarkan terjadinya
kerusuhan atau tindakan anarki sehingga pada saatnya terjadi chaos yang
dapat menciptakan keadaan darurat dan gagalnya pemilihan umum. Dalam
situasi darurat itu tentu yang akan tampil adalah jajaran aparat
keamanan termasuk di pentas politik nasional. Maka reformasi akan
terhenti dan kita akan mengalami kemunduran demokrasi total. Demikian
Fadlison di Tabloid Adil.


-----------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
-----------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 30 Apr 1999 jam 16:27:14 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke