----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://click.indo-news.com/cgi-indo-news/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------

KOLOM SUPANGKAT:

                REJIM HABIBIE BUKTIKAN DUNGU TRIAS POLITIKA

Dalam konperensi pers di Istana Merdeka menjelang keberangkatannya ke Swiss
dan Austraia, Menteri Kehakiman Mulai dengan wajah serius sekali mengatakan
bahwa misinya ke Swiss dan Austraia berupa missi G to G.
Dengan pernyataan itu Muladi ingin menekankan bahwa pengusutan harta Suharto
sudah sangat serius dan lebih afdhol karena dilakukan oleh pemerintah dengan
pemerintah.
Pernyataan Muladi itu membuktikan pula betapa ia dungunya tentang Trias
Politica
dan menganggap kekuasaan pemerintahnya dan pemerintah Swiss dan Austria ber-
wenang untuk mengubrak abrik dunia banking yang di kedua negeri itu berada di
tangan swasta 100% di mana pemerintah, judikatif dan legislatif tidak boleh
cam-
pur tangan kecuali kalau sudah ada atau dicurigai ada kasus kriminal.
Suharto masih bukan "suspect" (tersangka) kriminal sehingga mustahil kedua pe-
merintah Swiss dan Austria bisa turut campur melanggar UUDnya a la Indonesia.

Kalau kita kita ini orang awam yang memang dungu tentang hukum, maka kita
tidak bisa mengerti seorang Guru Besar Hukum Pidana sekaliber Muladi sampai
tidak sampai otaknya kesitu lalu mau memaksakan kekuasaan eksekutif kepada
judikatif dalam kasus Suharto yang tidak mau dinyatakan kasus kriminal baik
oleh Jaksa Agung Andi Ghalib maupun oleh Menteri Kehakiman Muladi sendiri.

Jakarta, 1 Juni 1999.
H.S.H. Supangkat

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 6 Jun 1999 jam 18:06:52 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke