----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://click.indo-news.com/cgi-indo-news/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------

Stockholm, 2 Juni 1999

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

DITINJAU DARI HUBUNGAN ISLAM DENGAN NEGARA, MUNCUL KELOMPOK MUSLIM
DENGAN ISLAM-NYA DAN KELOMPOK SEKULARIS DENGAN PANCASILA-NYA.
Ahmad Sudirman
Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA.


Untuk PK, PUI, PPP, PSII-1905, MASYUMI, PKU, PBB, PNU, PAN, PKB dan PDIP
(Indonesia).

Hari ini, Rabu, tanggal 2 Juni 1999, empat hari lagi rakyat Indonesia
yang telah mempunyai hak pilih sampai kepada hari yang telah ditentukan
oleh hasil kesepakatan Penguasa Daulah Pancasila dengan lembaga Trias
politika-nya yang menerapkan sistem demokrasi barat dengan UUD'45-nya
yang sekuler untuk memberikan pilihan suaranya kepada partai-partai
politik, dari mulai partai politik yang berasaskan Islam, kombinasi
antara Islam dan Pancasila sampai partai politik yang berasaskan hanya
Pancasila. Tujuan dari pemilihan umum ini adalah merealisasikan
dasar-dasar yang telah ditetapkan dalam UUD 1945 melalui penjabaran
ketetapan-ketetapan MPR-nya untuk melahirkan manusia-manusia yang akan
mengisi lembaga trias politika melalui partai-partai politik guna
menjalankan roda Pemerintahan Daulah Pancasila yang berdasarkan
Pancasila dengan UUD'45-nya yang sekuler yang menerapkan sistem
demokrasi barat.

Nah, tulisan hari ini, sengaja saya melambungkan pemikiran yang
dirumuskan dalam bentuk tulisan dengan judul "Ditinjau dari hubungan
Islam dengan negara, muncul kelompok muslim dengan Islam-nya dan
kelompok sekularis dengan Pancasila-nya" yang diwakili oleh
partai-partai politik yang ikut dalam arena adu kekuatan politik melalui
pemilihan umum untuk memperoleh dan mencapai kekuasaan di Daulah
Pancasila dengan UUD'45-nya yang sekuler.

Mengapa saya membahas masalah pemilihan umum ini, apa hubungannya dengan
pengembalian Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang Madinah-nya?.
Jawabannya adalah, walaupun pemilihan umum yang akan datang ini bukan
untuk melahirkan kembali Daulah Islam Rasulullah, tetapi sedikitnya
pemilihan umum ini akan memberikan gambaran dan ukuran sejauh mana
rakyat Indonesia melihat, merasakan, menerapkan dan menjalankan hak dan
kewajiban sebagai warga negara Daulah Pancasila dihubungkan dengan agama
(Islam, Kristen, Budhdha, Hindu) yang dianutnya.

Yang menjadi perhatian saya disini adalah, sejauhmana rakyat Indonesia
menerapkan ajaran, nilai dan hukum Islam kedalam bentuk perilaku (disini
terbatas kepada keorganisasian dan kepartaian) dihubungkan dengan
kelangsungan roda pemerintahan dan kenegaraan. Apakah ajaran, nilai dan
hukum Islam akan diterapkan dan dilaksanakan dalam perilaku yang
menyeluruh (termasuk didalamnya pemerintahan dan kenegaraan) atau hanya
diterapkan dan dilaksanakan dalam perilaku yang sempit dan terpisah dari
sistem pemerintahan dan kenegaraan?.

Jadi, dengan dasar pemikiran inilah saya ingin melihat sejauhmana rakyat
Indonesia sampai sekarang melihat dan memandang Islam yang dijabarkan
kedalam bentuk keorganisasian dan kepartaian dihubungkan dengan
pemerintahan dan kenegaraan.

Nah, dari kenyataan yang ada sekarang saya melihat bahwa rakyat
Indonesia (yang diwakili oleh partai-partai politik) terbagi kedalam dua
golongan yang besar yaitu, golongan pertama yang menjadikan Islam dasar
gerakan perjuangan partainya dan golongan kedua yang menjadikan
Pancasila sebagai dasar gerakan perjuangan partainya. Atau dengan kata
lain, golongan pertama ingin menyatukan Islam dengan negara dan golongan
kedua ingin memisahkan Agama dari negara atau yang disebut golongan
sekularis.

Siapa dan partai-partai politik mana yang mewakili setiap golongan itu?.
Dengan melihat dari dasar, asas, visi dan misi perjuangan dari setiap
partai politik, maka saya dapat menyimpulkan bahwa golongan yang
menjadikan Islam dasar gerakan perjuangan partainya diwakili oleh Partai
Keadilan (PK), Partai Umat Islam (PUI), Partai Persatuan Pembangunan
(PPP), Partai Syarikat Islam Indonesia 1905, Partai Masyumi, Partai
Bulan Bintang (PBB), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII). Partai
Masyumi Baru, Partai Kenagkitan Muslim Indonesia (KAMI), Partai
Persatuan (PP), Partai Nahdatul Ummat (PNU) dan Partai Kebangkitan Umat
(PKU).

Kemudian golongan yang menjadikan Pancasila sebagai dasar gerakan
perjuangan partainya yang anggotanya kebanyakan kaum muslimin diwakili
oleh Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB),
Partai Islam Demokrat (PID), Partai Indonesia Baru (PIB), Partai Abul
Yatama (PAY), Partai Ummat Muslimin Indonesia (PUMI), Partai Solidaritas
Uni Nasional Indonesia (SUNI), Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI).
Sedangkan partai-partai politik lainnya yang anggotanya adalah tidak
mementingkan kaum Muslimin diwakili oleh Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan (PDIP), Partai Golkar, Partai Rakyat Indonesia (PRI), Partai
Nasional Demokrat (PND), Partai Cinta Damai (PCD), Partai Rakyat
Demokratik (PRD), Partai Daulah Rakyat (PDR), Partai Katolik Demokrat
(PKD), Partai Buruh Nasional (PBN), Partai Kristen Nasional Indonesia
(PKNI), Partai Nasional Indonesia massa Marhaen dan tujuh belas
partai-partai politik lainnya yang tidak saya sebutkan disini.

Dari kedua golongan diatas, ada sesuatu yang menjadi keparadokan menurut
pikiran saya yaitu, golongan yang menjadikan Pancasila sebagai dasar
gerakan perjuangan partainya yang anggotanya kebanyakan kaum muslimin.
Kalau ditinjau dari hubungan Islam dengan negara, maka saya golongkan
Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai
partai politik yang sekuler, walaupun anggotanya kebanyakan kaum
Muslimin. Artinya, partai politik yang mendasarkan partainya kepada yang
bukan aqidah Islam dengan prinsip dasarnya untuk memperjuangkan
kedaulatan rakyat, demokrasi, kemajuan, keadilan sosial, kemanusiaan,
dan kemajemukan yang menerapkan sistem trias politika dengan sistem
demokrasi baratnya.

Dengan adanya partai-partai politik yang sekuler dengan anggotanya
sebagian besar kaum muslimin, maka saya sudah dapat menduga bahwa hasil
pemilihan umum hari Senin tanggal 7 Juni 1999 adalah akan dimenangkan
oleh partai-partai sekuler yang dipelopori oleh PAN, PKB dan PDIP.

Sedangkan partai-partai politik yang berasas Islam yang sebagian sudah
bersepakat untuk saling membantu dalam pelimpahan sisa suara, menurut
saya adalah belum begitu mampu bersaing dengan partai-partai politik
sekuler yang dipelopori oleh PKB, PAN dan PDIP, kecuali ada satu partai
politik Islam yang menurut saya akan mampu bersaing, yaitu Partai
Keadilan (PK), tetapi Partai Keadilan ini tanpa didukung oleh
partai-partai politik Islam lainnya tidak akan mampu mengadakan
perubahan besar dalam rangka menerapkan visi "menuju kesatuan ummat
dengan misi menegakkan amar ma'ruf nahi munkar guna memelihara kesatuan
ummat dan keutuhan bangsa" dalam kelembagaan trias politika dengan
sistem demokrasi barat-nya.

Nah sekarang, kesimpulan akhir dari tulisan ini adalah siapapun yang
berhasil keluar dari arena pemilihan umum di Daulah Pancasila dengan
UUD'45-nya yang menerapkan trias politika dengan sistem demokrasi
baratnya, tidaklah menunjang kepada pengembalian Daulah Islam Rasulullah
dengan Undang Undfang Madinah-nya. Jadi, ada atau tidak ada pemilihan
umum di Daulah Pancasila ini, usaha untuk pengembalian Daulah Islam
Rasulullah dengan Undang Undang Madinah-nya akan tetap berjalan terus.
Insya Allah.

Inilah sedikit tanggapan dari saya untuk PK, PUI, PPP, PSII-1905,
MASYUMI, PKU, PBB, PNU, PAN, PKB dan PDIP.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 4 Jun 1999 jam 14:59:49 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke