---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk KAMPANYE HARI PERTAMA DI JAKARTA, GOLKAR DIAMUK MASSA JAKARTA (SiaR, 19/5/99), Sungguh malang nasib eks partai berkuasa di masa Orde Baru, baru hari pertama putaran kampanye, Rabu (19/5) siang beberapa kendaraan hias maupun pengangkut massa Partai Golkar dirusak massa yang menonton pawai bersama kendaraan hias dari ke-48 parpol peserta Pemilu. Apa yang dialami hari ini tentu berbeda dengan masa kedigdayaan Golkar, ketika masih menjadi kendaraan politik rezim Soeharo selama 3 dasawarsa. Peristiwa perusakan pertama kali terhadap kendaraan milik Partai Golkar terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, ketika massa yang sedang menanti pawai, melempari dan merusak sebuah kendaraan hias milik Partai Golkar. Peristiwa perusakan berikutnya terjadi di sekitar bunderan air mancur di depan Gedung Indosat menuju Harmoni. Ribuan warga masyarakat yang menonton di pinggir jalan tak mampu dicegah untuk melempari dua kendaraan --satu hias, dan satu pengangkut massa-- Partai Golkar, hingga rusak berat. Pengemudi dan para penumpangnya berloncatan turun, dan berlarian menyelamatkan diri ke arah petugas keamanan, yang tak mampu mencegah kemarahan massa yang merusak dua kendaraan tersebut. Menurut saksi mata, kemarahan warga berawal dari lemparan-lemparan permen, dan rokok yang dilakukan massa Partai Golkar ke arah penonton di pinggir jalan. Lemparan tersebut, tadinya dimaksudkan sebagai wujud sapaan simpatik partai bernomor 33 itu. Tapi rakyat yang selama tiga puluh tahun memendam kemarahan terhadap Golkar, melihat pelemparan permen dan rokok itu sebagai telah melecehkan mereka yang menonton pawai tersebut. Para penonton mengembalikan permen dan rokok yang dilempar massa Partai Golkar ke truk yang mengangkut mereka, dengan cara melempar kembali. Ternyata hal ini dianggap sejumlah satgas Partai Golkar sebagai bentuk perlakuan kasar oleh penonton. Sejumlah satgas dengan arogan --seperti ketika masa jayanya dulu-- memarahi para penonton. Terhadap sikap para satgas Partai Golkar itu, ternyata justru membuat marah warga yang kemudian menghujani dua kendaraan itu dengan batu-batu besar. Berbeda dengan Partai Golkar yang mendapat sambutan tidak simpatik dari para penonton, maka partai-partai lainnya praktis tak mengalami suatu perlakuan yang tak mengenakkan dari warga penonton. Menurut pantauan SiaR, dari berbagai wilayah di Jakarta, yang mulanya merupakan kampanye bersama dari ke-48 parpol, menjadi seperti kampanye-nya PDI Perjuangan, karena di beberapa tempat menjadi "merah total". Hal ini terjadi, bukan saja, karena di beberapa ruas jalan, massa pendukung PDI Perjuangan tampak berkonvoi dengan menggunakan berbagai kendaraan roda dua dan empat, tapi juga warga yang menonton pawai di sepanjang jalan, mayoritas menggunakan pakaian berwarna merah milik PDI Perjuangan. "Wah, belum apa-apa, Jakarta sudah merah total begini. Mudah-mudahan, partai-partai reformis memenangkan Pemilu, agar kita dapat memasuki era baru yang bersih dari sisa-sisa Soehartois," ucap seorang bapak di sekitar Jl Gunung Sahari, Jakarta Pusat.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 19 May 1999 jam 19:25:44 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
