----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------

--part1_9814070c.24a28d2f_boundary
Content-Type: text/plain; charset="us-ascii"
Content-Transfer-Encoding: 7bit

KEPADA ASEP
D/A [EMAIL PROTECTED]

MENGAPA ISLAM JADI ISSUE ?

Jawaban saya terhadap kecaman anda seolah olah saya mau memperkuat PDI-P
dan pertanyaan apa yang dimaksud respek terhadap Islam, maka :

Pertama anda salah paham, saya sebagai pengamat dan penulis tidak pernah
mempunyai itikad untuk memperkuat atau memperlemah parpol di Indonesia, saya
sudah dijelaskan partijloos sejak 28 tahun y.l. dan bermukim di Amerika,
negara demokratis, liberal, sebagai wartawan bukan sebagai politikus.

Kedua, yang saya maksudkan dengan respek ialah dalam tradisi Sidik Djojosu-
karto, Sabilal Rasyad dan Hussein Kartasasmita dimana kedua tokoh yang di-
butkan belakangan ini dipilih sebagai anggota DPP sehingga para jurkam kita
diwanti wanti jangan sampai menghina Islam.

Ketiga, saran saya berdasarkan itikad baik, yaitu untuk mencegah kerusuhan,
konflik PDI-P dengan golongan Islam karena kedua golongan ini cukup beringas
sehingga situasinya bisa seperti api dalam sekam dan meledak.

--part1_9814070c.24a28d2f_boundary
Content-Type: message/rfc822
Content-Disposition: inline

Return-Path: <[EMAIL PROTECTED]>
Received: from  rly-yh01.mx.aol.com (rly-yh01.mail.aol.com [172.18.147.33])
        by air-yh01.mail.aol.com (v59.51) with SMTP; Wed, 23 Jun 1999
        06:50:44 -0400
Received: from  www.inx.de (www.inx.de [195.21.255.251]) by
        rly-yh01.mx.aol.com (vx) with SMTP; Wed, 23 Jun 1999 06:50:31 -0400
Received: from n65-163.berlin.snafu.de ([194.42.65.163])
        by www.inx.de with smtp (Exim 3.02 #1)
        id 10wkbn-0004hM-00; Wed, 23 Jun 1999 12:50:25 +0200
Message-Id: <v01520d00b3966a517b87@[195.21.245.111]>
Mime-Version: 1.0
Content-Type: text/plain; charset="us-ascii"
Date: Wed, 23 Jun 1999 12:01:38 +0100
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
From: [EMAIL PROTECTED] (Kristina  Vaillant und Asep Anwar Ruhyat)
Subject: MENGAPA ISLAM JADI ISSUE AKHIR AKHIR INI?
Content-Transfer-Encoding: 7bit

>Envelope-to: [EMAIL PROTECTED]
>Mailing-List: contact [EMAIL PROTECTED]
>X-Mailing-List: [EMAIL PROTECTED]
>X-URL: http://www.egroups.com/list/krikil/
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>Delivered-To: [EMAIL PROTECTED]
>Date: Tue, 22 Jun 1999 12:41:47 -0700 (PDT)
>From: kRi kil <[EMAIL PROTECTED]>
>To: kRikil <[EMAIL PROTECTED]>
>MIME-Version: 1.0
>Subject: MENGAPA ISLAM JADI ISSUE AKHIR AKHIR INI?
>
>
>From: [EMAIL PROTECTED]
>Date: Mon, 21 Jun 1999
>Subject: MENGAPA ISLAM JADI ISSUE AKHIR AKHIR INI?
>
>
>KOLOM SUPANGKAT:
>
>
>MENGAPA ISLAM JADI ISSUE AKHIR AKHIR INI ?
>PNI SIDIK RESPEK ISLAM, OSA-USEP DIPIMPIN SANTRI
>
>
>Serangkaian skandal politik telah mengakibatkan Islam semakin mendapat
>sorotan baik oleh dirinya sendiri umat Islam, maupun oleh umat agama lain,
>terutama umat Kristen di luar negeri. Hari Minggu ini harian New York
>Times telah menyorotinya.
>
>
>Pada hemat saya Islam diisuekan setelah Megawati dikecam oleh Menterinya
>Habibie yang Muslim bahwa ia bisa mengalahkan Mega karena dia tidak
>beragama Islam. Umat Hindu Bali, dll memberikan reaksi hebat, kemudian
>mereda, namun issue bahwa PDI-P telah didominasi Kristen semakin meluas di
>kalangan Islam. Tuduhan ini bukannya tidak beralasan.
>
>
>Sebagai bekas orang PNI jaman Sidik Djojosukarto, kemudian disambung
>dengan Osa-Usep, kemudian sejak itu partijloos, saya mengetahui PNI
>"inside out". Jaman PNI Sidik, Islam mendapat perhatian utama oleh DPP.
>Anggota DPP yang mengepalai seksi Islam adalah Sabilal Rasjad dibantu oleh
>Hussein Kartasasmita (bapaknya Ginanjar). Bersenjatakan respek terhadap
>Islam dalam DPP ini, maka kami berani berkampanye di kandang Masyumi.
>Sabilal adalah kiayi, Hussein santri.
>
>
>PNI pernah punya Ketua Umum yang santri dalam diri Osa Maliki - pernah
>menjadi issue besar waktu Hadisubeno melontarkan istilah "Islam abangan" -
>na- mun tokoh DPP kiayi yang khusus ditugaskan merangkul umat telah
>memberikan citra yang baik kepada partai justru pada jaman Mayumi yang
>fanatik di mana Kiayi Isa Anshari pernah melontarkan istilah "kafir"
>kepada Muslim abangan.
>
>
>PDI-P Mega tidak punya anggota DPP kiayi yang cukup kondang cukup vokal.
>Inilah yang menjadi sebab sorotan Islam karena mereka sudah tahu Mega akan
>menang berkat anti-Suhartonya dan telah disisihkan pula oleh Habibie yang
>mengangkat PDI boneka Golkar sebagai Menteri Kabinetnya.
>
>
>PNI Osa-Usep dipimpin oleh Osa Maliki, seorang santri, putera seorang Amil
>yang berkepribadian rendah hati pula. Dalam era pasca-G30S, PNI telah
>menjadi partai kesayangan rakyat mayoritas karena rakyat mengerti PNI
>telah diinfiltrasi oleh Surachman yang komunis sehingga pengikutnya
>menjadi ASU yang terkutuk.
>
>
>PNI Osa-Usep belum sempat membentuk DPP Islam karena segera dipaksa me-
>nerima faksi ASU dalam Kongres Bandung sehingga dari partai kesayangan
>rak- yat menjadi partai yang kembali dicurigai rakyat dan akhirnya
>citranya terpuruk dan menjadi partai gurem walaupun ganti nama menjadi
>PDI. Suryadi jaman Osa- Usep masih anak bawang hingga tak berhasil meraup
>kembali pengaruh Osa-Usep. PNI ASU terkenal Islamophobia walaupun Suryadi
>dipompa oleh Ali Murtopo.
>
>
>Ada yang mengusulkan agar Mega merangkul Yusril atau Didin untuk memperba-
>iki citranya. Namun sebaiknya Mega mengangkat orang PDI sendiri yang kiayi
>kondang sebagai anggota DPP dalam tradisi Sabilal Rasyad/Kartasasmita.
>Memang sudah agak terlambat untuk memulihkan citra PDI-P sebagai pihak
>yang merespek Islam. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak samasekali.
>(Koreksi: sistem proporsional pemilu memang membolehkan suara parpol kecil
>untuk bergabung, namun dalam prakteknya sulit sekali kalau tidak mustahil
>untuk melaksanakannya karena sektarianisme dan jiwa non-politician
>kebanya- kan pimpinannya, sedangkan ancaman kepunahan sesudah pemilu 2004
>tetap tak dapat ditolong lagi akibat UU Pemilu 1999 yang kejam).
>

Wah kalau begini mundur dong, bukankah yang lebih penting saat ini membuka
hati para kaum Islam, bahwa politik harus lepas dari agama, politik adalah
usaha memperbaiki hidup bersama dalam suatu masyarakat demi tujuan
bernegara,  sedangkan agama adalah pegangan setiap individu dalam usahanya
menjadi "orang yang baik". Jadi biarkan saja PDI kayak sekarang (maksudnya
dalam urusan agama Islam). Bagus itu.

Dalam bernegara tidak harus anggota masyarakatnya beragama, yang penting
adalah bagaimana dia bisa menempatkan diri diantara lingkungannya agar
tidak saling "hajar menghajar". Malah orang yang tidak punya agamapun
selayaknya dilindungi haknya, selama dia menjalankan kewajibannya, bayar
pajak misalnnya.

Kalau anda mencoba memperkuat PDI dengan usulan seperti diatas sana, anda
tidak berusaha memecahkan masalah politik di Indonesia saat ini.

Bahwa PDI-P harus menjadi kesayangan rakyat, itukan tidak mesti ada
pengurusnya yang santri atau ulama atau apalah, PDI_P akan disayangi rakyat
kalau partai ini bisa membawa negara kearah pencapaian tujuan yang benar,
sesuai cita-cita didirikannya negara ini, adil makmur bagi seluruh rakyat
indonesia. Itu saja koq.

Sebelum saya akhiri, bolehlah saya numpang tanya, respekt terhadap Islam
itu maksudnya apa ?

tabek
asep

















>
>----- End of forwarded message from [EMAIL PROTECTED] -----
>
>
>------------------------------------------------------------------------
>Don't let the next virus knock you out! Special Offer to eGroups members
>Install @Backup by June 30th and win a $100 Gift Certificate from Amazon
>.com and @Backup free for a year! http://clickhere.egroups.com/click/363
>
>
>eGroups.com home: http://www.egroups.com/group/krikil
>http://www.egroups.com - Simplifying group communications
>



--part1_9814070c.24a28d2f_boundary--

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 23 Jun 1999 jam 21:20:52 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke