----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------

Subject: HARTOYO : IMF PAKAI CARA KOMUNIS
From: zUlFaN K <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sat, 19 June 1999 08:25 AM EDT
Message-id: <[EMAIL PROTECTED]>

Hartojo Tuduh IMF Pakai Cara Komunis
Reporter Bogi Rianto=20

detikcom, Jakarta-Pengamat ekonomi Hartojo Wignjowijoto menggebuk IMF.
Menurut dia, berbagai pertemuan yang dilakukan pejabat IMF Stanley
Fischer dan Hubert Neiss dengan 5 pimpinan parpol besar di Indonesia,
tidak ubahnya seperti cara komunis.=20

"Cara IMF bertemu orang satu per-satu itu seperti orang komunis. Karena
mereka sengaja membuat partisi antarpemimpin partai. Mengapa tidak
dijadikan satu forum dan berdiskusi saja?" komentar Hartojo pada
wartawan seusai memberi keterangan pers hasil pertemuan Gus Dur-IMF di
kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (19/06/1999).=20

Seperti diketahui, hari Sabtu ini Direktur IMF untuk Asia Pasifik Hubert
Neiss dan First Deputy Managing Director IMF Stanley Fischer melakukan
pertemuan dengan pimpinan partai besar. Mereka adalah pimpinan PDI
Perjuangan, PPP, Partai Golkar, PAN, dan PKB. Tujuannya, untuk
mengetahui platform ekonomi kelima partai itu di masa mendatang.=20

Menurut Hartojo, cara itu dilakukan IMF, kemungkinan untuk memecah belah
elit politik Indonesia. "Kalau IMF menemui satu per-satu orang, maka
IMF-lah yang mengetahui rahasia parpol secara keseluruhan. Sedang
pimpinan parpol saling tidak tahu," jelas dia.=20

Karena itulah, pertemuan ideal menurut Hartojo, adalah dengan
mempertemukan para tokoh partai dalam satu forum. "Jaman sekarang kan
iklim keterbukaan yang berkembang. Jadi mengapa tidak dilakukan diskusi
ramai-ramai secara terbuka saja?" kritik Hartojo.=20

Pada kesempatan itu, Hartojo juga mempunyai usul bahwa kesalahan IMF
bisa di-PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara)-kan. "Bila ada kesalahan di
tangan IMF, sebaiknya PTUN menggugat juga pada IMF. Misalnya IMF berbuat
salah dalam meningkatkan kebijakan meningkatkan suku bunga dengan
harapan rupiah menguat," kata Hartojo.=20

"Tapi setelah kebijakan itu diterapkan, suku bunga sudah turun, saat ini
rupiah tidak menguat jadi Rp 2.500. IMF pun terkesan cuci tangan dari
kesalahan. Yang disalahkan malah Bank Indonesia," tambah pria yang
pernah mencalonkan diri jadi Menkeu ini.=20

"Saya sendiri sudah menyurati Fischer, menegur adanya kebijakan IMF yang
salah. Tapi hingga kini tidak ditanggapi," ungkap Hartojo.=20



Hak Cipta =A9 detikcom Digital Life 1999

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 19 Jun 1999 jam 15:41:05 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke