---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++ ---------------------------------------------------------- KOLOM SUPANGKAT: HAMZAH HAZ TAKABUR MEMBANGGAKAN MAZHAB SYAFE'I Muslim yang baik memantangkan takabur sedangkan Hamzah Haz sebagai Ketua PPP menjawab pertanyaan mengapa Indonesia tidak mau menerima perempuan sebagai Kepala Negara/Pemerintahan sedangkan Pakistan, Bangladesh meneri- manya telah menepuk dada dan mengatakan bahwa Islam Indonesia adalah mazhab Syafe'i yang lebih baik daripada mazhab lain di dunia. Sebagai Muslim saya pribadi menolak sikap takabur ini, Islam mazhab apapun di dunia tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk. Kecuali daripada itu Islam Indonesia tidak patut membanggakan diri karena seperti yang telah ditulis oleh Imat Amidjaya, Islam Indonesia memalukan dalam soal Bos- nia dan Kosovo di mana umat kita bungkam seribu bahasa, bahkan Deplu menya- lahkan Amerika yang membela Muslim Kosovo dianiaya, diusir, dibantai massal oleh serdadu dan milisia Serbia. Dalam pertemuan di Asia Society NY beberapa tahun y.l. Imat juga mengatakan dengan lantang bahwa Islam di Indonesia telah gagal memenuhi tantangan zaman. Kita ketahui sebagai kenyataan: Muslim di Indonesia saling bunuh, saling menganiaya menjelang dan selama kam- panye pemilu, kita tidak mungkin membanggakannya, itu suatu aib Muslim. Di mana kelebihannya mazhab Syafe'i a la Hamzah Haz? PPP Hamzah telah menjadi kuda tunggangan rejim fasis militer Suharto kemudian dalam rejim Habibie menggolkan disahkannya dwifungsi ABRI dengan menyetujui 38 orang wakilnya dalam DPR dengan berbagai dalih yang tidak masuk akal. Tidak ada yang patut kita banggakan, semuanya memalukan, Hamzah Haz mene- puk dada sebagai seorang Muslim yang arogan terhadap sesama Muslim dengan demikian melanggengkan perpecahan dalam Islam yang memang sudah pecah sepanjang jaman itu, mengapa harus disinabungkan bukannya dimusyawah mu- fakatkan jaman globalisasi ini, karena tidak mungkin Islam hidup berdampingan secara damai dengan agama lain selama gontokan dalam agamanya sendiri. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 21 Jun 1999 jam 11:54:43 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
