----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Malam demi malam berlalu, sejak menerima surat Bonang
Nisye mempunyai kebiasaan baru. Ya jelas dia merasa
getaran getaran mulai mendominasi dada. Tidak jarang
Nisye terbangun di larut malam untuk membaca surat
Bonang berkali kali. Di tatapnya tulisan tangan yang
miring miring dan tidak beraturan ,disatu sudut tinta
tulisan itu malah berserakan jelas lantaran pulpen
murahan yang dipake Bonang bocor, dan saliva
kering yg nampak membekas di pinggiran kertas pasti
lantaran Bonang meniup niup batangan isi pulpen supaya
dia bisa meneruskan lagi surat ini tanpa membeli pulpen baru.

Nisye adalah ikan koki yang menari nari jernih dalam sebuah
aquarium.Dunia dia adalah sebatas dinding kaca. Hidup Nisye
jelas tidak susah,tidak berbelit belit dan gampang.Nisye tidak
pernah mengenal dunia lain selain dunianya yang gemerlapan
tapi sebenarnya sempit itu. Jelas saja pengalaman pertama
kali berpergokan dengan Bonang adalah sebuah shock apresiasi
yang membuat matanya sedikit terbuka. Bonang adalah mahluk
unik yang memikat . Walaupun dekil, dia nampak menarik.
Walaupun potongan rambutnya ketinggalan setengah abad dari
temen temen sekelasnya,Bonang tetap nampak jantan dan
penuh romance.

Nisye akhirnya memutuskan tidak akan membalas surat Bonang.
Tapi justru akan menyelidiki dulu mahluk kelas bawah yang punya
keberanian menyatakan cinta pada bidadari elegan penghuni
sorga ke tujuh keturunan Pakubeton ,Raja Semarang yang konon mati
kecelakaan lantaran tenggelam di rawa pening, ketika sedang
bermain cinta dengan roh Nyi Loro Kidul dibalik semak semak
enceng gondok. Konon juga ketika diangkat mayat raja Jawa
ini mengeluarkan bau minyak Arab sehingga penduduk setempat
menamakan lokasi tersebut " Syeikh Al Arabi Konak Banyak Ngewe,ne ".

Dengan ditemani Pak Paluwi, supir pribadinya yang kurus kerontang
seperti mumi atau AM Saefudin.Mobil BMW seri 10 Nisye dengan
knalpot racing dan ban rendah  membalut momo rim, bermesin 4000 cc
V enggine, 45 valves  $ 130.000 cash price dibeli di Munchen ketika
papi jalan jalan sama om Tommy dan om Sigit, melesat melaju keluar
dari Pondok Indah menuju Jalan Sudirman dan berbelok di Bendungan
Hilir.Pak Paluwi kebetulan hapal dengan daerah pertokoan, dengan
segera dia menemukan salon " Jabrik " disamping toko beras dan
sebelah tenda bubur kacang ijo " Cakajo " alias California Kacang Ijo .

Nisye melangkah masuk salon dengan penuh ragu,
Bau hair spray murahan menyengat hidung. Tempat sempit dan
tidak ber ac ini membuat tubuh Nisye seperti di press membuatnya mual.
Memet, bencong centil berlipistik viva datang menyapa,
" Aih..cakep sekali deh kamu..mau motong rambut disini say?"
Tanya Memet yang tampangnya culun macam Wiranto dibedaki,
Nisye panik memikirkan itu " lebih baik mati, dari pada motong rambut
disini " Tapi kegelisahannya ditahan dia segera bertanya soal Bonang.

Memet ternsenyum senyum, Nisye berbohong bahwa Bonang menelpon
dia semalam karena menemukan dompet Nisye yang hilang di senayan.
" Dia janji akan nitipi dompet saya ke kamu " kata Nisye mantap.

Memet bilang " barangkali Bonang lupa, samperin aje die di rumahnya
di gang Haji Sabeni di Tanah Abang " katanya sambil memberikan
alamat lengkap " RT 18/RW 9 No122 A tikungan kiri pertama dekat
pasar kambing "  Tapi kalau nggak ketemu disana, tambah Memet
" Cari aja dia di warteg si Epen di Kebon Kacang.tuh anak tiap Jumaat
sore pasti ngebon di sana "  Sebuah warteg paling ngetop satu kecamatan,

Nisye beranjak dan mengucapkan thanks. Dengan sigap Pak Paluwi
membuka pintu mobil , menutup dan menjalankan mobilnya atas
perintah sang Putri Kayangan menuju Kebon Kacang.

Gampang menemukan wateg si Epen.ditanya sekali semua tukang
ojek bakalan ngerti. Pak Paluwi memakirkan mobil 100 meter dari
warung pojok yang bersebelahan dengan pagar belakang mesjid Said
Naum itu. Nisye mengamati dari kejauhan rombongan orang orang
aneh yang sedang melahap tahu goreng, sambel kecap dan pete
rebus. Diambilnya teropong mini merek Nikon dari tas tangan Ettine
Aigner. Perlahan diantara tukang bajaj,supir mikrolet dan kuli bangunan
yang bajunya keringatan dia melihat satu sosok mahluk unik yang
sempat mendebarkan jiwanya. Bonang nampak sedang sibuk mengganyang
tempe goreng dan semur jengkol.Sambil ngobrol dan tergelak gelak
dengan peserta warteg ,Bonang bersemangat menuntaskan nasi dipiring
nya, sekali kali dia mencopot pete rebus yang bergantungan diatas
toples. wajahnya memerah segar, dia nampak bahagia.

Nisye mengamati sambil tersenyum senyum.
Manusia manusia aneh itu kok nampak bersahabat sekali?
pikirnya. Pak Paluwi pura pura membaca majalah Elle yang
tergeletak di jok belakang. Dia tidak menyangka tuan putri mau
mampir didaerah kumuh seperti ini, Nisye makin tersenyum
melihat tingkah laku manusia manusia asing itu. Bonang disana
nampak meraih gitar dan menyanyikan lagu " Cinta Yang Hilang"
Ebiet G Ade. Tanpa disuruh semua mahluk melata dalam warung
bernyanyi bersama sama. Dan perlahan Nisye makin mengerti
bahwa sang ikan koki yg selalu di akuarium samar samar menemukan
sebuah dunia baru dibalik kaca, Sebuah sungai keruh yang lebar
dan berliku liku penuh resiko, mara bahaya tapi menarik.

Bonang amat menggetarkan. Dia seperti memperkenalkan
sebuah sisi hidup yang berbeda.

Setelah cukup puas, Nisye mengajak Pak Paluwi pulang.
Sampai kerumah dia segera bergegas menuju ruang tamu.

Nisye duduk di depan piano. Perlahan sambil membayangkan
Bonang dan teman teman dekilnya, Jari Nisye bermain diatas tuts..

Nisye memainkan Piano Sonata No.8 C Minor Op.13 "Pathetique"
nya Beethoven. Penggalan kedua ini berjudul " More Than Love "

Dan itulah yang Nisye rasakan sejak bertemu Bonang.


Hasan Basri.
Proletar @aol.com

Catatan:
Mas Sudirman,
hari ini Proletar sedang menjadi penulis Anita Cemerlang.
Besok ta ladeni bacotan ilmiahmu yang gendeng itu..

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 20 May 1999 jam 01:38:48 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke