---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++ ---------------------------------------------------------- Stockholm, 21 Juni 1999 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. DAULAH SEKULER BARAT MENJADI DAMBAAN SEBAGIAN BESAR RAKYAT DAULAH PANCASILA DENGAN UUD'45-NYA YANG SEKULER. Ahmad Sudirman Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA. Jawaban untuk saudara Dr Hasan Arifin (Indonesia) dan Alex Salam (USA). Hari ini saya hanya menjawab tanggapan yang datang dari saudara Hasan Arifin yang menurut pengakuannya adalah pencetus isu U.S.I.R (Islamic State of Islamic Republic) dalam berbagai forum diskusi tentang kepemimpinan dalam Islam pada tahun delapan puluhan (Hasan Arifin, 14 Juni 1999) dan saudara Alex Salam seorang non muslim yang aktif melambungkan pikirannya yang menentang Islam yang baru kali ini saya tanggapi buah pikirannya. Walaupun antara saudara Hasan Arifin dan saudara Alex Salam berbeda agama, tetapi ada kesamaan yaitu, keduanya meragukan tegaknya kembali Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang madinah-nya. Kalau pikiran saudara Alex Salam yang selalu negatif terhadap segala pandangan yang tertuang dalam tulisan-tulisan saya masih saya maklumi, tetapi apabila saudara Hasan Arifin yang saya anggap sebagai saudara Islam masih meragukan tentang tegaknya kembali Daulah Islam Rasulullah, dengan alasan bahwa belum kelihatan pemimpin yang mampu memimpin kaum muslimin, seperti yang dikatakan saudara Hasan Arifin dalam tanggapannya kepada saya pada tanggal 17 Juni 1999 yaitu "Sebagai muslim tentu saja saya ingin agar hukum-hukum Allah dilaksanakan di dunia ini, tapi siapakah yang harus memimpin?. Mungkin itu bukan tugas kita sampai datang Imam Zaman yang akan mendirikan daulah Islamiyah sesuai dengan ajaran Rasulullah". Tanggapan saudara Hasan Arifin selanjutnya terhadap tulisan "[990615] Daulah Sekuler memberikan jaminan penerapan ajaran Islam secara menyeluruh hanya angan-angan kosong" dan tulisan "[990617] Kita lihat mampukah Megawati dengan PDIP-nya yang sekuler mengeluarkan Daulah Pancasila dengan UUD'45-nya yang sekuler dari kebangkrutan" yang dikirimkan pada tanggal 17 dan 20 Juni 1999 yaitu, "Kenyataan bahwa saat ini terdapat berbagai firqah dalam Islam yang satu sama lain kadang bertentangan, sehingga bila satu golongan berkuasa, maka golongan lainnya akan tertidas. Seperti apa yang pernah saya tulis Saudi Arabia denga Wahabi, Iran dengan Syi'ah Imamiah, Malaysia dengan Mazhab Syafe'i, Pakistan dengan Hanafi, lalu Indonesia dengan Islam yang mana ?. Walaupun tak sehebat dulu, pertentangan khilafiyah di Indonesia masih berlanjut dan bila satu pihak berkuasa maka pihak yang kalah akan menjadi tertindas, sedangkan yang menang akan berlaku semena-mena, kejadian seperti ini telah berlangsung selama lebih dari seribu tahun. Saya melihat bahwa daulah sekuler akan memberikan lebih banyak kebebasan buat ummat Islam melaksanakan kegiatan ritual, sosial dan mistik sesuai dengan keyakinannya dari pada daulah islamiyah yang tidak ketahuan juntrungannya. Ajakan bapak (Ahmad Sudirman) untuk kembali menggunakan Piagam Madinah dan meninggalkan trias politica barat akan menimbulkan pemerintahan diktator baru atas nama Islam, seperti yang anda dapat saksikan di Saudia Arabia dengan hukum primitifnya. Iran dengan Syi'ahnya yang mempunyai konsep Theokrasi, saat ini memakai nama Islamic Republic of Iran dengan konsep trias politica karena merasa belum ada orang yang tepat untuk menjadi pemimpin yang syah - Imam Zaman - meskipun mereka punya orang sekaliber Khomeini yang dalam salah satu kumpulan khutbahnya yang telah dibukukan dengan nama Al-Hukumah Al-Islamiyah, mengatakan bila seorang Ulama terbersit kehendak kebendaan dalam benaknya, gugur haknya sebagai Ulama. Saya bukan Ulama, karena saya masih mau gabti mobil saya dengan yang baru dan lebih bagus, Bagaimana dengan bapak Ahmad Sudirman sendiri ?". Sedangkan tanggapan saudara Alex Salam terhadap tulisan "[990608] Partai politik sekuler menang pemilu di Daulah Pancasila dengan UUD'45-nya yang sekuler bukan berarti Islam redup" dan tulisan "[990617] Kita lihat mampukah Megawati dengan PDIP-nya yang sekuler mengeluarkan Daulah Pancasila dengan UUD'45-nya yang sekuler dari kebangkrutan" yang dikirimkan pada tanggal 9 dan 18 Juni 1999 yaitu, "Bukan masih lemahnya keyakinan akan Islam, tapi ketidak jelasan program dan juga banyak orang yang tidak mau menjadi negara seperti Lybia, Sudan, Iran, Irak, Afganistan dan negara-negara Islam lainnya di Timur Tengah yang nyata-nyata kalau beli teknology selalu dari Barat atau China. Semua kita tahu, kalau Indonesia menjadi negara Islam. Hak azazi minoritas pasti lebih terjerumus lagi, atau kalau tidak kehidupan berbangsa dan bernegara kembali lagi ke Jamannya Muhammad yang tidak dan belum mempunyai teknology secanggih sekarang ini. Menurut prediksi saya, memang masa pemerintahan dari Koalisi sekarang ini akan mengalami banyak kesulitan terutama dari kalangan fundamentalis Islam. Mungkin ada baiknya negara Indonesia dijalankan oleh orang yang mempunyai basis seperti Gus Dus, atau Amien. Dan menurut saya, pemerintahan Koalisi dengan mayoritas dari PDI-P mungkin hanya sanggup bertahan selama 3 tahun. Megawati itu bukan lahir kemarin sore, aliran sektarian yang anda ajarkan disini sudah menjadi makanannya sejak beliau masih dalam kandungan. Kalau mengenai kepintaran berpolitiknya tentu juga lebih pintar beliau, karena beliau banyak pendukung dan penasehatnya. Semua yang anda pernah tuliskan di internet ini, bahan yang sudah lama banyak dilumat orang sejak dari tahun 1919, semenjak DI dan Sarekat Islam didirikan, hanya flavor-nya yang berbeda. Penekanannya sekarang selalu mengarah pada revolusi Islam di Indonesia. Tapi untungnya banyak juga umat Islam yang pernah belajar di USA, atau di Eropa dan Mesir. Dan ternyata, menurut sebagian besar pakar Islam yang berpendidikan gado-gado Timur Tengah dan Eropa, seperti tokoh dari Muhammadiyah dan NU, Mereka menyimpulkan Demokrasi Barat lebih Islam dari orang Islam yang selalu meneriakkan ajaran Islam. Yang intinya, ajaran demokrasi ini seharusnya diterapkan oleh umat Islam di Indonesia. Habibie boleh dibilang orang jenius, tapi kalau benang sudah kusut seperti lautan, dan beliau juga ikut dalam permainan dan tentunya beliau juga ini kena basahnya. Maka tidak mungkin beliau dapat melepaskan tanggung jawabnya, terutama sekali korupsi yang berlimpah ruah. Habibie itu Koruptor juga, jujur saja". Baiklah, saudara Hasan Arifin dan saudara Alex Salam. Walaupun diantara keempat ulama besar pelahir mazhab ada pertentangan dalam hasil ijtihadnya, tetapi perbedaan itu tidak melahirkan pertentangan dan permusuhan diantara keempat ulama besar tersebut. Imam Abu Hanifah (80 H - 150 H) dengan Mazhab Hanafi-nya banyak dianut di Bagdad, Parsi, Mesir, Syria dan Bukhara. Imam Malik bin Anas Al-Ashbahi (93 H- 170 H) dengan Mazhab Maliki-nya banyak dianut di Tunisia, Mesir, Maroko dan Libya. Muhammad bin Idris bin Syafi'i (150 H - 204 H) dengan Mazhab Syafi'i-nya banyak dianut di Pakistan, Mekkah, Aden, Yaman, Kurdistan, Mesir, Hadramaut dan Indonesia. Imam Ahmad bin Muhammad bin Hambal bin Hilal dengan Mazhab Hambali-nya yang meninggal pada tahun 241 H banyak dianut di Bagdad dan di Saudi Arabia. Bukan suatu alasan yang kuat adanya perbedaan mazhab akan menimbulkan penindasan dari penganut mazhab yang satu terhadap penganut mazhab yang lainnya. Walaupun ada menurut pemikiran saya hanyalah karena dorongan keinginan tetap mempertahankan kedudukan dan kekuasaan (dimana dorongan untuk tetap berkuasa adalah berlaku bagi kaum muslim dan non muslim). Adalah suatu kesalahan besar, kalau ada yang menganggap bahwa adanya perbedaan aliran pemikiran dan ijtihad dari para ulama besar tersebut dengan sulitnya untuk melahirkan kembali Daulah Islam Rasulullah, sehingga untuk jalan keluarnya diserahkan kepada kaum sekuler untuk membangun daulah dengan sekulerism dengan alasan seperti yang dikatakan saudara Hasan Arifin yaitu, "memberikan lebih banyak kebebasan buat ummat Islam melaksanakan kegiatan ritual, sosial dan mistik sesuai dengan keyakinannya dari pada daulah islamiyah yang tidak ketahuan juntrungannya". Pengembalian kembali Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang Madinahnya kemudian diasosiasikan dengan Kerajaan Saudia Arabia dan Islamic Republic of Iran adalah kurang sesuai. Karena, kalau tidak, sudah berdiri sekarang Khilafah Islam yang menjadi pelindung dan tempat tinggal bagi seluruh kaum Muslimin dan non muslim yang ada di dunia sekarang. Tetapi kenyataannya adalah tidak. Jadi suatu kesalahan pemikiran yang menyamakan Kerajaan Saudia Arabia atau Islamic Republic of Iran dengan Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang Madinah-nya. Memang, kalau membayangkan Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang Madinah-nya dengan negara-negara yang dibayangkan oleh saudara Alex Salam yaitu "Lybia, Sudan, Iran, Irak, Afganistan dan negara-negara Islam lainnya di Timur Tengah yang nyata-nyata kalau beli teknology selalu dari Barat atau China", maka sudah terbayang bahwa negara-negara yang disebutkan saudara Alex itu adalah negara-negara terbelakang dalam teknologi yang tidak menghargai hak asasi kelompok minoritas. Tetapi perlu diingat bahwa para penguasa di negara-negara tersebut diatas bukan penguasa yang menerapkan dan mencontoh sepenuhnya Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang Madinahnya, walaupun penguasanya orang-orang muslim dan penduduknya mayoritas kaum muslimin, seperti di Indonesia (misalnya, Soekarno, Soeharto dan sekarang Habibie). Sedangkan soal teknologi adalah satu sama lain masih saling ketergantungan sampai detik ini. Masih saling beli membeli teknologi (atau produk dari teknologi). Contohnya, Jepang masih membeli produk dari teknologi kepada Swedia, begitu juga Swedia masih membeli produk dari teknologi kepada Jepang dan Amerika. Dimana mereka adalah negara-negara maju. Adapun tentang hak azazi minoritas pasti lebih terjerumus apabila Daulah Islam Rasulullah berdiri karena dihubungkan dengan perlakuan Regim Penguasa di negara-negara Lybia, Sudan, Iran, Irak, Afganistan dan Indonesia saya pikir itu adalah alasan yang menyamakan bahwa Daulah Islam Rasulullah sama dengan Daulah Pancasila dengan UUD'45-nya yang sekuler. Kalau saudara Alex Salam membaca sejarah Indonesia, sebenarnya penghancur Negara Islam Indonesia dengan Darul Islam dan Tentara Islam Indonesia-nya adalah Regim Soekarno yang didukung oleh orang-orang komunis dengan militernya yang sekarang disebut ABRI. Kemudian, sekarang setelah Soeharto jatuh, lewat pemilu di daulah Pancasila dengan UUD'45-nya yang sekuler, keluar PDI-P-nya Megawati Soekarnoputri yang sekuler boleh jadi penerus cita-cita Soekarno yang anti Islam dan cinta nasionalism dan sekuler. Tentang orang orang muslim yang "pernah belajar di USA, atau di Eropa dan Mesir...seperti tokoh dari Muhammadiyah dan NU, (dimana) mereka menyimpulkan Demokrasi Barat lebih Islam dari orang Islam yang selalu meneriakkan ajaran Islam. Yang intinya, ajaran demokrasi ini seharusnya diterapkan oleh umat Islam di Indonesia" yang disebutkan oleh Alex Salam diatas, maka menurut pemikiran saya, orang-orang muslim tersebut telah makan racun sekuler ketika masih belajar di USA atau di Eropa. Dimana mereka itu kemungkinan besar adalah yang didukung oleh saudara Alex Salam. Kemudian, tentang Habibie yang dijadikan contoh oleh Alex Salam sebagai Penguasa muslim yang genius tetapi koruptor, menurut pikiran saya, memang Habibie adalah seorang muslim yang jenius, tetapi otaknya telah kena racun sekuler yang anti kepada pendirian kembali Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang Madinah-nya. Inilah sedikit jawaban dari saya untuk saudara Dr Hasan Arifin dan Alex Salam. Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 21 Jun 1999 jam 07:10:40 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
