----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://click.indo-news.com/cgi-indo-news/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------
Mendekati pemilu ini tensi darah tinggi manusia nampaknya
semakin tinggi.Para pengibar bendera negara agama mayoritas
serentak muncul melakukan kampanye propaganda untuk menggilas
penganut agama minoritas dengan jurus tri sapu jagad " bahaya nasrani,
PKI dan sekularisme " Serangan pengecut ini jelas di motori dan
didanai oleh KISDI sebagai agen eksekutive sebuah grand scheme
titipan Habibie dan the gang beserta konglomerasi politik bernama
ICMI. Trio dalang yang mengatur skenario jelas saja adalah para
dewan pakar yang dulu sukses menghijaukan kabinet terakhir Suharto,
yang setelah itu juga menjatuhkan menikam Diktator pikun ini secara
licik. Mereka adalah Habibie, Amien Rais dan Adisasono.
Dalam pergulatan politik, oportunisme adalah salah salah satu alat
ampuh yang tidak bisa dihindarkan. Oportunis artinya pandai membaca
situasi, memusuhi lawan yang lemah, mengakrabi musuh yang kelihatan
kuat dan dan membunuh saingan yang tidak berdaya.
Ketiga dalang oportunis ini berusaha kelihatan pecah agar kamuflase
opera mereka tidak terlalu nampak jelas. Habibie mengendarai Golkar
dan ABRI sebagai satu satunya partai dan lembaga yang berpengalaman dan
punya jaringan network yang mapan. Adi Sasono berlagak pro rakyat
kecil, anti konglomerat ( cina ) dan menabuh gendang semangat men
dirikan negara Islam memalui para tengkulak agama di KISDI, HMI,
Partai Pisang. dan beberapa partai Islam lainnnya yang bersiap siap
untuk berkoalisi atas nama agama.Bila Adi yang melakukan hambur hambur
duit untuk membeli suara orang lapar ( mirip Komunis ) yang menampakkan
warna anti-keturunan tionghoa. Maka Amien Rais dan PAN nya jelas
berlagak moderat dan tidak terlalu intens dengan konsep negara Islam
dan jelas saja tugasnya adalah mendekati cina.Upaya Amien ini adalah untuk
mereduksi arus suara orang yang tidak menyukai Golkar dan alergi dengan
konsep negara agama.
Itulah sebabnya walaupun Mega itu memang bloon, PDI-P nya adalah
kiblat tempat berlindung terakhir bagi cina atau orang minoritas yang
cukup mengerti kemana mereka harus memilih. Dan saya tidak salahkan ini..
Cina cina pengusaha atau cina pinggiran entah yang oportunis atau
sekedar bego bisa saja mengharapkan PAN, karena berharap Amien
memang netral dalam soal RAS.Muslim muslim cupet yang kebanyakan
baca alip bata dan terlalu banyak meminta syafaat rasullulah dan ingin
mengArabkan Indonesia jelas punya PDR dan Adi Sasononya. Dan
pegawai negeri sipil yang tidak ingin dipecat,birokrat yang keenakan
duduk menjadi pejabat, konglomerat yang dulu mandi emas dibawah
ketiak kekuasaan, jelas tidak ragu untuk menusuk Golkar.Belum lagi
para manusia manusia idiot berseragam bernama Abri , preman
bayaran diktator itu tidak segan membela sang boss, asal para
perwira masih bisa bisnis ngumpulin duit dengan alasan menjaga
stabilitas negara.
Jadi dilihat dari skema ini, terus terang saya ragu PDI-P atau PKB
sanggup mengantisipasi manuver menuver trio ini secara cerdas.
Pertama Mega memang bukanlah seorang cerdas. Kedua yang
berada di belakang Mega juga tidak lain segerombolan oportunis
seperti Theo Syafei atau Sabam Sirait. Sedang PKB ( partai
yang mencalonkan Hetty Koes Endang sebagai caleg buat Jakarta
ha ha...gila nih partai kampungan banget ) terlalu bersandar pada
Gus Dur dan sungkem sungkem pada Hamengkubuwono.PKB
yang adalah bayi pesantren yang lumayan moderat. Gus Dur
dalam persoalan anti semangat Islamisasi negara Indonesia
memang saya akui sejalan dengan pandangan saya sendiri.
Tapi kelembekannya pada ABRI, pada Suharto dan sifat sifat
ego tidak bisa dikritik selain juga dongo dan picek , membuatnya
benar benar buta . Jadi walaupun nanti PKB bisa koalisi dengan
PDI-P misalnya, sangatlah mustahil duo partai ini dapat menundukan
jurus Trio bebek ICMI and the Gang.
ICMI mempunyai Golkar, PAN, PDR,ABRI, ditambah organisator
KISDI ,HMI,serta lusinan partai Islam radikal lainnya.ICMI punya
duit, punya senjatam,punya JPS,punya akses ,punya Koperasi,
punya LSM,punya pegawai negeri,dan birokrasi.punya koran Republika,
punya Media Indonesia. Punya Bakri corporation ( yang akan bikin
TV islam nanti )
Nah koalisi para sahabat penyembah Arab ini jelas akan mementalkan
siapa saja, gerakan apa saja, bukan saja karena Mega dan Dur sama
sama bego dan kurang responsif ( sama sama tidak menolak dwi fungsi
ABRI ) tapi karena para combro combro pesantren dan islam islam konyol
di jalanan sana merasa meng Islamkan bumi adalah tugas mulia, dan
selalu diberkahi Allah .
Nah, ada satu pertanyaan kepada saya datang dari seorang netter
kemarin. Jadi yang mana dong partai yang harus saya pilih nanti?
Dan bentuk negara yang bagaimana yang ideal buat Indonesia nanti?
Jawaban saya adalah :
Jika pemilu ini adalah dalam rangka memilih binatang jaga. Jelas
harus kita cari binatang yang galak tapi punya sikap. Jangan cari
anjing pudel seperti Mega, -rumah kita bisa dimasuki pencuri.
Jangan pilih PDR- ini anjing yang bisa menggigit tuannya sendiri.
Jangan pilih PKB- ini cuma partai kelinci.
Jangan GOLKAR- ini partai setan.
Jangan PAN- ini partai Srigala.
Dan karena pilihan tinggal sedikit, dari pada suara anda terbuang
atau dipakai para bergajul itu. Nyatakan sikap dan protes anda dengan
memilih PUDI.- inilah Anjing galak yang selalu menyalak dan siap
menggigit para pencuri dan rampok sambil menjaga majikannya..
Karena cuma PUDI satu satunya partai yang memperjuangkan penghapusan
Dwifungsi ABRI, mendukung negara federalisme, tidak SARA, tidak
memakai semangat agama, mendukung pemilu memilih presiden
secara lanngsung tanpa embel embel voting di MPR.
Dan cuma PUDI, satu satunya partai yang punya pemimpin yang
mau berkorban, masuk cipinang, manjadi bangkrut, menhadapi teror
dengan sikap lapang. ( Budiman Sujatmiko dalam hal ini cuma seorang
bocah emosional kebanyakan baca buku sosialisme yang tidak pakai otak )
Pilih PUDI walaupun partai ini bakalan kalah nanti.
Suara anda tidak akan sia sia. Ini adalah suara protes.
Dan maknanya lebih dalam dari sekedar golput..
So, Bila Golkar tetap menang. Alternative yang terbaik Indonesia bubar..
PDR menang. Indonesia Timur lebih baik pisah mendirikan negara sendiri.
PAN menang. Indonesia akan menjadi negara ICMI, bubar lagi kalau bisa.
Jelas ketiga tiganya tidak mungkin menang sendirian.
Koalisi, seperti di kios loak di Pasar Rumput, akan mendominasi
panggung demokrasi srimulatan ala Indonesia..
Seperti juga Mega dan PKB.
Semua partai ini adalah partai partai ini adalah partai
binatang yang tidak punya pendirian..
Hasan Basri
PS:
Awas Srigala berkopiah adalah srigala yg paling berbahaya.
Jangan kasih makan predator pengecut haus darah ini...
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 2 Jun 1999 jam 05:19:33 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++