---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++ ---------------------------------------------------------- Abung masih sempat menukikkan bajajnya ,menyelip diantara dua bemo di depan jalan Kebon Pala I ,seperti kebiasaanya setiap kali menyelesaikan tarikan di ujung hari, membuat para pilot bemo mencaci maki kesal dan menyesal " sial kalau ini bemo bermesin turbo, pasti gue balap tuh si Abung " bahkan pilot top gun bemo macam Basuki yang prestasinya pernah membalap mobil kijang patroli milik polisi Komdak ( akhirnya walaupun menang, toh dia di gampari juga ) mengakui " Abung memang seorang driver yang handal dan berbakat besar ". Tapi menjelang garis finish di muara jalan Haji Sabeni , Abung tersentak dan membangunkan Bonang yang masih terbenam dalam alam hayali. " Nang, ceweklo..ceweklo tuh " Teriak Abung menggagetkan. Bonak tersentak, dia memang melihat Nisye yang sedang berdiri di samping mobil sportnya yang diparkir dipinggir jalan, membuat para pengendara mobil melonggarkan gas, sambil menengok menggagumi perempuan jelita ini dengan tatapan kagum, sebagian kecil menghayal yang sopan sopan, sebagian besar jelas mengkhayal yang super nakal. Akibatnya jalan disana benar benar macet dan semrawut. Bonang bergegas melompat dari Bajaj, Nisye melambaikan tangan, dia rupanya telah menunggu Bonang sekitar 15 menit diantara temaram lampu jalan yang membuat wajahnya lebih bercahaya dari sinar patromak. " Ada apa Nisye?" tanya Bonang khawatir. " Oh nggak ada apa apa.Kamu cuma kelupaan ini " Jawab Nisye sambil mengeluarkan gallon es krim Hagendaznya dari dalam cooler di jok belakang mobil. " Astaga, aku benar benar pikun rupanya " teriak Bonang sambil menerima es krim itu dan menggedongnya erat erat. Nisye tersenyum senang." cowok ini benar benar kocak, dia bisa jantan tapi juga bisa bertingkah seperti anak kecil" pikir Nisye . " Terima kasih Nis.hmm apa kamu mau mampir ke tempatku?" Tanya Bonang tulus. Abung yang telah memarkir bajajnya dan telah berdiri dibalakang Bonang juga langsung nimbrung, " Iya kalau nggak mau, mampir ke tempat kamar kontrakan Abung juga ngga apa apa " Bonang menyikut rusuk Abung dan Nisye yang melihat kejadian itu tertawa geli " Thanks Bonang, Thanks Abung , malam ini saya nggak bisa mampir , soalnya saya harus menjemput papa di cengkareng jam 9 nanti " Bonang sedikit lega karena memang rumahnya tidak siap menerima kedatangan Nisye, sedang Abung kecewa lantaran dia ingin menunjukan kamar kontrakannya yang baru, sejak pindah dari kamar kontrakan pak Muladi di gang V , memang nampak lebih oke punya. Nisye mengucapkan bye dan memeluk Bonang kembali, Kemacetan di jalan itu semakin menjadi jadi, sebagian bemo berhenti lantaran peristiwa ini, sekelompok penumpang mikrolet bersuit suitan. Abung terpaku dan terpesona dan untuk pertama kali dia merasa begitu iri pada Bonang.Tapi rasa kaget Abung berubah menjadi super kaget, ketia dia melihat Nisye berjalan meng hampiri dirinya- Abung melongo dan terdiam seperti tiang ketika Nisye memeluknya ringan.Kaos " Aku Cinta Buatan Indonesia " nya yang penuh keringat bersentuhan dengan kaos Versache Nisye yang wangi- Konon semenjak itu Abung membiarkan kaosnya tidak dicuci sebulan , dan setiap kali teman temannya datang, Abung selalu mempersilahkan diri mencium sendiri kaos itu untuk membuktikan bahwa dia pernah pelukan dengan bidadari Pondok Indah.Wajah Bonang nampak bahagia karena mengetahui bahwa Nisye sangat respek pada teman satu kastanya. Tepat ketika Abung sedang dipeluk Nisye, Pak Muladi lewat dengan mobil Toyota Corolla 78 nya. Dia terperanjat menyaksikan adegan itu. Muladi yang puya istri bergigi renggang dan bawel mengucek ucekan matanya dan bergunggam " mustahil..mustahil ..ini benar benar mustahil " Tapi pak, ini adalah realita.Apa yang terjadi didepan mata adalah kejadian yang sesungguhnya. Mulai saat itu Muladi jatuh respek pada Abung. Ketika Nisye beranjak masuk duduk didalam mobil, Bonang berdiri diluar disampingnya. Nisye mengulurkan tangannya kembali, Bonang mengenggam hangat . Ketika itu Pak Hasan Rasyidi lewat dengan istrinya yang baru dijemput dari jualan beras,.sehabis turun dari mikrolet dia kaget melihat Bonang sedang bersentuhan tangan dengan seorang cewek keren yang bermobil keren. Sambil lewat dia menatap wajah Nisye dengan kehausan pengembara Arab yang baru saja menemukan oase di tengah gurun. Rasyidi konak, dia hard-on. Istrinya disamping nampak cemburu dan kesal. Bu Rayidi yang polos dan bertubuh bugar yang selama ini menganggap suaminya adalah " The Best Husband in this gang " mulai curiga, jangan jangan suaminya ini adalah tipikal laki laki bermental warung remang remang. Sebersit pertanyaan juga muncul, dia mulai menyadari ada yang aneh dengan stock sabun mandi nya di rumah. " Kenapa sabun lux di kamar mandi cepat habis sejak video dan TV kami dicolong orang?" Manatap suaminya yang ileran memandangi Nisye, Bu Rasyidi khawatir dia tahu jawabannya sekarang... Nisye telah berlalu dengan mobilnya, tapi image yang dia berikan pada Bonang membekas selamanya. Dan image ini adalah seperti cendawan. Dikalangan orang atas, image adalah esensial. tapi dikalangan orang kecil seperti di Kampung Lontar , Image rules the whole universe. Tidak heran cendawan kecil ini membesar dan ekspan " Bonang pacaran dengan anak mentri " begitu omongan dari mulut ke mulut. Dan image ini bercampur baur dengan gosip serta intrik, entah karena dengki atau sekedar iri, entah karena kagum atau sekedar memperlezat bualan , lahir juga versi versi baru seperti " Bonang melet putri keraton Solo " atau " Bonang pacaran dengan roh Ratu Kidul " .bahkan Abung juga sempat Tapi apapun namanya, nama Bonang kian menjulang. Sejak Nisye parkir mobil dan nampak bercengkrama dengan Bonang, semua penduduk di kampung Lontar menaruh respek besar pada keluarga Tapebolong. Dari Pak Zulfandi, ketua RW tukang kawin yang beranak sembilan, sampai Pak Sarbini yang kerja di Pemda urusan kebersihan, selalu mengundang Bonang untuk mampir dan makan siang di rumah, entah karena tulus respek atau entah karena ingin menguak misteri tentang Nisye atau barangkali sekedar mencari peluang " Bila benar Bonang pacaran dengan anak mentri, siapa tahu mereka bisa ikutan dapat tender proyek kecil kecilan dari mereka nanti ". Bahkan Komariah kembang kampung yang bahenol yang dulu sering mencueki Bonang, kini mulai sering menyapa dan mulai bercentil centil dengan segala upaya mencari perhatian Bonang. Tapi Bonang adalah manusia yang fokus. Dia tidak begitu perduli dengan segala macam gosip dan omongan orang. Pujian dan ledekan dianggapnya sebagai angin lalu, Dengan Abung dia berjalan ke tempat Pak Abdul Latief mencari Buyung untuk menumpang taroh es krim di kulkas keluarga Padang kikir ini. Einstein dalam postulatenya pernah bilang, " Tidak ada yang lebih cepat dari light speed di universe ini " Tapi Einstein ternyata salah besar. Buyung yang membuka pintu menyambutnya dengan senyum lebar dan memberi komentar, " Pacaran sama anak mentri ni yeee ..." Sorry Mr Einstein, Kecepatan gosip ternyata mengalahkan kecepatan cahaya.... [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 19 Jun 1999 jam 20:12:07 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
