----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Oxedus? Apa artinya oxedus?
Jelas saja salah, yang benar adalah Exodus !
Aaaah...jadi salah banget dong itu puisi?
Iya, salah..

Bukan main, betapa kata sederhana begini saja
Saya nggak tau cara menulisnya dengan benar.
Mesti di ingatkan seorang netter segala...

Ini mengingatkan betapa bego dan dungunya saya sebenarnya.
Silahkan, silahkan bagi siapa saja yang ingin menyebut
saya ini si dungu yg sok tahu, atau bocah  kampung yg sok
intelek, atau anak gang yg berlagak pinter..
Kenyataannya memang iya demikian..

Saya ini goblok, susah diatur dan sukar dinasehati.
Kalau ada orang tua yang bilang belok kekiri, saya malah kekanan.
Kalau ada yang bilang "Diam" saya malah " Melompat".
Ketika bapak saya berpantun " right or wrong is my country"
Saya malah membalas dengan " Katakan yang benar walaupun
itu pahit ".

Ketika ikut " program cuci otak" HMI sewaktu saya kuliah di UNAS.
Saya diberi adili dan diberi hukuman karena bolos kuliah subuh.
Dan menyebut sang moderator dari para senior sebagai
" Anjing anjing herder tetangga sebelah rumah "

Ketika di sma pada saat menulis makalah  wajib suruhan
dari guru agama, saat semua murid menulis dipembukaan
dengan bahasa bahasa sopan
" Pertama tama kami karya tulis ini ditujukan untuk orang tua
kami yang telah memberikan taufik dan hidayah dan bla bla bla "

Saya malah menulis " Pertama tama saya ingin mengakui
bahwa makalah ini hampir seluruhnya nyontek dari buku "
Tobat " karya Mr X  dan karena saya bukan ahli agama
dan tidak cukup mendapatkan informasi tentang agama
yang baik dan logis, maka saya tidak punya perasaan untuk
berterima kasih pada siapa siapa "

Begitu juga ketika guru biology sma mengharuskan
semua murid membikin makalah tentang hasil hasil
penelitian di Lab sekolah,kebanyakan dari mereka
menuliskan laporan " tentang  bedah kelinci atau
Katak " dengan surutan urutan prosesnya yg detail
dan scientific. Tapi karena saya hampir sama sekali
tidak pernah ke Lab, karena lebih sering menghabiskan
waktu menyantap soto babat di dekat pasar Pal Merah
dari pada membedah bedah mahluk mahluk lucu itu,
saya menulis makalah " Ide Memperbaiki Mutu Lab "
point pointnya adalah :
- Karena banyak benda benda hilang dari Lab
sebaiknya baju lab tidak berkantong , agar pengguna
Lab tidak punya alasan mengantongi Mikroskop keluar
dari property sekolah untuk berakhir ke tukang loak.
- Sebaiknya kelinci mainan saja yg dibedah
Karena kelinci atau katak yg asli beneran adalah
mahluk bernyawa yg tidak pantas dibuang percuma
lantaran alasan percuma seperti ingin lihat " bentuk usus
binatang ampibi atau sebangsanya "
- Sebaiknya sebelum memulai tugas tugas lab, para
murid yang sok ilmuwan dan berlagak dokter itu
di beri tahu tentang " hak hak binatang sesuai dengan
konvensi Green Peace di Geneva ( ngarang sendiri)

Tapi seperti juga guru PMP yang mengharuskan
kami membuat laporan tentang pidato pertanggung
jawaban Presiden Suharto , ketika saya menulis
" Pidato Suharto itu tidak bertanggung jawab lantaran
isinya semua cuma melaporkan sukses pembangunan
pembangunan di sektor pertanian, keuangan dll.
Sebuah pertanggung jawaban biasanya selalui lebih
condong melaporkan kegagalan beserta alasan alasannya."
Guru guru itu semua tidak pernah membantah alibi
saya lebih dari sekedar catatan "  Pengamatan  kamu
kurang mendalam, terlalu subjektif " Tamat.

Orang bego seperti saya perlu disadari, diberi tahu
yang mana kesalahan kesalahannya. Bukan cuma
divonis  dengan pernyataan pernyataan menghindar.

Di milis indopub ini ( milis para guru PMP )
Akan semakin bagus bila orang orangnya bukan
cuma saling bersaing adu pintar soal politik, Panca Sila
Negara dan tokoh tokoh reformasi.

Mengakui diri salah dan goblok adalah
sebenarnya lebih bermanfaat dari pada ber cuap cuap
ilmiah atau menulis surat terbuka untuk Kwik Kian Gie.

Saya berterima kasih pada netter yang masih punya
waktu untuk meralat tulisan saya , menyadari diri satu
ini ternyata cuma seorang bego yg sedang menggapai
gapai mencari identitas.

Orang orang yg mengajukan koreksi dengan bukti,
Dan melakukan kritik yang lurus tanpa basa basi
Lebih berharga dari ribuan guru guru atau para ustad pasif.

Dan untuk inilah sebenarnya oposisi dibuat.
Menjaga agar sebuah kekuasan tidak menjadi biadab.
Menghindari tumbuhnya kesombongan kesombongan idiot
Yang akan melanggengkan  budaya  neo " emoh emoh tapi
Kemaruk  " atau " tetek babi bengek " Yang selama ini merusak
otak kebanyakan masyakarat kita.



Hasan Basri
Email : [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 7 May 1999 jam 04:24:03 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke