----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://click.indo-news.com/cgi-indo-news/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------

Hidup berjalan terus, waktu mengalir terus.Seperti  proses
ketuaan yang selamanya tidak bisa kita cegah. Rasa cinta
yang membludak juga selamanya tidak bisa dicabut dari
hati orang yang sedang in love. Itulah sebabnya Bonang
nekad menelpon HP Nisye hari ini begitu bubaran sekolah
di Lapangan Banteng sana. Sekelompok homo nampak mencoba
menggoda Bonang dengan genitnya, sebelum sang Batak
yang nenek moyangnya dulu konon adalah kanibal itu meme
lototi dan menghardik mereka. Dan rombongan manusia
laki laki yang tadinya kelihatan macho  bercelana jeans ketat itu,
sekejab berubah menjadi perawan kenes yang hobi pakai rok
mini,secepat kilat mereka kabur menghindari batak beringas ini.

2 kali kring, telepon diangkat. Hati Bonang berdenyut denyut seperti
beduk yang sibuk ditalu anak anak betawi setiap malam takbiran.

+ Hallo? ( suara Nisye muncul begitu merdu ,Bonang seperti terlempar
dari box telepon umum, sekejab sang Batak berubah mental
menjadi seperti  petani jawa yang kurang ide- makanya terus menerus menyembah
Hamengkubowono.)
- Hal..Haloo..ini Nisye ? ( kata Bonang gagap )
+ Ya benar, siapa ini ( suara Nisye terdengar senang, dia tahu ini Bonang
tapi sebagai mananya lagak perempuan, dia pura pura jual mahal
mencoba menyembunyikan rasa gembiranya..)
- Hai Nis. ak..akuu Bonang nih..app apaa kabarmu?
+Hai Bonang, saya baru aja pulang sekolah. Kamu dimana?
-Akk akku disinilah..di mana ini..oh di Lapangan Banteng..
+Oh gitu..ada acara apa hari ini?
-Akuu sih hari ini mes mesti ke ke Bendungan Hilir, ban bantu ibuku..
+Oh, thanks lho untuk dua suratnya..
- Iyaa iyalahh...( Bibir Bonang gemetaran,dia harus mengatakan ini.)
Ak..aku ingin bertem temuu kam..u
+hmmm boleh..kapan dan dimana ketemunya? ( Nisye berusaha
mengendalikan emosi untuk berteriak YA.Menpangan Saefudin
supir disampingnya nampak senyum senyum mengerti..)
-Aku ada wak waktu sorre ini kalau mau .
+Ok jam 5 sore ini kebetulan Nisye mau ke Senayan.
Mau ketemu di mall lagi? ( Menpangan terkekeh kekeh sambil
menyetir melintasi pondok indah mall, Nisye segera mencubit
paha kurus laki laki tua ini..)
-Hmmm bagai mana kalaau kalauu di warung baso
lapangan tembak? ( ada gempa dalam dada Bonang..ada
carnaval dalam hati bonang..ada sorak sorak bergembira,
bergembira semua...sudah bebas negeri kita..Indonesia
merdeeeeekaa...huss..sejak kapan merdeka? )
+Okie Dokie ( sambut Nisye dengan senang..)
-Apa? Donkey? ( Bonang tidak mengerti ..)
+Ha ha ha..bukan..itu artinya oke ( Nisye tergelak..mobil sudah
sampai di garasi..Guru les balet sudah menunggu dibangku depan)
-Oh Aku kira kamu ngatain aku mirip donki..
+Sampai nanti Bonang...saya mau makan dan latihan balet dulu..
 bye..( telepon terputus..dan Bonang masih saja memegang gagang
telepon, wajahnya subringah merekah bagai bunga matahari..
Bonang tetap terpaku lama dalam box telepon, sampai seorang
bencong mirip Try Sutrisno berwajah halus, memakai bedak
dan gincu,mengetuk kaca box berulang ulang " Mass..gantian
dong nelponnya, eike juga kan punya date juga nih..emangnya
situ aja yang punya gebetan? " Kata Try dengan genitnya..
Bonang tersadar, kali ini sang Batak tidak galak, dia malah
memberikan senyum terbaik buat si homo Try, sambil keluar
dia tebak pantat bahenol bencong yang kembarannya dulu
pernah menjadi gundik keluarga Cendana..
" Aiii aii bandel dehh kamuu..nanti ta, kiss baru tau rasa deh"
Kata si Try kesenangan. Bonang terkekeh kekeh sambil
berjalan menuju halte bis..

Setelah membantu ibunya dua jam di Bendungan Hilir,
Bonang pulang. Segera mandi dan memakai pakaian
terbaik- kotak kotak dan celana jeans andalannya merek
Gufo, made in Tangerang . Didepan kaca retak
dia menyisir rambut ikalnya sambil mengucek ucek
Brisk membuat rambut kepalanya berminyak bagai
mobil tangki minyak.Ketika menyadari dia harus makan
di Baso Tembak yang lumayan harganya, dia keringatan.
Segera Bonang masuk kamar Ucok. Adiknya sedang tidak
ada ditempat, barangkali sedang main bola. Dengan cekatan
Bonang merogohkan tangan ke balik dinding triplek. Tapi
celengan si Ucok juga hilang tidak ada di tempat..

Suku Batak adalah suku yang kreatif. Tidak mudah putus asa
dan seperti yang sudahsudah, terkenalbermuka tembok.Celengan
Ucok boleh disembunyikan. Tapi kata orang,rejeki itu bisa datang
dari mana saja asal manusia mau berusaha.

Dengan mantap Bonang melangkah ke rumah Hasan Rasyidi.
Pak rentenir itu kaget ketika mengetahui Bonang datang untuk
membayar utang beserta bunganya sambil menebus tape radio
beserta 10 kaset pop dangdut gadaiannya. Ini dliuar kebiasaan
Bonang, sebab selama ini Bonang tidak pernah menebus kembali
jam weaker, pulpen parker,dan 2 majalah Play Boy pemberian Asikin
yang dulu digadaikan pada Hasan rasyidi

Hasan Rasyidi boleh saja preman pemberani, tapi kali ini
Hasan keder melihat kesungguhan batak yang ditakuti anjing
sekampung ini. ( Bonang tidak pernah di gigit anjing justru
anjing pernah digigit Bonang ) Sambil gelagapan Pak Rasyidi
mengaku barang Bonang hilang. Bonang pura pura marah besar..
Dia menggebrak meja dan berteriak " Tahukah kau harga radio
tape merek nationalku itu ?" Rasyidi teronggok di sudut sofa..
" Berapa nang ? " katanya sendu..Bonang hampir saja mengaku
bahwa radio bekas yang dibelinya cuma 5000, tapi bakat dagang
dari ibunya cepat muncul " 20.000 rupiah !!" jerit dia mantap..
" oke oke..potong saja hutangmu plus bunganya nang" kata Rasyidi
tergagap gagap. melihat muka pucat pasi arek arek pemeras orang
kecil ini, Bonang merasa diatas angin." Tunggu dulu..aku belum
sebut harga koleksi kaset pop dangdutku itu..!!" Rasyidi semakin
menekukan ekornya diantara dua paha..mental penggemar film
Porno yang nonton bila sang Istri sibuk dagang beras di pasar itu
benar benar mirip dengan fans Persebaya-mereka beraninya cuma
main kerubutan, mengancam tukang mie,merampas tukang teh botol
dan habis makan kabur dari warteg warteg sepanjang konvoi.
tapi bila ditinggali sendirian, mereka kenyi bagai banci..
" Koleksi special dari A Rafiq sampai album Nurlela itu harganya
50.000 rupiah.. " Bonang mulai menurunkan tensi suaranya.Dia
tahu Rasyidi pasti menawar. " Jadi berapa yang harus saya bayar?"
Tanya penggemar sabun lux, yang fungsinya bukan cuma untuk
mandi saja ini, Bonang menjawab mantap " Aku berutang padamu
8500 rupiah termasuk bunga. Dan kau berhutang padaku 70 ribu
jadi kau masih berhutang padaku 68 ribu rupiah " kata Bonang sengaja  membuat
hitungan yang salah.Dan benar saja Jawa bloon seperti Rasyidi
segera menawar, tanpa berpikir soal hitungan dia bilang " Saya bayar
65 ribu saja ya nang? saya sedang bokek nih..3 hari yang lalu rumah
ini kemalingan nang.." Ucap Rasyidi meminta iba.

Bonang berpura pura bijaksana, "okelah.." katanya lembut.
" Lain kali kau jaga barang gadaian orang hati hati" pesan Bonang.
Pak Rasyidi mengangguk ngangguk setuju..Sebelum melangkah
keluar pintu Bonang menoleh kembali kebelakan,Rasyidi pucat kembali.
" Dan satu lagi...kau kalau kasi bunga pinjaman jangan 40 persen sebulan
kaya begitulah..tidak baik itu "

Rasyidi terpuruk disofa kembali didepan mea kosong tanpa TV.
Dan Bonang melangkah dengan mantap dengan self confedence yang
kuat. Hari ini dia mencapai dua hal secara bersamaan. Pertama
mengajari seorang Preman tentang moral, kedua dia sekarang
merasa kaya dan sanggup membayari Nisye makan di Baso Tembak,
sambil nanti mengganti duit adiknya yang dia curi selama 2 minggu ini..



[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 5 Jun 1999 jam 21:37:36 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke