----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------

Rakyat Merdeka, 8 Juni 1999

Setelah Pencoblosan Itu...

Setelah pencoblosan itu berlalu, apakah yang kemudian terjadi?
Kemanakah suara-suara atau amanat hati nurani rakyat akan
berlayar?

Pertama-tama, tentu, kita harus mengucapkan syukur karena
proses pencoblosan pada 7 Juni kemarin, berlangsung relatif
aman, tertib dan lancar, walaupun ada insiden-insiden kecil di
beberapa tempat. Tapi itu masih dinilai wajar, karena hajat
besar ini dilaksanakan dalam suasana yang bisa dikatakan sangat
darurat. Kita masih bisa menerimanya.

Setelah pencoblosan itu, tentu saja kita menunggu hasilnya.
Perasaan tentu berdebar-debar, karena Pemilu kali ini dinilai
sebagai Pemilu paling demokratis selama 32 tahun terakhir.
Kalau Pemilu-pemilu sebelumnya, yakni di masa Orde baru kita
sudah bisa menebak pemenangnya, maka pada pemilu kali ini, kita
agak sulit meramal. Ini menjadi semacam "hiburan jantung"
tersendiri buat masyarakat. Sampai tadi malam, penghitungan
suara masih terus berlangsung dan kita berharap tidak akan
terjadi apa-apa.

Jauh-jauh hari kita sudah sering mendengar seruan semua pihak
siap menerima kekalahan atau kemenangan. Kita harus realistis
menghadapi berbagai kemungkinan. Tapi satu yang jelas, pemilu
kali ini harus menjadi kemenangan seluruh rakyat, bukan
kemenangan golongan, etnis, kepentingan, ideologi, agama,
apalagi kemenangan status quo. Status quo harus kita kubur
apapun alasannya.

Selama ini, Pemilu diibaratkan sebagai kemenangan pemerintah.
Kemudian pemerintah mengartikan kemauan rakyat tersebut, dan
celakanya kemauan serta aspirasi rakyat itu disalahgunakan.
Akibatnya, kita rasakan sekarang, multi krisis melanda,
sementara KKN masih berurat berakar.

Untuk menghentikan itulah kita mengadakan Pemilu. Tentunya,
dari Pemilu itu kita harapkan lahirnya benih reformasi yang
murni. Reformasi yang berlandaskan amanat penderitaan rakyat,
bukan reformasi jadi-jadian yang kemudian kembali menjerumuskan
kita semua ke jurang kehancuran.

Maka, setelah pencoblosan - yang mungkin sudah dipertimbangkan
berhari-hari itu - kita harapkan suara-suara hati nurani rakyat
dapat di bawa ke tempat  yang sangat layak, ke tempat yang
setinggi-tingginya dalam tataran kehidupan sosial politik.

Karena itulah, setelah pencoblosan itu, kita wajib mengamankan
suara yang telah kita berikan, kita wajib mengontrol kemana
suara hati nurani rakyat akan dibawa oleh para anggota
legislatif.

Pengontrolan itu dilakukan karena kita tidak mengharapkan
terjadinya penyalahgunaan suara hati nurani rakyat oleh para
anggota legislatif. Apalagi, setelah hasil pemilu dirampungkan,
kita akan melaksanakan hajat yang tak kalah pentingnya, yakni
pemilihan presiden yang dilakukan oleh wakil-wakil rakyat yang
kita pilih kemarin.

Pemilihan presiden, merupakan momentum yang sangat menentukan.
Karena presiden akan menjadi nakhoda kapal besar bernama
Indonesia. Nakhoda itulah - beserta awak kapalnya - yang akan
memandu kemana negeri ini akan dibawa.

Kita tidak ingin presiden terpilih nanti akan mengulangi
kekeliruan presiden sebelumnya. Lewat pemilu ini, kita sangat
berharap munculnya seorang presiden yang benar-benar tampil
dengan wajah baru, bukan seorang presiden yang berpenampilan
dewa atau otoriter.

Karena itu, bukan saatnya lagi kita menyerahkan nasib kita
sepenuhnya di tangan seorang presiden atau wakil rakyat.
Bukannya kita tak mempercayai para pemimpin, tapi yang ingin
diingatkan di sini adalah perlunya pengontrolan, transparansi,
kejujuran, keadilan dan pengembanan amanat hati nurani rakyat.
Rakyat harus bisa mengontrol kemana suaranya akan dibawa.

Maka, setelah pencoblosan itu, setelah suara-suara dihitung,
setelah pemenangnya diketahui, kita berharap Indonesia akan
tampil lebih segar, lebih bersih dan lebih tegar dengan
semangat baru menuju masyarakat madani.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 10 Jun 1999 jam 11:57:26 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke