----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://click.indo-news.com/cgi-indo-news/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------

BENARKAH GHALIB DIPERINTAHKAN MELINDUNGI KEKAYAAN DAN NAMA BAIK SOEHARTO?

Gara-gara laporan majalah Time dan desakan masyarakat, maka Presiden
Habibie kemarin siang terpaksa berbicara dengan dutabesar Amerika
Serikat dan Austria membicarakan masalah kemungkinan adanya simpanan
uang mantan Presiden Soeharto di Austria. Mantan Presiden Soeharto
sendiri pagi harinya telah datang ke kantor Kejaksaan Agung untuk
menyerahkan surat kuasa khusus kepada Andi Ghalib. Laporan koresponden
Syahrir dari Jakarta:

Jaksa Agung Andi M. Ghalib mengundang mantan Presiden Soeharto berkaitan
penyerahan surat kuasa khusus sebagaimana diminta Kejagung. Maksudnya
untuk membantu pengusutan dan pencairan dana milik Soeharto yang diduga
disimpan di sejumlah bank di luar negeri. Tetapi Soeharto tetap
bersikeras bahwa ia tidak memiliki uang di luar negeri, dan akan
mengembalikan uang yang tersimpan dalam rekening tersebut kepada
pemerintah melalui Kejaksaan Agung.

Jaksa Agung Andi Ghalib yang akan berangkat dengan Menteri Kehakiman
Muladi ke Swiss dan Austria hari Minggu mendatang nampak agak percaya
dengan keterangan Soeharto. Mungkin saja ada orang lain yang memasukkan
uang tersebut atas nama Soeharto kata Jaksa Agung asal Sulawesi Selatan
ini. Sehari sebelumnya seorang mantan Jaksa Agung Muda mengatakan bahwa
Ghalib hanyalah menjalankan instruksi Presiden Habibie untuk mencegah
agar Soeharto tidak diperiksa.

Akibatnya terjadi perpecahan di kalangan kejaksaan karena banyak jaksa
yang merasa malu dihujat rakyat, sedangkan Habibie yang menjadi sumber
kekisruhan karena melarang Ghalib menahan Soeharto, tetap tenang-tenang
saja. Setiap petinggi Kejaksaan yang berusaha "menendang gol ke gawang,
langsung dikeluarkan dari lapangan oleh Ghalib yang menjadi kapten
kesebelasan yang hanya melaksanakan instruksi manager Habibie", kata
mantan Jaksa Agung Muda itu kepada Radio Nederland.

Harian Berita Buana yang mewawancarai Duta Besar Amerika Serikat
Stapleton Roy memberitakan kemarin bahwa Amerika Serikat sudah punya
bukti transfer uang Soeharto. Pemerintah Amerika memiliki data tentang
transfer dolar dalam jumlah besar dari bank di Swiss ke bank Austria.
"Jika pemerintah Indonesia memang serius ingin mengungkapkan harta
kekayaan Soeharto, mengapa tidak mengirim surat resmi kepada pemerintah
Washington?" tanya Stapleton Roy heran. "Apakah Amerika Serikat mampu
membantu Indonesia mengungkap kekayaan Soeharto?" tanya Buana. "Sangat
besar", jawab Roy. "Hanya saja, kami mohon pemerintah Anda harus membuat
surat resmi kepada Washington. Jika Soeharto dan anak-anaknya menyimpan
harta di Amerika Serikat yang dicurigai dari hasil korupsi, kami pasti
bisa mengungkapnya", katanya.

Dijelaskannya pula bahwa Departemen Keuangan Amerika langsung melacak
asal usul dana yang berjumlah milyaran dollar itu melalui jalur
diplomatik di Swis dan Austria. Mengenai masalah Time dijelaskannya
bahwa semua tahu reputasi majalah tersebut. Setiap pemberitaannya selalu
didukung bukti-bukti dan data. Dan mereka tidak pernah melakukan
kesalahan yang berarti. Apalagi memfitnah. Ia pun yakin jika majalah
Amerika ini dipaksa ke pengadilan, pimpinannya mampu membeberkan semua
dokumen sekaligus mengajukan saksi-saksi.

Stapleton Roy juga menceriterakan pengalamannya selama 40 tahun di dunia
diplomatik. Tiga tahun di Indonesia inilah yang paling berkesan,
katanya. Ketika rahasia kekayaan keluarga Soeharto terbongkar, hal itu
tidak hanya mengejutkan rakyat Indonesia tetapi juga masyarakat dunia.
Ia berharap berbagai kendala yang dihadapi negara ini bisa diatasi
dengan baik, termasuk kasus kekayaan Soeharto. Kalau memang pemerintah
Indonesia serius, pemerintah Amerika akan membantu sekuat tenaga.
Demikian Duta Besar Amerika Serikat di Indonesia Stapleton Roy.

Tetapi benarkah Presiden Habibie serius? Umumnya para intelektual
Indonesia meragukan hal itu kecuali Sarlito Wirawan, seorang pakar
psikologi yang dalam suatu wawancara televisi menyatakan percaya pada
pemerintahan Habibie, khususnya tim Muladi - Ghalib yang akan berangkat
ke Eropa besok lusa. Gagalnya tim ini nanti jelas akan mempengaruhi
citra pemerintahan Habibie. Sedangkan menurut Ketua DPA Baramuli
pemerintah Habibie itu bukan terdiri dari Golkar saja tetapi juga, TNI,
PPP dan PDI Budi Harjono.

Padahal juru bicara Menteri Dalam Negeri Austria, Cornelia Zoppoth,
kemarin sudah menyatakan bahwa kedatangan tim dari Indonesia itu akan
sia-sia. Ketentuan perbankan di sini sangat ketat dan keras, katanya.
Namun Muladi bersikeras bahwa ia akan membawa seorang profesor yang ahli
dari Indonesia.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 May 1999 jam 06:15:46 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke