----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

From: Riya mizar

Ternyata KKN masih berlaku di PLN
Dalam suatu pengarahan di Ragunan,Dirut PLN menekankan bahwa karir pejabat
dinilai dari : Integrity, Competency, Psychology Profile, Administration
(Track Record).
Ternyata apa yang di dengungkan oleh sang Dirut tidak ditaatinya sendiri,
terbukti dalam pelantikan Pejabat baru-baru ini ada seorang yang dilantik
dengan Integrity cacat dan Track Record minus, yang menonjol adalah
KONCOismenya yang cenderung ke Nepotisme.
Datanya sebagai berikut :
1. Waktu ybs di Medan pasang target seperti orang main poker tanpa melihat
kemampuan sumber dayanya, untungnya sebelum waktu yang ditentukan yang
bersangkutan dipindah ke Ujung Pandang. Yang runyam penggantinya jadi
kobol-kobol untuk mengejar target, selain itu juga harus menghadapi preman
yang dibina oleh pejabat lama ini.
2. Waktu di Ujung Pandang si Pejabat ini juga bekerja dengan teori Poker
(bluffing), melihat ada sedikit gambaran cerah langsung pasang target
tinggi, ternyata hasilnya nol besar. Terbukti dalam evaluasi kinerja Unit
PLN 1997, Wilayah Ujung Pandang adalah wilayah dengan kinerja TERBAWAH. Yang
dia banggakan malah caranya MEMBOROSKAN duit PLN untuk bikin pompa
disawah-sawah, yang dia sendiri belum tahu apakah listrik yang dipakai untuk
pompa bisa dibayar oleh si petani.
3. Waktu ribut-ribut Dirut PLN diganti, dengan pongahnya si pejabat ini
bikin pernyataan di koran bahwa akan mundur dari PLN kalau Dirut Djiteng
diganti dan tidak bertanggung jawab mengenai kelistrikan di Ujung Pandang.
Tetapi setelah pergantian berlangsung apa yang terjadi, dia tetap bercokocol
ditempatnya dan menikmati menjadi Raja tikus yang sudah dijabatnya KETIGA
kali, mungkin MEMANG enak jadi Raja tikus atau Pukat Harimau di PLN.
4. Sekarang ini si Pejabat ini sudah dilantik untuk menjadi Pukat Harimau di
Jatim (berarti jabatan Raja tikus yang KEEMPAT), bagaimana nasib PLN Jatim
nantinya?? Mungkin hanya Dirut PLN sekarang yang bisa menjawabnya, sesuai
SABDAnya diatas (atau memang PLN datanya nggak bener, dimana hal ini adalah
mustahil bagi perusahaan yang sarat dengan teknologi tinggi). Jawabnya
adalah karena si Pejabat ini ternyata KONCO DEKATnya sang Dirut.
Untuk itu agar Diut PLN merenungkan kembali di lubuk hatinya demi kepetingan
perusahaan, karyawan dan penegakan reformasi.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 8 May 1999 jam 06:08:42 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke